Muarajambi

SINOPSIS

Muarajambi

Kawasan Muarajambi merupakan kumpulan sejumlah besar tinggalan arkeologis yang terdiri dari beragam jenis. Secara umum, peninggalan tersebut dapat dikelompokkan menjadi bangunan bata, menapo (gundukan sisa-sisa bangunan bata yang belum diungkap dan dipugar), struktur kolam, struktur kanal, dan temuan lepas

Pengantar

Tujuan:

|.

Kali ini kita akan berkunjung ke propinsi Jambi untuk melihat situs Muarajambi. Apa yang kamu ketahui tentang sejarah situs Muarajambi?

 

Situs Purbakala Kompleks Percandian Muarajambi adalah sebuah kompleks percandian berlatar belakang Buddhisme diduga kuat merupakan peninggalan Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Melayu. Muarajambi dikenal sebagai lokasi penyebaran agama Buddha di Asia Tenggara, bersama Jawa, Thailand, dan Kamboja, maka Muarajambi disebut sebagai permulaan penting peradaban.

Di kawasan ini terdapat kompleks candi peninggalan masa Hindu-Buddha yang dibangun pada abad VII-XIII Masehi. Kawasan tersebut memiliki luas 3981 hektar. Candi-candi yang terdapat di wilayah itu adalah Candi Teluk I, Candi Teluk II, Candi Astano, Candi Tinggi, Candi Gumpung, Candi Gedong, Candi Kedaton, Candi Cina, Menapo Cina, Menapo Pelayangan, Menapo Mukti, dan Menapo Astano. Menapo adalah struktur bata yang sudah tertimbun.

|.

Ada yang tahu dimana tepatnya lokasi Muarajambi?

Peta Titik Koordinat Batas Luar Kawasan Cagar Budaya Muarajambi

Kompleks percandian ini terletak di Kecamatan Muarasebo, Kabupaten Muarajambi, Jambi, Indonesia, tepatnya di tepi Batang Hari, sekitar 26 kilometer arah timur Kota Jambi. Koordinat Selatan 01* 28'32" Timur 103* 40'04". Candi tersebut diperkirakakn berasal dari abad ke-11 M. Candi Muaro Jambi merupakan kompleks candi yang terbesar dan yang paling terawat di pulau Sumatera.

Perhatikanlah keterangan bangunan dan koordinat wilayahnya!

|.

Persebaran Situs di Kawasan Cagar Budaya Muarajambi.

Situs ini memiliki luas sebesar 3981 hektar dengan batas-batas, bagian Utara dibatasi sungai Berembang, Desa Danau Lamo, bagian Timur dibatasi Desa Teluk Jambu dan Desa Dusun Mudo, bagian Selatan dibatasi Desa Kemingking Dalam dan Desa Tebat Patah, sedangkan bagian Barat dibatasi Desa Danau Lamo dan Desa Baru, membentang searah dengan jalur sungai Batang Hari.

Pada Situs ini terdapat 82 candi yang sebagian besar masih berupa gundukan tanah (menapo) yang belum diekskavasi (penggalian arkeologis). Dalam kompleks percandian ini terdapat pula beberapa bangunan lain, diantaranya 11 candi yang dipugar, kanal-kanal kuno, puluhan menapo berupa gundukan tanah berisi bata kuno dan parit-parit melingkar sebagai bekas lokasi bangunan. Dalam kompleks percandian ini terdapat pula beberapa bangunan lain.

Perhatikanlah batas-batas bangunan dan wilayah berikut ini!

ISI

Kira-kira kapan waktu ditemukannya situs Muarajambi? Simaklah penjelasan berikut:

Waktu Berdirinya Muarajambi

 

Di kawasan Muarajambi ini terdapat kompleks candi peninggalan masa Hindu-Buddha yang dibangun pada abad VII-XIII Masehi. Kawasan tersebut memiliki luas 3981 hektar

|.

Candi-candi yang terdapat di wilayah itu adalah Candi Teluk I, Candi Teluk II, Candi Astano, Candi Tinggi, Candi Gumpung, Candi Gedong, Candi Kedaton, Candi Cina, Menapo Cina, Menapo Pelayangan, Menapo Mukti, dan Menapo Astano. Menapo adalah struktur bata yang sudah tertimbun.

|.

