Dalang Jemblung

PENDAHULUAN

PENDAHULUAN

Pementasan Dalang Jemblung Banyumasan

Jika dilihat dari bahasa, kata “jemblung” berasal dari kata “gemblung” yang artinya gila. Konon, kata ini digunakan untuk pertama kalinya pada zaman pemerintahan Raja Amangkurat Arum dari Kerajaan Plered. Di zaman itu, hidup seorang dalang aristokrat bernama Ki Lebdojiwo. Dalang Jemblung merupakan jenis kesenian rakyat yang berbentuk teater tutur yang terdapat di daerah Banyumas. Pementasan Dalang Jemblung sampai saat ini masih digemari oleh masyarakat, terutama masyarakat di pedesaan di Banyumas. Pertunjukan Dalang Jemblung bukan saja berfungsi sebagai hiburan melainkan juga memberikan pendidikan dan ajaran moral dalam kehidupan sehari-hari.

Dalang jemblung merupakan teater tutur yang beraliran Banyumasan, tidak diiringi peralatan musik tradisional melainkan menggunakan suara sendiri sebagai “musik” pengiring. Pemain Dalam Jemblung bukan saja (dengan vokal/suaranya) bermain sebagai tokoh dalam cerita, tetapi juga sebagai “alat musik” bagi yang pria dan sebagai “waranggana” (pesinden, penyanyi) bagi wanita. Salah seorang pemain menjadi dalang dan sekaligus juga bermain sebagai tokoh dalam cerita.

ASAL USUL

ASAL USUL

Peta Purbalingga

Diceritakan dalam sejarah, dalang jemblung berasal dari riwayat cerita babat kerajaan majapahit dan kerajaan di pulau jawa. Dalang jemblung ini berfungsi untuk memberi pementasan yang mempunyai nilai positif. Asal usul kesenian ini berasal dari dalang mocokondo, dalang mocokondo berasal dari daerah purbalingga, sukaraja, desa jumpoh.

Dalang jemblung adalah versi pertunjukan dalang (wayang) yang dipermudah dan yang tidak menggunakan wayang sebagai media ceritanya. Pertunjukan ini terdiri dari dialog cerita pewayangan.

|.

Pementasan Dalang Jemblung Acara HUT SRMB

Kata Jemblung merupakan singkatan dari bahasa Jawa Jenjem – Jenjeme (Tentram – tentramnya) wong gemblung (orang gila). Layaknya orang gila yang tetap berbicara meski seorang diri, maka kesenian tradisional mendongeng ini dinamakan Jemblung.

Dalang Jemblung merupakan jenis kesenian rakyat yang berbentuk teater tutur yang terdapat di daerah Banyumas. Di daerah Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur terdapat suatu tradisi mengadakan kegiatan “macapatan”, yaitu membaca atau menyampaikan “sastra lisan” dalam bentuk “tembang” (nyanyian). Dalam perkembangannya “macapat” ini berubah menjadi “Maca kanda”, yaitu menyampaikan/membaca sastra lisan yang berbentuk prosa, cerita.

TOKOH DALAM CERITA

TOKOH DALAM CERITA

Empat Pemain Dalang Jemblung

Pementasan Dalang Jemblung terdiri dari empat orang pemain. Terdiri dari satu orang dalang sebagai juru bicara, dua orang peraga dan satu orang wanita sebagai pesinden (paranggono). Bentuk pementasan Dalang Jemblung sangat sederhana dan dilakukan di dalam rumah. Para pemain empat orang (tiga pria, satu wanita) duduk berkeliling, di tengahnya terdapat sebuah meja kecil pendek dilengkapi “kudhi” yaitu semacam pisau khas Banyumas.

Fungsi kudhi sebagai peralatan untuk membantu pelaksanaan pementasan, digunakan sebagai senjata apabila ada adegan perang, sekaligus juga sebagai “cempala” dalam pementasan Wayang Kulit atau sebagai “keprak”. Pakaian yang digunakan para pemain adalah pakaian daerah Banyumas, terdiri dari belangkon atau iket, jas tutup atau surjan, kain batik dan menggunakan“selop” (sandal).

|.

