Sesaji Yadnya

PENDAHULUAN

PENDAHULUAN

Kehidupan masyarakat Hindu di Bali tidak dapat dipisahkan dari berbagai macam upacara yang dilakukan sehari - hari. Para leluhur umat Hindu di Bali selalu mengajarkan agar umat menjaga keharmonisan hidup, baik dengan Sang Pencipta, maupun dengan alam dan lingkungan sekitar. Upacara Yadnya merupakan satu bentuk kewajiban yang harus dilakukan oleh umat Hindu di Bali setiap harinya.

FILOSOFI

FILOSOFI

isi slidePelaksanaan Yadnya memiliki dasar yang kuat bagi umat Hindu di Bali, yaitu berupa sabda suci Tuhan. Yang menjadi pokok dasar dilaksanakannya Yadnya adalah sesuai dengan sastra suci veda yang merupakan wahyu Tuhan. Yadnya dilaksanakan dalam upacara adat maupun keagamaan, tujuannya adalah agar terdapat keharmonisan vertikal maupun horizontal.

Hubungan vertikal dan horizontal tersebut terdapat dalam salah satu ajaran agama Hindu, yaitu tri hite karane. Dalam tri hite karane ditetapkan adanya tiga penyebab kebahagiaan, yaitu

1) apabila ada hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan,

2) apabila terjalin hubungan harmonis antara manusia dan ciptaan Tuhan yang lain, yaitu makhluk mikro kosmos atau jagat raya, dan

3) manusia tidak akan bahagia apabila tidak ada manusia lain dan hidup harmonis dengan sesamanya.

Untuk melaksanakan kehidupan yang harmonis tersebut, maka dilakukanlah upacara Yadnya.

Filosofi Yadnya

TUJUAN

TUJUAN

Bagi umat Hindu, upacara Yadnya memiliki arti yang penting untuk meningkatkan kualitas hidup mereka sebagai manusia, baik secara vertikal dengan Tuhan Yang Maha Esa maupun secara horizontal dengan sesama umat manusia. Adapun tujuan dari pelaksanaan upacara Yadnya yaitu sebagai berikut :

1. Untuk mengamalkan ajaran Veda

2. Untuk meningkatkan kualitas diri

3. Untuk penyucian

4. Sarana berhubungan dengan Tuhan

5. Mencetuskan rasa terima kasih

PANCA YADNYA

PANCA YADNYA

Panca Yadnya kalau diuraikan terdiri dari 2 kata, panca artinya lima dan Yadnya artinya upacara pengorbanan/persembahan suci yang tulus ikhlas kehadapan Tuhan, jadi kalau digabungkan mempunyai pengertian 5 upacara persembahan suci yang tulus dan ikhlas kehadapan Sang Pencipta (Tuhan Yang Maha Esa).

Adapun pelaksanaan Panca Yadnya terdiri dari:

1. Dewa Yadnya, upacara persembahan bagi Tuhan

2. Rsi Yadnya, upacara agar terdapat hubungan yang harmonis dengan orang suci

3. Pitra Yadnya, upacara untuk para leluhur

4. Manusa Yadnya, untuk membangun hubungan harmonis sesama manusia

5. Butha Yadnya, agar terdapat keseimbangan dan keharmonisan hubungan antara manusia dengan alam semesta beserta makhluk kosmosnya.

 

|.

PANCA YADNYA

1. Dewa Yadnya

Dewa Yadnya, bermakna upacara pengorbanan/persembahan suci yang tulus ikhlas kepada Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa) dan seluruh manifestasi- Nya yang yang berujud Dewa Brahma selaku Maha Pencipta, Dewa Wisnu selaku Maha Pemelihara dan Dewa Siwa selaku Maha Pralina (pengembali kepada asalnya) dengan mengadakan serta melaksanakan persembahyangan Tri Sandhya (bersembahyang tiga kali dalam sehari) serta Muspa (kebaktian dan pemujaan di tempat- tempat suci). Korban suci/persembahan tersebut dilaksanakan pada hari- hari suci, seperti : Hari Raya Galungan, hari Kuningan, Hari Raya Saraswati, Hari Raya Nyepi dan lain- lain

Panca Yadnya

|.

PANCA YADNYA

2. Rsi Yadnya

Rsi Yadnya bermakna upacara persembahan,pemujaan suci yang tulus ikhlas dan penghormatan kepada para orang suci, Resi, pendeta yang telah memberi tuntunan hidup untuk menuju kebahagiaan lahir-bathin di dunia dan akhirat.

Pelaksanaan Rsi Yadnya dilakukan dalam bentuk kegiatan sebagai berikut:

1. Penobatan calon sulinggih menjadi sulinggih yang disebut Upacara Diksa.

2. Membangun tempat- tempat pemujaan untuk Sulinggih.

3. Menghaturkan/ memberikan punia pada saat- saat tertentu kepada Sulinggih.

4. Mentaati, menghayati, dan mengamalkan ajaran- ajaran para Sulinggih.

5. Membantu pendidikan agama di dalam menggiatkan pendidikan budi pekerti luhur, membina, dan mengembangkan ajaran agama

Pelaksanaan Panca Yadnya

|.

