SUNGAI BENGAWAN SOLO, RIWAYATMU KINI

SINOPSIS

Bengawan Sala adalah sebuah sungai terbesar dan terpanjang di Pulau Jawa. Dua buah kata yang artinyaBengawan = sungai besar , Solo [bhs. Jawa, ejaan klasik] yang seharusnya ditulis Sala, nama sebuah desa di wilayah eks Karesidenan Surakarta, dua hulu sungai yaitu dari daerah Pegunungan Kidul, Wonogiri danPonorogo, selanjutnya bermuara di daerah Gresik.

Sungai ini panjangnya sekitar 548,53 km dan mengaliri dua provinsi yaitu Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Sungai ini dikagumi masyarakat di seluruh dunia khususnya Jepang karena terinspirasi dari lagu keroncong karangan Gesang berjudul sama, Bengawan Solo.

|.

PENGANTAR

PENGANTAR

Sebagai pusat bisnis pada zaman Kerajaan Majapahit, maka kehadiran Sungai Bengawan Solo sangat terasa, sebagai Pelabuhan dan pendaratan kapal besar.

Sejak abad XIII-XIV, ketika Kerajaan Majapahit masih berada pada puncak kekuasaannya di Jawa Timur, transportasi sungai di pedalaman ini telah berlangsung. Pada saat itu Gresik yang masih disebut sebagai pelabuhan Ujung Galuh, menjadi bandar laut terpenting di Jawa Timur bersama Tuban.

Sejak masa itu, pelabuhan tersebut merupakan sebuah sarana pendaratan bagi kapal besar dengan jumlah pasukan yang cukup banyak.

Lokasi Gresik ini sangat strategis karena terletak di muara sungai besar yang disebut sebagai Bengawan Semanggi atau dikenal sebagai Bengawan Solo.

Sungai ini terkenal hingga ke mancanegara! Mempunyai sejarah yang fenomenal! Manfaatnya pun sangat terasa bagi kehidupan masyarakat di sekitarnya! Ya! Sungai Bengawan Solo! Mau tahu? .

Sungai sepanjang hampir 600 km, dengan 2200 anak sungai, ini melewati hampir 20 kota dan kabupaten di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sungai Bengawan Solo bermata air di daerah Wonogiri menuju muaranya di Laut Jawa, dekat kota Gresik. Sungai ini telah mengukir sejarah peradaban sepanjang alirannya, bahkan sepanjang usianya. Sungai ini telah lama menjadi sarana transportasi dan perdagangan di pedalaman Jawa, mengingat dari seluruh pantai utara Jawa Tengah hingga Surabaya hanya sungai Solo yang layak untuk dilayari sebagai sarana pengangkutan barang-barang konsumsi dan niaga ke pedalaman.

ISI

ISI

Gesang, Sang Maestro Pencipta Lagu Bengawan Solo ternyata menyimpan misteri dalam setiap syairnya. Mau tahu apa saja? Ayo! Simak baik-baik…

Sebuah langgam kroncong yang klasik, yang syairnya ditulis sendiri oleh sang maestro Gesang, ternyata menyimpan misteri. Sudah cukup lama lagu itu berkumandang di tanah air ini, namun misterinya tak pernah terkuak di permukaan, dan misteri itu tak pernah diburu orang.

Di dalam lirik lagu Bengawan Solo, ternyata menyimpan sebuah misteri yang selama ini terabaikan oleh orang-orang di negeri ini, dari generasi ke generasi. Misteri dalam lagunya Gesang itu, adalah :

1. Mata airmu dari Solo

2. Terkurung gunung seribu

3. Air mengalir sampai jauh 4. Akhirnya ke laut

|.

Kalian tahu asal muasal kata Bengawan Solo? Mau Tahu kan?