Suasana Pementasan Dalang Jemblung

Dalang jemblung merupakan teater tutur yang paling “murni” dan paling sederhana, yang semua ungkapannya dilakukan dengan media kata yang paling esensial, ialah suara. Dengan kemampuan suaranya para pemain dapat menggambarkan suasana cerita, kejadian dalam cerita dan dapat menggambarkan berbagai tokoh dan berbagai watak yang dimainkan.

Cerita yang dihidangkan berasal dari cerita pewayangan, tetapi sering mengambil cerita Wayang Menak atau Golek Menak, yang sering disebut Babat Menak (Serat Menak). Ceritanya banyak menyangkut masalah penyebaran agama islam antara lain cerita “Wong Agung Menak”.

|.

Dalang Jemblung dengan tokoh Punakawan

isi slideCerita Serat Menak sering dimainkan oleh Wayang Golek Menak atau dimainkan oleh Wayang Tengul. Ceritanya dengan tokoh-tokoh yang terkenal: Amir Hamzah dan Omar Maya. Sedangkan dalam Dalang Jemblung tokoh yang terkenal tersebut Umarmaya dan Umarmadi.

Cerita yang pada kesenian dalang jemblung berasal dari sastra lisan yang oleh masyarakat lingkungannya sudah sangat dikenal. Para pemain secara improvisasi memainkan tokoh-tokoh dalam cerita yang sudah dipahami oleh masyarakat . Secara turun temurun mereka sudah mengikuti pendahulunya dalam membawakan isi cerita. Cerita yang disampaikan tak lupa selalu diungkapkan dalam gaya yang menarik dan penuh humor. Tokoh “punakawan” selalu memeriahkan suasana pementasan. Meskipun hanya dengan suara/vokal, pertunjukan sangat menarik karena para pemainnya sangat pandai membawakan pertunjukan tersebut. Tidak membosankan, penuh variasi dan tak lupa diselingi humor yang menjadi kegemaran para penonton, terutama humor khas Banyumasan, dengan dialek khas Banyumas.

|.

Saresahan Sejarah dan Budaya Kebumen

Dalang Jemblung sampai saat ini masih digemari oleh masyarakat, terutama masyarakat di pedesaan di Banyumas. Pertunjukan Dalam Jemblung bukan saja berfungsi sebagai hiburan melainkan juga memberikan pendidikan dan ajaran moral dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan dan kritik sering dilontarkan dalam pertunjukan, namun sangat efektif karena disampaikan lewat sindiran yang mengena atau lewat banyolan yang segar.

PEMENTASAN

PEMENTASAN

Ungkapan Budaya Dalang Jemblung

Pertunjukan Dalang Jemblung umumnya selalu ditanggap atau dipesan oleh seseorang yang memerlukan hiburan ketika akan melakukan hajatan. Pementasan Dalang Jemblung banyak dipilih, daripada wayang, karena bentuknya yang sederhana, murah dan mudah.

Pertunjukan Dalang Jemblung dapat dilaksanakan dengan cara duduk bersila dan hanya menghadapi sebuah meja kecil-pendek. Apabila ada orang yang kurang mampu namun ingin Dalang Jemblung dipentaskan pada saat hajatannya maka bisa dilakukan dengan menggunakan dua orang pemain atau bisa satu orang saja.

PENUTUP

PENUTUP

Sikap yang perlu ditanamkan pada generasi muda terhadap nilai budaya tersebut: Penanaman kesenian bagi generasi muda sangat penting dilakukan karena Dalang Jemblung mempunyai makna kesederhanaan dan nilai nilai yang positif yang harus dilestasrikan pada generasi muda.

Manfaat yang diperoleh dari budaya tersebut :

Dalang jemblung berisikan tentang petuah petuah kebudayaan yang sangat postitif. Mulai dari berperilaku yang baik dan mengajarkan kehidupan sehari hari.

KEPUSTAKAAN/LINK :