PANCA YADNYA

3. Pitra Yadnya

Pitra Yadnya, bermakna upacara pengorbanan/persembahan suci yang tulus ikhlas, dilaksanakan dengan tujuan untuk penyucian ( kremasi)bagi manusia yang telah meninggal atau roh leluhur, mengangkat serta menyempurnakan kedudukan arwah leluhur di alam surga, juga sebagai wujud hormat dan bakti atas segala jasanya (Ngaben).

Selain itu, Pitra Yadnya juga bertujuan untuk memperhatikan kepentingan orang tua dengan jalan mewujudkan rasa bakti, memberikan sesuatu yang baik dan layak, menghormati serta merawat hidup di harituanya juga termasuk pelaksanaan Yadnya. Hal tersebut dilaksanakan atas kesadaran bahwa sebagai keturunannya ia telah berhutang kepada orangtuanya (leluhur) seperti:

1. Kita berhutang badan yang disebut dengan istilah Sarirakrit.

2. Kita berhutang budi yang disebut dengan istilah Anadatha.

3. Kita berhutang jiwa yang disebut dengan istilah Pranadatha.

Rsi Yadnya

|.

PANCA YADNYA

4. Manusa Yadnya

Manusa Yadnya, bermakna upacara pengorbanan/persembahan suci yang tulus ikhlas demi kesempurnaan hidup manusia, dari awal terwujudnya jasmani di dalam kandungan sampai akhir kehidupan, dalam pelaksanaannya dapat berupa Upacara Yadnya ataupun selamatan, antara lain adalah:

1. Upacara Nyambutin, guna menyambut bayi yang baru lahir.

2. Upacara Nelubulanin, untuk bayi yang baru berumur 105 hari (3 bulan).

3. Upacara Otonan setelah bayi berumur 6 bulan.

4. Upacara Tutug Kambuhan setelah bayi berumur 42 hari.

5. Upacara perkawinan (Wiwaha) yang disebut dengan istilah Abyakala/ Citra Wiwaha/

Pelaksanaan Pitra Yadnya

|.

PANCA YADNYA

5. Butha Yadnya

Butha Yadnya, bermakna upacara pengorbanan/persembahan suci yang tulus ikhlas, dan juga menjaga keharmonisan kepada Bhuta Kala, makhluk- makhluk yang terlihat (sekala) ataupun yang tak terlihat (niskala), hewan (binatang), tumbuh-tumbuhan, dan berbagai jenis makhluk lain yang merupakan ciptaan Sang Hyang Widhi Wasa. Adapun pelaksanaan upacara Bhuta Yadnya, bertujuan untuk menjaga keseimbangan, kelestarian dan keselarasan antara jagat raya ini dengan diri kita.

Butha Yadnya dilakukan dalam kehidupan sehari-hari melalui kegiatan berikut:

1. Merawat dan memelihara tumbuh-tumbuhan dengan baik

2. Merawat binatang peliharaan dengan baik

3. Menjaga kebersihan lingkungan

4. Menyayangi makhluk lain

Pelaksanaan Manusa Yadnya

PELESTARIAN YADNYA

PELESTARIAN YADNYA

Bagi masyarakat Hindu di Bali, Yadnye merupakan suatu kewajiban untuk dilaksanakan. Menurut salah satu tokoh muda di Bali, Yadnye telah ada sejak dahulu kala, maka tidaklah tepat apabila dikatakan bahwa dengan adanya pariwisata di Bali maka Yadnye akan semakin lestari dan dikenal oleh masyarakat dunia, melainkan justru dengan adanya Yadnye lah maka pariwisata di Bali berkembang pesat.

Kesadaran untuk melestarikan nilai luhur dari adat, tradisi, kesenian, dan keagamaan merupakan upaya yang perlu dihargai. Terlebih lagi, setelah Pulai Bali menjadi tujuan wisata dunia, masyarakat Bali disadarkan akan pentingnya peran serta mereka dalam mempertahankan dan melestarikan budaya apapun yang mereka miliki, salah satunya adalah upacara Yadnye.

Pelaksanaan Butha Yadnya

PENUTUP

PENUTUP

Sikap yang perlu ditanamkan pada generasi muda terhadap nilai budaya tersebut :

Adanya upacara Yadnya menunjukan kekayaan khasanah budaya bangsa Indonesia yang beraneka ragam. Untuk itu, sebagai generasi muda (anak-anak muda Indonesia) harus memiliki sikap saling menghargai dan mencintai kebudayaan yang dimiliki bangsa Indonesia tanpa perlu memandang perbedaan suku, agama dan ras sebagai benteng pemisah satu dengan lainnya.

Manfaat yang diperoleh dari budaya tersebut :

Upacara tradisional merupakan salah satu bentuk ungkapan budaya, yang mengandung nilai-nilai untuk diteladani dan diinternalisasi oleh generasi penerus. Pada hakekatnya sistem nilai merupakan posisi sentral dari struktur budaya suatu masyarakat, dan sistem nilai merupakan fenomena dan problem dasar kehidupan manusia, karena sistem nilai merupakan perangkat struktur dalam kehidupan manusia baik secara individu maupun secara sosial. Nilai yang terkandung dalam upacara Sesaji Yadnya yaitu sikap menghormati leluhur, sikap patuh pada peraturan, serta membangun jiwa kebersamaan dan kerukunan.

Pelestarian Yadnya