Suku Bajo

Sinopsis

Sinopsis

Tentu kamu sudah mengetahui bahwa Indonesia adalah negara kepulauan dengan beragam keistimewaan. Kekayaan yang dimiliki bangsa Indonesia sangat beragam, termasuk kekayaan budayanya. Sebagai negeri dengan wilayah bahari yang luas, maka kita memiliki banyak budaya yang terkait kelautan. Pernahkah kalian mendengar tentang perahu Phinisi? Perahu kebanggaan karya suku Bugis yang dikenal sebagai pelaut handal ini memiliki kisah sejarah yang menarik. Ayo kita pelajar bersama-sama mengenai sejarah dan nilai budaya dari perahu Phinisi ini. Mengenali ragam budaya bangsa akan menjadi bekal generasi muda untuk membangun bangsa.

Pengantar

Tujuan Pembelajaran

Setelah mempelajari Kehidupan Suku Bajo ini, kamu dapat:

  1. Mengenal adat tradisi kehidupan Suku Bajo
  2. Mengetahui cara hidup Suku Bajo dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut
suku Bajo

|.

Suku Bajo tersebar di berbagai di daerah di Indonesia. Namun di sini kita mengenal lebih dekat Suku Bajo yang berada di Taman Nasional Kepulauan Togean Sulawesi Tengah. Suku Bajo sangat lekat sekali dengan kehidupan laut. Bahkan ada pula yang tinggal di perahu dan hidup di laut lepas. Di sini kita dapat melihat dan mencontoh kearifan Suku Bajo dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut. Dengan menempati wilayah Taman Nasional Kepulauan Togean, maka kebutuhan pendidikan dan kesehatan bagi anak-anak Suku Bajo akan lebih terjamin oleh pemerintah setempat.

|.

Suku Bajo adalah kelompok etnis di Asia tenggara yang memiliki karakteristik kemaritiman yang sangat kuat. Wilayah penyebaran mereka sangat luas mencakup Pantai Timur Sabah, Kepulauan Sulu, Pantai Timur Kalimatan, Selat Makassar, Perairan Laut Sulawesi dan Maluku, serta Perairan Laut Nusa Tenggara

Wilayah Persebaran Suku Bajo Di Nusantara

|.

Tempat Tinggal Suku Bajo

Mari mengenal lebih dekat Suku Bajo yang bermukim di Taman Nasional Kepulauan Togean. Taman Nasional Kepulauan Togean merupakan terletak di Teluk Tomini dan termasuk dalam wilayah Kabupaten Tojo Una Una Propinsi Sulawesi Tengah. Untuk mencapai wilayah ini dari ibukota Propinsi yaitu Palu, kamu dapat mengambil jalan darat menuju Ampana (melalui Poso) sejauh 375 km selama kurang lebih 10 jam. Selanjutnya dari Ampana kamu harus menempuh perjalanan dengan perahu menuju Taman Nasional Kepulauan Togean.

Bagaimana kamu menggambarkan kondisi tempat tinggal Suku Bajo di sana? Benar sekali, satu kata dapat menggambarkannya: sederhana. Suku Bajo menetap di rumah-rumah sederhana yang juga tak terpisahkan dari laut. Mereka membangun rumah di tepian pantai atau laut dangkal, dengan tiang pancang untuk menjaga rumah dari pasang air laut. Rumah mereka beratapkan rumbia, berdinding kayu, dan dalam satu rumah biasanya dihuni oleh satu keluarga atau lebih. Perahu kayu sederhana diparkir di pelataran rumah (yang halamannya pun air laut) menjadi sarana transportasi sehari-hari. Namun pemandangan di sini sangatlah indah dan menakjubkan.

|.

Mata Pencaharian Suku Bajo

Apa mata pencaharian Suku Bajo? Ya, sumber utama mata pencaharian mereka adalah mencari ikan. Dengan lautan yang menghampar luas di sekitar mereka, di sanalah tempat mereka mencari nafkah. Yang dapat kamu pelajarai adalah, dalam kehidupan sehari-hari Suku Bajo bekerja mencari ikan dengan cara-cara tradisional, yaitu:

  1. Memancing
  2. Menjaring
  3. Memanah

Hasil tangkapan ikan ini akan dijual kepada penduduk sekitar pesisir atau pulau terdekat. Beberapa Suku Bajo sudah mengenal teknik budidaya produk laut seperti lobster, ikan kerapu, atau udang. Tempat budidaya yang disebut tambak terapung ini biasanya terletak tidak jauh dari pemukiman.

Memancing
Menjaring
Memanah

|.

Keseharian Suku Bajo Di Wilayah Taman Nasional Kepulauan Togean

Banyak hal menarik yang dapat kamu lihat dan pelajar dari keseharian Suku Bajo di Taman Nasional Kepulauan Togean. Dalam keseharian, kepala keluarga Suku Bajo biasanya menghabiskan sebagian besar waktunya di laut lepas untuk mencari nafkah. Sementara ibu rumah tangganya membantu mengolah hasil tangkapan ikan atau menenun kain. Kehidupan Suku Bajo yang begitu sederhana dan gemar melaut mungkin membuat mereka tidak memikirkan pemukiman tetap apabila tidak dihimbau oleh pemerintah.

Hal tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah membangun Taman Nasional Kepulauan Togean. Masalah pemukiman, ekonomi, hingga pendidikan Suku Bajo menjadi lebih terjamin. Kini anak-anak Suku Bajo sudah banyak yang bersekolah, bahkan hingga tingkat perguruan tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran mereka akan pentingnya pendidikan sudah mulai tumbuh.

Deskripsi

Deskripsi Suku Bajo

Suku Bajo merupakan salah satu suku laut yang hidup di wilayah Kepulauan Indoensia dan sekitarnya. sejak zaman dahulu mereka dikenal sebaga penjelajah laut sejati yang hidup sepenuhnya di atas kapal Mereka berlayar berpindah-pindah dari wilayah perairan yang satu dan lainnya. Persebaran Suku Bajo di Asia Tenggara sampai dengan wilayah Filipina, Malaysia, dan Thailand. Dari proses persebaran ini diketahui bahwa Bahasa Tagalog Filipina juga digunakan oleh suku Bajo saat ini.

Selain di wilayah Kepulauan Togean (Sulawesi Tengah), suku Bajo tersebar di hampir setiap propinsi di Sulawesi. Di Sulawesi Selatan pemukiman Bajo ada di kelurahan Bajo kabupaten Bone, atau di Gorontalo mereka bermukim sepanjang pesisir Teluk Tomini yaitu di desa Torosiaje kabupaten Pohuwatu, dan di Tanjung Bajo kabupaten Boalemo.

Penutup

Penutup

Nilai-nilai yang dapat dipelajari dari kehidupan Suku Bajo adalah hidup berdampingan dengan lingkungan secara bijaksana dan tidak destruktif. Hidup bukan hanya untuk hari ini, tapi memikirkan generasi mendatang.

Nilai-nilai budaya yang beragam dari berbagai suku bangsa perlu dipelajari oleh kita selaku generasi penerus bangsa. Berikut ini merupakan langkah-langkah kecil yang dapat kita lakukan sebagau upaya melestarikan budaya bangsa:

  1. Mengenal kekayaan adat istiadat dan budaya suku bangsa Indonesia
  2. Menghargai perbedaan dan kekayaan nilai budaya
  3. Meningkatkan kualitas dan mengelola budaya lokal dengan baik
  4. Memanfaatkan kekayaan sumber daya alam dengan arif dan bijaksana