Benteng Vredeburg

SINOPSIS

SINOPSIS

Benteng vredeburg

Pada tahun 1760 atas permintaan Belanda, Sultan HB I membangun sebuah benteng yang sederhana berbentuk bujur sangkar. Pada tahun 1765, Gubernur Nicholas Harting mengusulkan agar benteng diperkuat lebih permanen agar menjamin keamanan. Setelah selesai, bangunan benteng yang disempurnakan diberi nama Rusterburg yang berarti benteng peristirahatan. Pada tahun 1867 di Yogyakarta terjadi gempa bumi sehingga Benteng Vredeburg mengalami kerusakan. Setelah diadakan pembenahan, nama Rusterburg diganti menjadi Vredeburg yang berarti benteng perdamaian.

 

PENGANTAR

Kali ini kita akan membahas tentang Benteng Vredeburg
Benteng vredeburg

Tujuan:

Setelah membaca topik benteng vredeburg ini diharapkan dapat: • Mengerti nilai sejarah yang menjadi tonggak kebudayaan Indonesia • Mengetahui nilai-nilai Pengetahuan, pendidikan dan agama • Melestarikan dan menjaga aset sejarah cagar budaya Indonesia • Meningkatkan kebanggaan dan kecintaan terhadap cagar budaya bangsa

 

|.

Tahukah kalian tentang keistimewaan Benteng Vredeburg ? Benteng Vredeburg mempunyai rancangan yang unik berdenah bujursangkar dilengkapi dengan empat bastion berbentuk mata panah (arrow head) di sudut-sudutnya. Benteng ini berperan penting sebagai bukti sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia, dan pernah dipergunakan sebagai Akademi Militer Indonesia setelah tahun 1948.

Benteng Vredeburg

Denah Benteng Vredeburg

Foto Denah Benteng Vredeburg Benteng Vredeburg mempunyai rancangan yang unik berdenah bujursangkar dilengkapi dengan empat bastion berbentuk mata panah (arrow head) di sudut-sudutnya. Benteng ini berperan penting sebagai bukti sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia, dan pernah dipergunakan sebagai Akademi Militer Indonesia setelah tahun 1948.

 

|.

Ada yang tahu dimana tepatnya lokasi Benteng Vredeburg ?

Lokasi

Benteng Vredeburg terletak ditengah kota Yogyakarta dengan alamat sbb :

 

|.

Kondisi Benteng Vredeburg Saat ini

Benteng Vredeburg dengan gaya arsitektur bangunan indis (campuran budaya Jawa dengan budaya Belanda). Benteng dengan bahan utamanya adalah batu bata merupakan sebuah kawasan bangunan benteng lama yang memiliki koleksi bangunan, yaitu selokan atau parit, jembatan, tembok/benteng, pintu gerbang, bangunan-bangunan dibagian tengah. Sedangkan koleksi museum Benteng Vredeburg yang dibagi dalam empat diorama, terdiri dari Koleksi Realia (peralatan rumah tangga, senjata, naskah, pakaian, dll), Koleksi foto, miniatur, replika, lukisan, dan benda hasil isnalisasi lainnya dan Koleksi adegan peristiwa sejarah dalam bentuk minirama.

 

ISI

Latar Belakang Sejarah

Benteng Vredeburg

Pada tahun 1760 atas permintaan Belanda, Sultan HB I membangun sebuah benteng yang sederhana berbentuk bujur sangkar. Pada tahun 1765, Gubernur Nicholas Harting mengusulkan agar benteng diperkuat lebih permanen agar menjamin keamanan. Setelah selesai, bangunan benteng yang disempurnakan diberi nama Rusterburg yang berarti benteng peristirahatan. Pada tahun 1867 di Yogyakarta terjadi gempa bumi sehingga Benteng Vesterburg mengalami kerusakan. Setelah diadakan pembenahan, nama Rusterburg diganti menjadi Vredeburg yang berarti benteng perdamaian.

 

|.