Bengawan Sala adalah sebuah sungai terbesar dan terpanjang di Pulau Jawa. Dua buah kata yang artinya Bengawan = sungai besar , Solo [bhs. Jawa, ejaan klasik] yang seharusnya ditulis Sala, nama sebuah desa di wilayah eks Karesidenan Surakarta. Pemberian nama sungai Sala [Solo] menggunakan nama desa yang terkenal pada zaman kerajaan Pajang, yaitu desa Sala. Yang kelak menjadi pusat kerajaan baru yaitu Surakarta.

Mengapa tidak menggunakan nama mata airnya ? ini berbeda dengan Sungai Serayu yang mata airnya di pegunungan Dieng, memang ada sebuah dusun bernama Serayu, juga airnya mengalir sampai jauh dan akhirnya ke laut selatan.

|.

Sungai Bengawan Solo melewati dua propinsi, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Berasal dari pegunungan Sewu, kemudian mengalir ke Selatan Kota Wonogiri. Mau tahu lebih detail? Simak terus ya….

Mata air ini berasal dari lereng gunung seribu [pegunungan Sewu] yang terletak di sebelah tenggara wilayah eks Karesidenan Surakarta.

Dari mata air tersebut mengalir ke arah barat daya dan menjadi batas antara wilayah Kabupaten Pacitan dengan Kabupaten Wonogiri.Kemudian sungai tadi membelok ke barat memasuki wilayah Kabupaten Wonogiri, setelah sampai di desa Kakap sungainya mengalir ke arah utara, dan ketika sampai di sebelah selatan kota Wonogiri, menjadi lebih besar karena adanya tumpahan air kali Keduwang yang sumbernya dari Gunung Lawu.Setelah melewati kota Wonogiri aliran sungai ini menuju ke arah barat laut, dan mendapatkan tumpahan air kali Dengkeng yang mata airnya dari Gunung Merapi.

|.

Sungai Bengawan Solo ketika masuk ke Kota Surakarta atau Solo maka akan mengalir ke Kabupaten Sragen. Mau tahu lebih detail? Simak terus ya….

Kemudian membelok ke arah timur laut. Setelah masuk di wilayah kota Surakarta mendapatkan tumpahan air Kali Pepe yang mata airnya dari Gunung Merbabu.

Kini Sungai Sala sudah menjadi lebih besar dan mengalir masih ke arah timur laut dan menerima tumpahan air Kali Kedungbang yang sumber airnya dari Gunung Lawu.Setelah sampai di sebelah utara Kota Sragen yaitu di desa Sukawati, sungai Sala berkelok ke timur sampai di perbatasan wilayah Kabupaten Ngawi dan Kabupaten Sragen, mendapatkan tumpahan kali Kedungbanteng, yang mata airnya juga dari Gunung Lawu.

|.

Sungai Bengawan Solo ketika masuk ke Ngawi maka akan mengalir ke wilayah kabupaten Rembang diantara Kabupaten Blora dan Bojonegoro. Mau tahu lebih detail? Simak terus ya….

Kemudian dari Ngawi sungai Sala ini mengalir ke arah timur bertemu dengan Kali Gentong atau kini terkenal dengan nama Sungai Madiun. Dari situlah Sungai Sala menjadi lebih besar, karena semua sungai dari Wilayah Panaraga, Madiun, Magetan dan Ngawi masuk ke Bengawan Madiun semua.

Dari kota Ngawi bengawan Sala mengalir ke arah utara memasuki wilayah kabupaten Rembang, diantara Kabupaten Blora dan Kabupaten Bojanegara, terus ke utara sampai di wilayah Cepu mendapatkan tambahan dari Kali Batokan yang sumbernya dari mata air Gunung Gamping sebelah utara kota Blora.

|.

Sungai Bengawan Solo makin berkelok-kelok hingga sampai ke mata air Gunung Gamping. Wow!

Dari situ Bengawan Sala airnya berkelok-kelok ke arah timur masuk wilayah Kabupaten Bojanegara, setelah sampai di distrik Padangan, mendapat tambahan dari kali Gandongan, yang mata airnya dari Gunung Pandan.

