Desa Gunung Merapi Merbabu

PENDAHULUAN

PENDAHULUAN

Gunung Merapi dan Merbabu berdampingan

Gunung Merapi dan Gunung Merbabu merupakan gunung yang berada di wilayah Magelang, Jawa Tengah. Akses ke gunung tersebut bisa melalui Semarang, Yogyakarta, Magelang, ataupun Surakarta dengan menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Di antara kedua gunung tersebut, terdapat beberapa desa yang ditinggali oleh masyarakat. Masyarakat yang mendiami Gunung Merapi tentu berbeda dengan masyarakat yang mendiami Gunung Merbabu, baik dari segi mata pencaharian, hasil bumi, maupun kesenian.

LETAK GEOGRAFIS

LETAK GEOGRAFIS

Gunung Merapi dan Gunung Merbabu merupakan gunung yang berada di wilayah Magelang, Jawa Tengah. Gunung Merapi (ketinggian puncak 2.968 m dpl, per 2006) adalah gunung berapi di bagian tengah Pulau Jawa dan merupakan salah satu gunung api teraktif di Indonesia. Lereng sisi selatan berada dalam administrasi Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan sisanya berada dalam wilayah Provinsi Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Magelang di sisi barat, Kabupaten Boyolali di sisi utara dan timur, serta Kabupaten Klaten di sisi tenggara.

Kawasan hutan di sekitar puncaknya menjadi kawasan Taman Nasional Gunung Merapi sejak tahun 2004. Gunung Merbabu adalah gunung api yang bertipe Strato (lihat Gunung Berapi) yang terletak secara geografis pada 7,5° LS dan 110,4° BT. Secara administratif gunung ini berada di wilayah Kabupaten Magelang di lereng sebelah barat dan Kabupaten Boyolali di lereng sebelah timur dan selatan,Kota Salatiga dan Kabupaten Semarang di lereng sebelah utara, Provinsi Jawa Tengah. Gunung Merbabu mempunyai kawasan Hutan Dipterokarp Bukit, Hutan Dipterokarp Atas, Hutan Montane, dan hutan Ericaceous atau hutan gunung.

 

|.

LETAK GEOGRAFIS

1. Gunung Merapi

Gunung Merapi

Gunung Merapi adalah gunung termuda dalam rangkaian gunung berapi yang mengarah ke selatan dari Gunung Ungaran. Gunung ini terbentuk karena aktivitas di zona subduksi Lempeng Indo-Australia yang bergerak ke bawah Lempeng Eurasia menyebabkan munculnya aktivitas vulkanik di sepanjang bagian tengah Pulau Jawa. Puncak yang sekarang ini tidak ditumbuhi vegetasi karena aktivitas vulkanik tinggi. Gunung Merapi terakhir kali meletus pada tahun 2010 yang menyebabkan hujan abu vulkanik ke segala arah. Efek abu Vulkanik yang paling parah dirasakan di kota Yogyakarta dan sekitarnya sehingga menyebabkan semua aktifitas masyarakat diliburkan agar tidak menimbulkan banyak korban jiwa.

 

|.

LETAK GEOGRAFIS

2. Gunung Merbabu

Gunung Merbabu
Gunung Merbabu terletak di Jawa Tengah dengan ketinggian 3.142M dpl pada puncak Kenteng Songo. Gunung Merbabu berasal dari kata "meru" yang berarti gunung dan "babu" yang berarti wanita. Gunung ini dikenal sebagai gunung tidur meskipun sebenarnya memiliki 5 buah kawah: Kawah Condrodimuko, Kawah Kombang, Kendang, Rebab, dan Kawah Sambernyowo.

Terdapat 2 buah puncak yakni Puncak Syarif (3119m) dan Puncak Kenteng Songo (3142m). Puncak Gunung Merbabu dapat ditempuh dari Cunthel, Thekelan, (Kopeng / Salatiga) Wekas (Kaponan / Magelang) atau dari selo (Boyolali). Perjalanan akan sangat menarik bila berangkat dari jalur Utara (Wekas, Cunthel, Thekelan) turun kembali lewat jalur selatan (Selo).

|.

3. Wilayah Desa Gunung Merapi Merbabu

Peta Wilayah Desa Gunung Merapi Merbabu

Wilayah desa yang berada di sekitar lereng Gunung Merapi dan Merbabu terdiri dari:

KARAKTERISTIK

KARAKTERISTIK DESA GUNUNG MERAPI DAN DESA GUNUNG MERBABU

1. Masyarakat Desa Gunung dan Merapi Merbabu

Masyarakat Gunung Merapi
Masyarakat Gunung Merbabu

Masyarakat Desa Gunung Merapi cenderung lebih memiliki rasa kebersamaan yang tinggi dalam hal bergotong royong membantu membangun rumah sesama masyarakatat. Akan tetapi, masyarakat di Desa Gunung Merbabu hanya membantu masyarakat yang sedang membangun rumah jika berhubungan saudara saja.