Kronologis kepemilikan dan fungsi bangunan Benteng Vredeburg

Priode Tahun 1760-1765

Pada awal dibangun tahun 1760 status tanah Benteng Vredeburg milik kasultanan, tetapi penggunaannya dihibahkan kepada belanda (VOC) dibawah pengawasan Nicolaas harting, Gubernur dari Direktur Pantai Utara Jawa

|.

Kronologis kepemilikan dan fungsi bangunan Benteng Vredeburg

Tahun 1765-1788 - Secara yuridis formal : status tanah Benteng Vredeburg tetap milik kasultanan. - Secara de facto : penguasaan benteng dan tanahnya dipegang oleh Belanda. Pada tahun 1967, atas usul Gubernur W.H. Van Ossenberg, benteng ini disempurnakan. Periode ini merupakan periode penyempurnaan benteng ke bentuk benteng pertahanan

 

|.

Kronologis kepemilikan dan fungsi bangunan Benteng Vredeburg

Priode Tahun 1788-1799 - secara yuridis formal, status benteng tetap milik Kasultanan, - secara de facto, status benteng dikuasai oleh Belanda. Periode ini benteng dimanfaatkan secara sempurna oleh Belanda (VOC). Bangkrutnya VOC tahun 1799 menyebabkan penguasaan benteng diambil alih oleh Bataafsche Republic (pemerintah Belanda) dan secara de facto benteng dibawah kekuasaan pemerintah Belanda

 

|.

Kronologis kepemilikan dan fungsi bangunan Benteng Vredeburg

Priode Tahun 1799-1807.

 

|.

Kronologis kepemilikan dan fungsi bangunan Benteng Vredeburg Priode Tahun 1807-1811

Pada periode ini pengelolaan benteng diambil alih oleh Koninklijk Holland (Kerajaan belanda).

 

|.

Kronologis kepemilikan dan fungsi bangunan Benteng Vredeburg

Priode Tahun 1811-1816

Ketika Inggris berkuasa di Indonesia 1811-1816 untuk sementara benteng dikuasai Inggris dibawah Gubernur Jenderal Rafles. Namun dalam waktu singkat, Belanda dapat mengambil alih, secara yuridis formal tetap milik Kasultanan

 

|.

Kronologis kepemilikan dan fungsi bangunan Benteng Vredeburg

Priode Tahun 1816-1942

Status tanah benteng tetap milik Kasultanan, secara de facto dalam kekuasaan Kerajaan Belanda. Karena kuatnya pengaruh Belanda, maka pihak Kasultanan tidak dapat berbuat banyak dalam mengatasi masalah penguasaan Benteng Vredeburg. Sampai akhirnya benteng dikuasai tentara Jepang tahun 1942 setelah penyerahan Belanda kepada Jepang tahun 1942

 

|.

Status Hukum dan Kepemilikan

Status Hukum :

Kepemilikan/ Pengelola:

Kepala Museum Benteng Vredeburg atas nama Kemendikbud RI

|.

Denah Benteng Vredeburg

KODE

FUNGSI SEKARANG

FUNGSI DULU

A1

Jembatan dan kolam utama barat

Jalan masuk dari arah barat dan parit pertahanan  sisi barat

A2

Jembatan dan kolam timur

Jalan masuk dari arah timur dan parit pertahanan sisi timur

A3

Kolam selatan

Parit pertahanan sisi selatan

B1

Gerbang sebelah barat

Bangunan gerbang utama sebelah barat

B2

Gerbang sebelah timur

Bangunan gerbang timur

B3

Gerbang selatan

Bangunan gerbang selatan

C1

Ruang tamu VIP

Bangunan sel tahanan khusus

C2

Ruang Bimbingan

Bangunan kantor administrasi

D Lt 1

Kafe

Bangunan barak prajurit barat

D Lt.2

Ruang Pertemuan

Bangunan barak prajurit barat

E

Ruang Pameran Temporer & Tetap Diorama III

Bangunan barak prajurit utara

F

Ruang Audio Visual & Perkantoran

Bangunan Fasilitas Umum (Hospital)