Sejarah Situs Muarajambi

Kompleks percandian Muarajambi pertama kali dilaporkan pada tahun 1824 oleh seorang letnan Inggris bernama S.C.Crooke yang melakukan pemetaan daerah aliran sungai untuk kepentingan militer. Tahun 1975, pemerintah Indonesia melakukan pemugaran dipimpin R. Soekmono. Berdasarkan aksara Jawa Kuno pada beberapa lempeng yang ditemukan, pakar Epigrafi Boechari menyimpulkan peninggalan itu berkisar dari abad ke-9-12 Masehi.

|.

Di situs ini baru sembilan bangunan yang telah dipugar dan kesemuanya adalah bercorak Buddhisme. Kesembilan candi tersebut adalah Candi Koto Mahligai, Kedaton, Gedong Satu, Gedong Dua, Gumpung, Tinggi, Telago Rajo, Kembar Batu, dan Candi Astano

|.

Kompleks Candi Muarajambi

Dalam naskah-naskah kuno disebutkan pengaruh ajaran Buddhisme juga mempengaruhi perkembangan Buddhisme di Asia. Disebutkan di Swarnadaipa (Pulau Sumatera, diduga kuat di Muarajambi) terdapat guru Buddhisme Dharmakerti yang melakukan kajian Buddhisme dalam kitab Abhisamaya Alamkara Pradnja Paramita sebagai ajaran pembaharuan Buddhisme di Asia, terutama di Tibet. Praktek ajaran ini sampai saat ini masih digunakan dan dikembangkan oleh penganut Buddhisme

|.

Setelah tahu lokasi Muarajambi, selanjutnya kalian akan mempelajari struktur bangunannya.

Struktur Bangunan Muarajambi

Dari sudut pandang arsitektur, jelas masyarakat setempat waktu itu sekitar kompleks candi Muarajambi telah memiliki kemampuan untuk merancang dan membangun struktur dari batu bata mengikuti filosofi Hindu - Buddha. Teknologi dalam memproduksi blok - bata mulai dari pemilihan bahan, pencetakan , pemanas, dan menerapkan teknik konstruksi,- dianggap sebagai pengetahuan yang unik dan keterampilan dari orang-orang di usia tersebut. Lokasi kelompok

Candi gumpung berada pada 500 meter di kanan mudik sungai Batanghari. Candi Gumpung adalah candi terbesar kedua setelah candi Kedaton. Candi Gumpung tersusun dari bangunan bata dari berbagai bentuk dan ukuran. Kelompok Candi Gumpung dibatasi pagar keliling yang membentuk bujur sangkar yang memiliki ukuran panjang keseluruhan 604,40 meter. Luas keseluruhan areal Candi Gumpung adalah 229,50 m2.

|.

Candi gumpung

Candi gumpung

Lokasi kelompok Candi gumpung berada pada 500 meter di kanan mudik sungai Batanghari. Candi Gumpung adalah candi terbesar kedua setelah candi Kedaton. Candi Gumpung tersusun dari bangunan bata dari berbagai bentuk dan ukuran. Kelompok Candi Gumpung dibatasi pagar keliling yang membentuk bujur sangkar yang memiliki ukuran panjang keseluruhan 604,40 meter. Luas keseluruhan areal Candi Gumpung adalah 229,50 m2.

Candi Gumpung memiliki Candi Perwara (penampil) sebanyak 5 buah, yang belum jelas benar wujudnya, 4 buah gapura dan 2 buah tempat yang diperkirakan bekas kolam. Gumpung berasal dari penamaan sebuah menapo gumpung dari masyarakat sekitar, dalam bahasa melayu berarti papak atau patah atau terpotong diatasnya

|.