Dari kecamatan Malo aliran sungainya berkelok ke timur lurus, sampai di kota Bojanegara bertemu dengan kali Kening yang bersumber dari mata air Gunung Gamping wilayah Rembang sebelah tenggara .

|.

Sungai Bengawan Solo akhirnya berakhir di Kota Sedayu dan sampailah ke Laut Jawa, di sebelah Utara Selat Madura.

Kemudian terus mengalir ke arah timur dan menjadi perbatasan antara Kabupaten Bojanegara dengan Kabupaten Tuban. Setelah sampai di kecamatan Kapas, Bengawan Sala mendapatkan tambahan dari Kali Pacal, yang mata airnya dari Gunung Pandan.

Setelah sampai di kawedanan Pelem membelok ke utara sampai di kawedanan Rengel dan belok ke timur sampai di Babad Kabupaten Lamongan. Dari Babad mengalir ke arah timur dan menjadi batas kabupaten Tuban dengan Kabupaten Gresik.

Kemudian Bengawan Sala memasuki Kabupaten Gresik, dan masih berkelok-kelok ke arah timur sampai di kota Sedayu dan sampailah ke laut Jawa, di sebelah utara selat Madura.

|.

Masyarakat probumi dan juga penjajah di masa itu memanfaatkan Sungai Bengawan Solo untuk berbagai macam kegiatan dan aktifitas niaga

Bengawan Sala dahulu mulai dari Ngawi sampai ke Cepu, para pedagang selalu menggunakan jasa angkutan air yakni perahu. Memang pada zaman itu Cepu pasarnya terkenal paling besar.

Menjadi pusat perdagangan yang menghubungkan Jawa Tengah dan Jawa Timur.Para pedagang dari pesisir utara jika akan menjual barang dagangannya ke wilayah Jawa timur bagian utara mengambil jurusan Cepu-Gresik, kalau yang akan memasarkan ke selatan melalui jalur Cepu- Ngawi. Dari Ngawi bisa ke barat ke pusat kerajaan di Surakarta, atau ke Madiun- Magetan-Pacitan. Mungkin pula Ngawi-Mojokerta.Ada pula perahu yang mengambil jurusan Cepu ke Kalitidu, Bojanegara, Babad, Sidayu hingga Gresik.

|.

Transportasi air sangat mendominasi kegiatan masyarakat setempat dan juga pemerintahan Hindia Belanda untuk pembangunan dan mengangkut kayu. Hebat bukan?

Perjalanan air ini karena pada masa itu [ sebelum tahun 1900 M] belum dibangun rel kereta api jurusan Gundih –Surabaya. Sehingga tidak aneh jika pada waktu itu angkutan air justru mendominasi transportasi di sepanjang Bengawan Sala, tidak hanya puluhan perahu, tetapi konon sampai ratusan perahu yang memenuhi Kali besar itu.

Kecuali transportasi air untuk melancarkan roda ekonomi daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur pada waktu itu, aliran Bengawan Sala juga dimanfaatkan oleh pemerintah Hindia Belanda untuk mengangkut kayu-kayu jati dari wilayah hutan Cepu. Kayu jati yang ditebang itu, dipotong-potong yang selanjutnya digandeng menjadi rakit, dan digered dengan perahu.

PENUTUP

PENUTUP

Salah satu kekayaan sumber daya alam berupa sungai bernama Sungai Bengawan Solo, nama besar dan kepopulerannya di mancanegara merupakan tanggungjawab bangsa Indonesia. Sejarah telah mengungkap arti penting Sungai Bengawan Solo bagi urat nadi pelayaran dan perdagangan pada saat itu guna menunjang hidupnya perekonomian rakyat.

Sungai Bengawan Solo mengandung banyak sumber daya hayati di dalamnya. Memulai sejak dini dalam mendayagunakannya adalah hal pokok dan penting terutama dalam menyeimbangkan tatanan alam dan ritme kehidupan manusia.