• SINOPSIS

    Situs gunung Padang dan Lingkungannya

    Gambar Situs Gunung Padang dan lingkungannya

    Sumber gambar : Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman

    Situs Gunung Padang merupakan Situs Cagar Budaya Peringkat Nasional yang terletak di daerah Cianjur, Jawa Barat. Situs ini berbentuk punden berundak yang merupakan tinggalan masa prasejarah yaitu zaman batu besar atau megalit. Tinggalan bebatuan tempat pemujaan ini masih berdiri tegak hingga kini dan dapat dikunjungi oleh masyarakat umum. Situs Gunung Padang menjadi salah satu tujuan wisata unggulan Jawa Barat. Sejak tahun 2014, Situs Gunung Padang telah ditetapkan sebagai Situs Cagar Budaya berperingkat nasional sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 023/M/2014.


    Situs Gunung Padang memang menarik untuk dikunjungi karena kita dapat melihat dan menyaksikan langsung betapa besarnya kehebatan dan kebesaran nenek moyang dalam membangun tempat pemujaan. Oleh karena itu, situs ini perlu kita jaga bersama demi kelestariannya karena Situs Gunung Padang merupakan hasil karya bangsa yang tidak ternilai dan menunjukkan tingkat kebudayaan yang tinggi sebagai suatu bangsa. Jika tidak kita jaga bersama maka situs ini perlahan-lahan akan hilang atau mengalami kepunahan. Para pengunjung sangat diharapkan dapat bersama-sama menjaga Situs Gunung Padang dengan baik.

    • Tujuan/Indikator


      Setelah selesai mempelajari materi atau konten budaya tentang Situs Gunung Padang ini diharapkan Anda dapat menjelaskan:
         a. pengertian situs dan Situs Gunung Padang;
         b. sejarah ditemukannya Situs Gunung Padang;
         c. peranan tokoh yang terkait dengan penemuan Situs Gunung Padang dan penelitinya;
         d. lokasi keletakkan Situs Gunung Padang; dan
         e. rangkaian masa prasejarah yang terjadi di Indonesia.

    • Situs Gunung Padang


      Video tentang Kekayaan Sejarah Terpendam Situs Gunung Padang

      Sumber video : https://www.youtube.com/watch?v=T8lhzNzLylY diunduh tanggal 08/03/2014


      Apakah Anda pernah mendengar tentang Situs Gunung Padang?


      Baguslah jika seandainya Anda telah pernah mendengarnya. Seandainya juga belum pernah mendengarnya, tidak apa-apa karena kita akan membahas topik ini. Oleh karena itu, cobalah pelajari dengan cermat materi bahasan mengenai Situs Gunung Padang yang diuraikan berikut ini.


      Situs Gunung Padang merupakan situs megalit berbentuk punden berundak yang terbesar di Asia Tenggara. Gunung Padang tersusun dari batuan kekar kolom atau columnar joint yang berupa balok menjadi teras berundak lima. Situs megalit ini merupakan salah satu situs pemujaan pada masa prasejarah yang terletak di Kampung Cipanggulan, Kelurahan Karya Mukti, Kecamatan Cempaka, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat.


      Situs ini pada bagian Utaranya berbatasan dengan lahan kosong, bagian Timur berbatasan dengan Kali Cikuta, bagian Selatan berbatasan dengan Kali Cikuta, Kampung Empang, Pasir Cikuta, Kampung Cikuta, dan di bagian Barat berbatasan dengan Kali Cipanggulan, Pasir Cipanggulan, dan Kampung Cipanggulan. Situs ini memiliki luas 291.800 m2. Situs yang terletak pada 6°57' LS - 107°1' BT, diperkirakan berusia antara 500 hingga 200 tahun SM berdasarkan pertanggalan karbon dating (carbon dating – C14).

    • Nicolaas Johannes Krom

      Sumber : ru.wikipedia.org

      Tokoh yang berkaitan dengan Situs Gunung Padang


      Tahukah Anda siapa saja tokoh yang berkaitan dengan Situs Gunung Padang?

      Banyak tokoh yang berkaitan dengan Situs Gunung Padang. Baik sebagai penemu pertama kali hingga peneliti terkini. Penemu situs pemujaan prasejarah pertama kali adalah Nicolaas Johannes Krom. Setelah ditemukan Nicolaas Johannes Krom, situs ini terus diteliti oleh para peneliti hingga saat ini. Di antara para peneliti yang berperanserta dalam kegiatan penelitian Situs Gunung Padang adalah Mundardjito dan Bagyo Prasetyo.


      Untuk uraian yang lebih lengkap, Anda bisa lihat diuraian berikutnya.

    • 1
    • 2
    • 3
    • Deskripsi Situs Gunung Padang


      Apa itu Situs Gunung Padang dan bagaimana kondisinya kini?


      Situs Gunung Padang

      Sebelum membahas Situs Gunung Padang, maka yang pertama-tama penting untuk kita ketahui adalah pengertian situs. Berdasarkan Undang-Undang Cagar Budaya Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, situs merupakan lokasi yang berada di darat atau di air yang mengandung Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, atau struktur Cagar Budaya sebagai bukti hasil kegiatan atau kejadian pada masa lalu. Berdasarkan pengertian mengenai situs yang telah dikemukakan ini, maka dapatlah kita katakan bahwa Situs Gunung Padang merupakan tinggalan megalit masa prasejarah yang digunakan masyarakat sebagai tempat pemujaan.



      Kondisi Gunung Padang

      Tinggalan megalit ini mengalami kerusakan akibat faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal di antaranya adalah akibat erosi dan tumbuh-tumbuhan liar. Banyak batu punden yang lepas, miring, aus, terkelupas, retak, patah, dan jatuh di lereng dan kaki bukit. Beberapa bagian dari struktur punden menggelembung dan menjorok ke luar sebagai akibat dari genangan air, desakan akar, dan longsor. Pelapukan batuan juga terjadi karena pertumbuhan ganggang, jamur kerak, lumut, dan tetumbuhan lain. Sedangkan kerusakan faktor eksternal diantaranya adalah vandalisme (mencoret batu, menggores batu dengan benda keras, menduduki dan menginjak batu, memukul-mukul batu, menggeser dan memindahkan batu) dan akitivitas wisata yang tidak terkendali turut menjadi penyebab berubahnya susunan struktur aslinya.


      Saat ini, Situs Gunung Padang menjadi destinasi wisata yang penting di Kabupaten Cianjur. Situs ini dikunjungi sedikitnya 200-300 orang per minggu dan meningkat ketika musim liburan sekolah yang dapat sampai mencapai ribuan orang. Di puncak bukit terdapat menara pandang dan beberapa warung milik penduduk. Di kaki bukit, terdapat warung, lapangan parkir, dan fasilitas pariwisata.


    • Sejarah Situs Gunung Padang


      Bagaimana Situs Gunung Padang ditemukan?


      3D Laser Scanning Fotogrammetry Situs Gunung Padang

      Gambar 3D Laser Scanning Fotogrammetry Situs Gunung Padang

      Sumber gambar : Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman

      Keberadaan Situs Gunung Padang dilaporkan pertama kali oleh Nicolaas Johannes Krom dalam Rapporten Oudheidkundige Dienst pada tahun 1914. Kemudian, Krom melaporkan bahwa di puncak Gunung Padang yang berdekatan dengan Gunung Melati terdapat empat teras yang tersusun dari batu kasar dan dihiasi batu andesit berbentuk lingga (batu tegak). Di setiap teras, terdapat gundukan tanah yang ditimbuni batu.


      Situs Gunung Padang ini ditemukan kembali pada tahun 1979. Beberapa perwakilan warga pun melaporkan keberadaan Situs Gunung Padang ini kepada pemerintah. Semenjak saat itulah, pemerintah mulai melakukan konservasi dan penelitian terhadap Situs Gunung Padang. Dari serangkaian penelitian diketahui bahwa Situs Gunung Padang dibangun antara abad IV-XVI oleh masyarakat penganut tradisi megalit. Berdasarkan naskah Sunda Kuno, tempat suci semacam ini disebut “kabuyutan”. Tradisi megalit ini terus berlanjut ke masa Hindu-Budha.

    • Lokasi Keberadaan Situs Gunung Padang


      Di mana Situs Gunung Padang berada?


      3D Laser Scanning Fotogrammetry Situs Gunung Padang

      Gambar Peta Keletakkan Situs Gunung Padang

      Sumber gambar : http://www.dailymail.co.uk/sciencetech/article-3021547/Is-hillside-hiding-world-s-oldest-pyramid-Ancient-structure-Indonesia-20-000-years-old.html

      Situs Gunung Padang terletak di Kampung Cipanggulan, Kelurahan Karya Mukti, Kecamatan Cempaka, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Situs ini pada bagian Utaranya berbatasan dengan lahan kosong, bagian Timur berbatasan dengan Kali Cikuta, bagian Selatan berbatasan dengan Kali Cikuta, Kampung Empang, Pasir Cikuta, Kampung Cikuta, dan di bagian Barat berbatasan dengan Kali Cipanggulan, Pasir Cipanggulan, dan Kampung Cipanggulan. Situs ini memiliki luas 291.800 m² yang terletak pada 6°57' LS - 107°1' BT.


      Banyak akses untuk menuju Situs gunung Padang. Dari Jakarta Anda bisa mengambil jalur menuju Puncak Bogor atau jalur alternatif Jonggol menuju Cianjur Kota. Dari sini jarak ke Gunung Padang sekitar 45 kilometer. Dari Kota Cianjur, Anda dapat mengambil arah menuju Jalan Raya Cianjur-Sukabumi. Dari Jalan Raya Cianjur-Sukabumi ini Anda dapat memilih dua rute menuju Gunung Padang, jalur Pal Dua dan Tegal Sereh. Dari jalur Pal Dua, Anda harus ke Desa Warungkondang. Dari desa ini Anda berbelok ke kanan, lalu ke Cipadang-Cibokor-Lampegan-Pal Dua-Ciwangin-Cimanggu dan berakhir di Dusun Gunung Padang. Lalu kalau jalur Tegal Sereh, maka Anda mesti ke Desa Sukaraja kemudian belok kiri ke Cireungas-Cibanteng-Rawabesar-Sukamukti-Cipanggulan dan terakhir Dusun Gunung Padang.

      Sedangkan untuk moda transportasi umum, Situs Gunung Padang bisa ditempuh dengan angkutan umum turun di Cipanggulan dan menyambung lagi untuk bisa sampai Gunung Padang. Jika menggunakan kereta api, keberangkat menuju Sukabumi terdapat di Stasiun Bogor. Untuk menuju Gunung Padang, Anda harus turun di Stasiun Lampegan yang keberadaannya hanya 1 stasiun sebelum Stasiun Cianjur. Dari Stasiun Lampegan, jarak ke Gunung Padang masih kurang lebih 7 km lagi dan harus melanjutkan perjalanan dengan ojek.

    • Tokoh dan Peranannya


      Siapa sajakah tokoh penting yang terlibat dalam penemuan dan penelitian Situs Gunung Padang?


      Banyak tokoh yang terlibat dalam penelitian situs prasejarah Gunung Padang. Berikut ini dikemukakan tiga orang tokoh yang berperan dalam penemuan dan penelitian Situs Gunung Padang:


    • Nilai Penting Situs Gunung Padang


      Nilai penting apakah yang dikandung oleh Situs Gunung Padang bagi Bangsa Indonesia?


      Pesan atau makna yang dapat dipetik sebagai bahan motivasi untuk turut melakukan pelestarian Situs Gunung Padang dan rangkaian sejarah keberadaan Situs Gunung Padang adalah:

          1.   Situs Gunung Padang merupakan salah satu karya besar budaya Bangsa Indonesia pada masa megalit yang mencerminkan kemampuan masyarakat pada masa itu di bidang penguasaan teknologi.
          2.   Situs Gunung Padang merupakan representasi dari nilai-nilai kearifan lokal dan nilai-nilai luhur semangat kebersamaan dan gotong-royong dalam hidup bermasyarakat yang sudah tumbuh dan berkembang sejak jaman dahulu kala.
          3.   Nilai-nilai kearifan lokal dan nilai-nilai luhur semangat kebersamaan dan gotong royong dalam hidup bermasyarakat yang sudah diwujudnyatakan dalam bentuk pembangunan tempat pemujaan. Nilai-nilai kearifan lokal ini hendaknya terus dikembangkan melalui upaya menjaga/memelihara dan menyosialisasikan keberadaan Situs Gunung Padang.
    • 1
    • 2
    • 3
    • 4
    • 5
  • PENUTUP


    Situs Gunung Padang diakui sebagai salah satu tinggalan penting prasejarah yang dimiliki Indonesia pada saat ini. Gunung Padang merupakan bukti karya besar budaya Bangsa Indonesia yang monumental. Tak hanya sebagai karya budaya, Situs Gunung Padang juga merupakan salah satu pencapaian teknologi pada masa prasejarah. Masa di mana manusia belum mengenal tulisan dan teknologi, tidak seperti yang kita bayangkan perkembangannya saat ini. Sikap yang perlu ditumbuh-kembangkan pada generasi muda terhadap peninggalan berbagai nilai budaya bangsa adalah: (1) mencintai warisan budaya Bangsa Indonesia, (2) menumbuh-kembangkan sikap bekerjasama atau bergotong-royong dan toleransi, dan (3) menanamkan pengetahuan mengenai identitas budaya.

    Manfaat yang diperoleh pembaca setelah selesai mempelajari produk atau karya budaya bangsa yang mengagumkan seperti Situs Gunung Padang adalah: (1) tumbuh dan berkembangnya perasaan ingin melestarikan warisan budaya Indonesia, (2) tergugahnya perasaan generasi muda sehingga berminat dan menaruh perhatian terhadap masa prasejarah bangsa Indonesia, dan (3) menciptakan inspirasi mengenai identitas budaya bagi bangsa terutama di kalangan generasi muda.