Candi Tinggi

Candi Tinggi
Dari kompleks Candi Gumpung ke arah Timur Laut dengan jarak 200 m dapat terlihat sebuah candi lain yang menjulang lebih tinggi. Candi inilah yang disebut Candi Tinggi. Halaman Kompleks Candi Tinggi dikelilingi pagar tembok dengan gapura utama menghadap ke sebelah timur sedangkan gapura lain berada di sisi barat. Candi berukuran 75 x 92 m yang dipagar sejak tahun 1979-1988. Di dalamnya terdapat candi Induk dan 6 Candi Perwara (penampilan). Selain itu terdapat sisi lantai bata di depan candi Induk yang memiliki denah berbentuk bujur sangkar ukuran 16 x 16 m. Setelah di pagar, kini candi Induk memiliki dua teras dan tubuhnya cenderung mengecil ke atas.

|.

Candi Kembar Batu

Candi Kembar Batu

Dikompleks candi Muarojambi ini, terdapat Candi Kembar Batu, letaknya sekitar 250 meter di Tenggara Candi Tinggi yang dibatasi fisik oleh pagar keliling yang berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran yang tidak sama setiap sisinya, namun secara kasar dapat dihitung 64 X 54 meter persegi dan terdapat struktur tiang bangunan yang terbuat dari kayu dan lantai yang terbuat dari batu bata.

|.

Candi Astano

Candi Kembar Batu

Candi Astano berada sekitar 1.250 arah Timur Candi Tinggi. Bangunan candi induk unik, berbeda bentuk dibanding candi-candi lain yang ada di situs Muarajambi. Bentuk bangunan memiliki 12 sisi, menurut penafsiran para ahli, bentuk tersebut merupakan gabungan tiga bangunan yang masing-masing berbeda usianya atau dibangun lebih dari satu kali.

Candi Gedong terdiri dari dua bagian yaitu Gedong 1 dan Gedong 2. Keduanya sangat berdekatan lokasinya. Candi ini terletak 1450 m dari sebelah Timur Candi Kedaton, sama-sama memiliki struktur tangga di sebelah Timur. Candi Gedong 1 sangat unik, bangunannya berbentuk Bujursangkar

|.

Candi Gedong

Apakah kalian pernah melihat peninggalan-peninggalan dari Situs Muarajambi? Lihat penjelasan berikut!
Candi Gedong

Candi Gedong terdiri dari dua bagian yaitu Gedong 1 dan Gedong 2. Keduanya sangat berdekatan lokasinya. Candi ini terletak 1450 m dari sebelah Timur Candi Kedaton, sama-sama memiliki struktur tangga di sebelah Timur. Candi Gedong 1 sangat unik, bangunannya berbentuk Bujursangkar

Di dalam kompleks tersebut tidak hanya terdapat candi tetapi juga ditemukan parit atau kanal kuno buatan manusia, kolam tempat penampungan air serta gundukan tanah yang di dalamnya terdapat struktur bata kuno. Dalam kompleks tersebut minimal terdapat 85 buah menapo yang saat ini masih dimiliki oleh penduduk setempat.

|.

Selain tinggalan yang berupa bangunan, dalam kompleks tersebut juga ditemukan arca Prajnaparamita, Dwarapala, Gajahsimha, Umpak batu, Lumpang/lesung batu. Gong perunggu dengan tulisan Cina, mantra Buddhis yang ditulis pada kertas emas, keramik asing, tembikar, belanga besar dari perunggu, mata uang Cina, manik-manik, bata-bata bertulis, bergambar dan bertanda, fragmen pecahan arca batu, batu mulia serta fragmen besi dan perunggu

|.

Selain candi pada kompleks tersebut juga ditemukan gundukan tanah (gunung kecil) yang juga buatan manusia. Oleh masyarakat setempat gunung kecil tersebut disebut sebagai Bukit Sengalo atau Candi Bukit Perak

|.

Upaya pelestarian Muarajambi dapat dilakukan dengan cara :

Nilai-nilai budaya yang sebaiknya kita jaga dan terus ditumbuhkan yaitu :

Penutup

Sikap apa saja yang perlu terus ditumbuhkan pada generasi muda sekarang ?

Sikap yang perlu ditanamkan pada generasi muda terhadap nilai budaya yang terkandung dalam Muarajambi yaitu:

Manfaat yang diperoleh dari budaya tersebut:

|.

KEPUSTAKAAN