Daya desak logam atau sering disebut kereaktifan logam adalah kemampuan suatu logam untuk bereaksi melepaskan elektron, dan mengalami reaksi oksidasi.

Pada sel elektrokimia, reaksi redoks bisa terjadi jika logam yang dicelupkan mendesak ion logam yang ada dalam larutan. Misalnya, logam Zn yang dimasukkan ke dalam larutan yang mengandung ion Cu2+ akan terjadi reaksi.

Mg(s)+ Zn2+(aq)⟶ Mg2+(aq) + Zn(s)

Logam magnesium lebih reaktif daripada zink, sehingga magnesium mendesak ion Zn2+ dari larutannya. Logam magnesium mereduksi ion Zn2+ dan ion Zn2+ mengoksidasi logam magnesium. Dari reaksi tersebut dapat dinyatakan pula bahwa magnesium mempunyai daya reduksi yang lebih kuat daripada zink, dan zink mempunyai daya oksidasi yang lebih kuat daripada magnesium.

Daya desak logam atau sering disebut kereaktifan logam adalah kemampuan suatu logam untuk bereaksi melepaskan elektron, dan mengalami reaksi oksidasi. Daya desak logam berkaitan erat dengan suatu deret yang dikenal dengan deret volta yang diurutkan berdasarkan harga potensial reduksinya sebagai berikut: Li K Ba Ca Na Mg Al Mn Zn Cr Fe Cd Co Ni Sn Pb H Sb Bi Cu Hg Ag Pt Au. Unsur hidrogen merupakan batas logam-logam tidak mulia (kiri) dengan logam-logam mulia (kanan). Semakin ke kiri, nilai logam semakin mudah teroksidasi.

Untuk memahami kereaktifan logam dapat dilakukan percobaan daya desak logam dengan melakukan percobaan seperti mereaksikan lempeng tembaga (Cu) dengan berbagai ion logam dalam larutan diantaranya Zn SO4 0,1 M, CuSO4 0,1 M, FeCl2 0,1 M, MgSO4 0,1 M, Pb(CH3COO)2 0,1 M. Selanjutnya untuk mengetahui kereaktifan logam yang lain dapat dilakukann hal yang sama seperti perlakuan kepada logam Cu dan mengganti logam Cu dengan logam lain.