 

|.

KARAKTERISTIK DESA GUNUNG MERAPI DAN DESA GUNUNG MERBABU

2. Mata Pencaharian

Masyarakat Gunung Merapi
Masyarakat Gunung Merbabu

Mata pencaharian masyarakat Desa Gunung Merapi mayoritas adalah petani. Tumbuhan yang ditanam berupa padi dan sayur-sayuran. Sedangkan mata pencaharian masyarakat Desa Gunung Merbabu mayoritas adalah pedagang karena lahan yang ada di daerah Desa Gunung Merbabu tidak sesubur lahan yang ada di daerah Desa Gunung Merapi.

 

|.

KARAKTERISTIK DESA GUNUNG MERAPI DAN DESA GUNUNG MERBABU

3. Hasil Bumi

hasil bumi masyarakat Gunung Merapi

Hasil bumi masyarakat Desa Gunung Merapi berupa padi dan sayur-sayuran cenderung melimpah dibandingkan dengan hasil bumi masyarakat Desa Gunung merbabu. Hal ini disebabkan struktur tanah di Desa Gunung Merapi cenderung lebih subur akibat letusan-letusan Gunung Merapi yang masih aktif hingga sekarang.

 

|.

KARAKTERISTIK DESA GUNUNG MERAPI DAN DESA GUNUNG MERBABU

4. Kesenian

Kesenian Gunung Merapi
kesenian Gunung Merbabu

Kesenian masyarakat desa Gunung Merapi lebih banyak gerakan, warna warni kostum lebih mencolok dan berani dibandingkan dengan Desa Gunung Merbabu yang lebih tenang. Tarian yang ada di Desa Gunung Merapi bernama Cakar Lele sedangkan di Desa Gunung Merbabu bernama Jandilan.

 

WISATA

WISATA

1. Desa Wisata Kopeng

Taman Wisata Kopeng di Desa Gunung Merbabu

Desa wisata Kopeng berada di lereng Gunung Merbabu, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Letak geografisnya tepat berada di lereng Gunung Merbabu, Gunung Telemoyo dan Gunung Andong dan berada di ketinggian 1450 m dari permukaan laut. Desa ini memiliki berbagai wahana wisata, diantaranya: wisata pegunungan, bumi perkemahan, memetik stroberi, pembibitan bunga dan sayuran (wortel, kol, kentang dan sawi), berkuda, berbagai kerajinan, kebudayaan dan kuliner.

|.

WISATA

2. Air Terjun Umbul Songo

Umbul Songo berasal dari Bahasa Jawa yang berarti sembilan mata air. Wisata air terjun Umbul Songo merupakan mata air yang ditemukan oleh para wali dari jaman kerajaan Demak yang digunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari terutama dalam bersuci untuk melakukan ibadah. Permohonan para wali dikabulkan dan keluarlah mata air yang debitnya sangat besar yang dinamakan Umbul Songo. Umbul Songo ini terdiri dari sumber mata air di sekitar Tekelan, Contre, Tayengan, Selodhuwur dan Kopeng. Agar lengkap berjumlah Sembilan.

Air Terjun Umbul Songo

PENUTUP

PENUTUP

Sikap yang perlu ditanamkan pada generasi muda terhadap nilai budaya tersebut: Desa-desa di Gunung Merapi dan Merbabu merupakan wilayah yang memiliki tanah yang subur, masyarakat yang bergotong royong, kesenian yang beragam, serta kawasan wisata yang menarik untuk dikunjungi. Hal ini memperkaya ungkapan budaya Indonesia dari segala aspek, baik alam, masyarakat, seni budaya, maupun pariwisata.

Manfaat yang diperoleh dari budaya tersebut :

Nilai-nilai budaya dan gotong royong yang dimiliki oleh masyarakat desa-desa Gunung Merapi dan Merbabu sangat tinggi, patut untuk dicontoh dan dilestarikan. Pemanfaatan pengelolaan alam yang sangat tepat guna, gotong royong antar sesama masyarakat yang sangat erat, kesenian yang beragam, serta objek wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi merupakan hal-hal yang mendukung keberlanjutan desa-desa di kaki Gunung Merapi dan Merbabu menjadi ungkapan budaya Indonesia.

Gunung Merapi
Gunung Merapi