G

Ruang Auditorium & Pameran Tetap Diorama III

Bangunan pertemuan / militaire societet hall

H dan H1

Guest House

Paviliun

I

Storage Koleksi

Gudang Mesiu

J

Perpustakaan dan Dokumentasi

Gudang perlengkapan non militer / logistic

K1

Storage Koleksi

Dapur sebelah utara

K2

Kafe

Dapur sebelah selatan

L1

Ruang PPPK, Gudang, Mushola

Bangunan untuk tahanan  / sel

L2

Ruang Gudang

Kamar mandi sebelah timur

L3

Ruang Gudang

Kamar mandi sebelah selatan

M1

Ruang Pameran Tetap Diorama II

Bangunan perumahan perwira sebelah utara (I)

M2

Ruang Pameran Tetap Diorama II

Bangunan perumahan perwira sebelah utara (II)

M3

Ruang Pameran Tetap Diorama I

Bangunan perumahan perwira sebelah selatan (I)

M4

Ruang Perkantoran

Bangunan perumahan perwira sebelah selatan (II)

M5

Kamar Mandi

Bangunan Kamar Mandi, Dapur, WC, bagi penghuni M4, dan kamar mandi umum  (selatan)

N1

Ruang Perawatan dan Dokumentasi

Gudang senjata ringan dan barak prajurit

N2

Ruang Kantor Pengkajian dan Perawatan, dan Fumigasi

Gudang senjata berat  (meriam)

O1

Anjungan barat laut

Anjungan pertahanan sebelah barat laut

O2

Anjungan barat daya

Anjungan pertahanan sebelah barat daya

O3

Anjungan tenggara

Anjungan pertahanan sebelah tenggara

P

Tanah lapang (open space depan gerbang timur)

Bangunan Utama (VIP Guest house)

Q

Bengkel Preparasi

Bangunan garasi

R

Tempat parkir karyawan

Bangunan istal (kandang kuda), dapur, dll

S

Sumur

Bangunan Kamar mandi dan tempat sepeda

|.

Benteng Vraderburg memiliki nilai-nilai budaya berupa akulturasi yang tercermin pada gaya bangunannya. Rancangan bangunan juga unik karena dilengkapi bastion berbetuk mata panah.

A. Memiliki arti khusus bagi :

1. Sejarah Benteng ini dibangun oleh Kesultanan Yogyakarta pada masa Sultan Hamengkubuwono I yang menggunakan rancangan VOC sebagai konsekuensi dari Perjanjian Giyanti.

2. Ilmu Pengetahuan Benteng Vredeburg beridiri sejak tahun 1970 tentunya bayak menyimpan perisitwa-peristiwapenting yang layak diketahui masyarakat baik dalam segi sejarah, kebudayaan,maupun dalam kehidupan bermasyarkat.

3. Pendidikan Nilai pendidikan yang dapat di ambil dalam sebuah bangunan dapat dilihat dari tata bangunan Beneng Vredeburg seperti tata letak ruangan yang berhubungan satu sama lain dan saling berkaitan.

4. Kebudayaan Unsur budaya pada Benteng Vredeburg dapat dilihat dari unsur-unsur pada bangunan yang masih menggunakan gaya dari budaya indonesia asli tentunya budaya jawa khususnya walaupun sebagian besar gaya bangunan bergaya kolonial.

 

B. Memiliki nilai budaya bagi penguatan kepribadian bangsa, karena mampu menunjukkan peran penting bangsa Indonesia dalam percaturan dunia, baik dalam bidang perdagangan, keagamaan, maupun politik pada masa itu

Penutup

Penutup

Benteng vredeburg

Sikap yang perlu ditanamkan pada generasi muda terhadap nilai budaya yang terkandung dalam Benteng Vredeburg yaitu:

Manfaat yang diperoleh dari budaya tersebut: