• Sinopsis


    SLIDER

    Randai merupakan kesenian khas Minangkabau berupa aksi teater/ sandiwara dengan beberapa unsur seni. Unsur seni yang terkandung dalam kesenian Randai adalah seni drama, seni suara, seni tari, dan seni musik. Sumber cerita dalam Randai berasal dari kaba/cerita rakyat dengan tema budi,pekerti, malu, susila, pendidikan dan menanamkan kesadaran berbangsa.

  • Pendahuluan

    SLIDER
    Pertunjukan Randai oleh kelompok Talago Parayunan
    Sumber: https://bujangkatapel.wordpress.com/

    Indonesia sebagai negara kepulauan terdiri dari berbagai suku bangsa dengan adat dan budaya yang beraneka ragam. Indonesia mempunyai beraneka macam kesenian drama teatrikal/sandiwara, salah satunya adalah Randai. Randai merupakan kesenian teatrikal yang berasal dari Minangkabau, provinsi Sumatera Barat.

    Randai merupakan kesenian yang komplek karena terdiri dari beberapa unsur seni yaitu seni teater/ sastra, seni musik tradisional, seni tari dan juga seni beladiri silat atau bisa disebut dengan silek di daerah Minangkabau.

  • Indikator

    Tujuan Pembelajaran:


    Setelah mempelajari materi ini Anda diharapkan dapat menjelaskan tentang kesenian randai:

      1. Menjelaskan tentang definisi randai
      2. Menjelaskan asal kesenian randai
      3. Menjelaskan unsur kesenian randai
      4. Menjelaskan cerita dalam randai
  • Pengertian


    SLIDER
    Pementasan Randai
    Sumber: http://www.kabaranah.com/

    Randhai merupakan kata sebutan untuk pertunjukan yang meliputi beberapa unsur diantaranya teater, musik, tari dan silek yang dimainkan secara berkelompok di daerah Minangkabau, dan dilaksanakan dalam bentuk teater arena (pertunjukan arena) dan melingkar.

    Pada umumnya, satu kelompok randai akan diisi oleh 14 hingga 25 orang. Anggota randai biasanya disebut dengan anak randai dan berasal dari kalangan pengrajin, pedagang atau pun petani di daerah setempat.

    Sumber ceritanya adalah kaba/cerita rakyat yang bertemakan budi pekerti, malu, susila, pendidikan dan menanamkan kesadaran berbangsa. Kaba merupakan jenis prosa berirama sastra Minangkabau tradisional yang bersifat menceritakan dan ditampilkan dengan didendangkan. Kaba dikisahkan secara turun temurun sehingga muncul berbagai variasi dan versi.

    Randai disebut kesenian khas Minangkabau karena hanya Minangkabau saja yang memiliki kesenian ini. Di daerah lain tidak dikenal kesenian Randai. Jika ada di daerah lain, tentu saja nama dan seni pertunjukannya akan berbeda pula.

  • Asal Usul


    Pada zaman dulu, randai menjadi salah satu sarana untuk membantu komunikasi pesan penting untuk masyarakat dan penduduk Minangkabau setempat. Randai sendiri berasal dari sebuah kata yaitu merandai/malinka yang mempunyai arti membentuk lingkaran. Makna lain dari kata randai adalah ber(h)andai yang artinya berkeinginan, bertutur dengan menggunakan kalimat-kalimat kiasan atau kata-kata yang samar (Ediruslan Pe Amanriza dan Hasan Junus, 1993: 111).

    Pada masanya Semua pemeran dalam teater Randai adalah laki-laki. Bila ada tokoh perempuan dalam cerita, maka akan dimainkan oleh laki-laki. Pemeran tokoh wanita dipilih menurut bentuk fisik. Pemeran tokoh wanita haruslah terlihat catik ketika memerankan tokoh tersebut. Laki-laki yang memerankan tokoh wanita bukanlah waria, pada saat berdialogpun tidak merubah suaranya menjadi suara perempuan, tapi kostum dan riasnya adalah perempuan. Pemeran tokoh perempuan biasanya menjadi primadona dalam pertunjukan Randai, namun pada perkembangannya Randai dapat dimainkan oleh segala kalangan.

    Sumber cerita atau kisah yang diangkat adalah kaba/cerita rakyat yang lama hidup dalam masyarakat Minang yang bertemakan budi pekerti, malu, susila, pendidikan dan menanamkan kesadaran berbangsa. Salah satu Kaba yang terkenal adalah Kaba Anggun Nan Tonga Magek Jabang yang dianggap sebagai puncak dari semua kaba.

    Asal dan Perkembangan Kesenian Randai


    Pertunjukan randai berkembang dengan baik di daerah Luhak limapuluh Koto. Di wilayah ini tradisi bakaba berkembang secara luas dan tertanam dalam kehidupan masyarakat. Dari Luhak Limapuluh Koto inilah randai berkembang dan menyebar ke daerah lain di Sumatera Barat. Bahkan hingga ke Jambi dan Riau.

  • Unsur Kesenian Randai

    • 1
    • 2
    • 3
    • 4
    • 5
    • 6
    • SLIDER
      Pementasan Randai
      Sumber: http://dunia-blajar.blogspot.co.id/

      Unsur Tari

      Unsur tari, yang berfungsi sebagai pelengkap nyanyian yang didendangkan gerak-geriknya selaras dengan alunan bunyi dan gerak tarinya diambil dari gerakan seni beladiri silat silat atau bisa disebut dengan silek di daerah Minangkabau.

    • Unsur Dendang

      Unsur dendang, dinyanyikan dalam beberapa adegan untuk menyambung cerita yang terpotong. Dendang berfungsi sebagai pengatur cerita dan untuk menyambung cerita yang terpotong (terdiri dari lima legaran). Sesudah lima legaran, dendang masuk kegiatan yaitu:

      1. Untuk persembahan.

      2. Mengatur adegan

      3. Penyampaian cerita

      4. Pembentuk cerita

      5. Penutup cerita

    • Unsur Seni Suara

      Unsur seni suara, dibawakan dalam setiap adegan dalam Randai, dimainkan dengan beberapa orang lakon yaitu 12 sampai 20 orang.

    • Unsur Sastra

      Unsur sastra: berupa cerita yang dibawakan dalam randai, bersumber dari kaba atau cerita rakyat Minangkabau, disampaikan dalam bahasa Minangkabau. Cerita dalam pertunjukan randai memegang peranan penting karena cerita merupakan inti pertunjukan, sehingga unsur-unsur lain dalam pertunjukan randai menyesuaikan dengan jalan cerita yang ada. Semua gerakan randai dituntun oleh aba-aba salah seorang di antaranya, yang disebut dengan janang.

    • Unsur Kerawitan (Musik Tradisional)

      Unsur kerawitan (Musik tradisional) yang melengkapi permainan randai, alat musik yang sering digunakan adalah: (Saluang, Talempong dan Pupuik batang padi).

      SLIDER
      Saluang, Talempong, Pupuik Batang Padi
      Sumber : Saluang: plus.google.com; talempong: tlamp.ikhsan.me; pupuik batang padi: ejournal.unp.ac.id
      a. Saluang adalah alat musik yang ditiup untuk memainkannya dan terbuat dari bambu tipis atau talang, hampir mirip seperti seluring tetapi lebih sederhana pembuatannya, cukup dengan melubangi talang dengan empat lubang. Panjang saluang kira-kira 40-60 cm, dengan diameter 3-4 cm.
      b. Talempong adalah seperangkat alat musik yang terdiri dari beberapa gong kecil. Alat musik tradisional ini, bentuknya sama dengan bonang khas Jawa dalam perangkat gamelan. Talempong terbuat dari kuningan dan ada juga yang terbuat dari kayu dan batu. Tetapi saat ini Talempong banyak yang terbuat dari kuningan. Cara memainkannya dipukul.
      c. Pupuik batang padi merupakan alat musik tiup yang sesuai namanya terbuat dari batang padi yang sudah tua dan berbuku. Cara membuatnya pun cukup simpel dan sederhana. hanya bermodalkan batang padi yang sudah tua. di pangkal buku batang padi dipecah dengan hati-hati. ditambahkan aksesoris gulungan daun pandan atau daun kelapa supaya membentuk corong terompet. Lengkingan pupuik (puput) batang padi yang telah ditambahkan gulungan daun pandan atau kelapa tadi akan meghasilkan bunyi atau lengkingan yang cukup kuat.
    • Pementasan


      Pementasan kesenian Randai biasanya diselenggarakan oleh sebuah kepanitiaan. Susunan kepanitaan kesenian Randai antara lain:

      a. Penghulu, bertugas sebagai pelindung

      b. Pangkatuo, yaitu ketua kelompok

      c. Guru Tuo Silek, bertugas memimpin dan menangani urusan silat

      d. Guru Tuo Dendang, bertugas menjadi pelatih dendang

      e. Anak Randai, para pemai Randai yang terdiri dari Pambalok Galombang, pambalok Gurindam, Pambalok Curito, dan pemain musik.


      Kesenian Randai biasanya digelar setelah panen atau dalam peringatan peristiwa-peristiwa tertentu. Kesenian Randai melengkapi kebudayaan Minangkabau yang terkenal dengan sistem matrilinial dan tradisi merantau. Bentuk lingkaran dalam pertunjukan kesenian Randai merupakan simbol filosofis yang mengandung makna tentang persatuan, keterbukaan, dan perpaduan antara manusia dengan lingkaran atau alur kosmos.

  • Alur Cerita Dalam Randai

    Dalam pertunjukan randai, cerita-cerita dikisahkan secara periodik dengan alur maju, dimana cerita dibagi menjadi beberapa bagian, setiap bagian terbagi atas beberapa adegan/ legaran dan setiap adegan menampilkan dialog-dialog antar pelaku. Dialog tersebut diselipi dengan nasihat, kritik sosial, dan humor. Diantara adegan tersebut di tampilkan dendang dengan diiringi tari.


    1. Dendang, nyanyian atau Simaratang: Pada mulanya alur cerita dalam randai dilakukan lewat nyanyian, sajak, yang berfungsi untuk menceritakan isi cerita yang akan ditampilkan.
    2. Dayang Dayni/gurindam persembahan: setelah selesai Simaratang lalu mereka duduk jengkang dalam lingkaran, lalu terdengar suara gurindam bersahut-sahutan. Gurindam persembahan (Dayang Dayni) dalam randai merupakan persembahan sebagai salam kepada penonton dan pertanda randai di mulai. Merupakan salam anak randai dalam gelombang. Gelombang Pemain berdiri dalam posisi pitunggua serong (sikap pasang kuda-kuda). Setelah lingkaran terbentuk, maka adegan randai siap dimainkan. Para pemain menari di sekeliling lingkaran sambil bernyanyi dan bertepuk ke tengah lingkaran serta memukul pisak kaki celana dengan kuat.
    3. 3. Titik puncak terjadinya klimaks randai adalah pada saat adegan konflik antara tokoh yang membawa kebenaran dengan tokoh yang menentang kebenaran. Adekan selanjutnya adalah bagian penyelesaian.
    4. Simarantang tinggi/gurindam penutup: Dendang yang disampaikan untuk menutup cerita. Alur cerita tersebut tertata secara teratur mulai dari awal sampai akhir sehingga penonton dapat lebih mudah memahami pesan atau makna yang mendalam dalam setiap bagiannya.
  • Penutup

    Sebagai generasi muda bangsa Indonesia wajib bangga mempunyai bermacam-macam suku adat istiadat, budaya dan seni yang kaya dan beragam, termasuk Randai yang merupakan salah satu kesenian yang khas dari Minangkabau yang mengandung nilai-nilai filosofis yang tinggi yang dapat dijadikan pedoman atau panutan dalam kehidupan bermasyarakat. Sehingga Kesenian Randai ini harus dijaga dan dilestarikan.

    Cerita-cerita dalam randai selain memberikan hiburan juga mempunyai pendidikan karakter yang sarat makna, seperti kebajikan dapat dijadikan panutan atau contoh.

    Pada saat pra pementasan selalu ada musyawarah dan dibentuk kepanitiaan atau sistem pembagian kerja meskipun tidak secara mutlak sehingga nilai-nilai demokrasi ada.

    Bentuk Lingkaran dalam pementasan randai mencerminkan nilai persatuan, persaudaraan dan penyatuan manusia dengan alam semesta, ini mempunya syarat makna bahwa kita harus menyatu dan menjaga keseimbangan alam, jangan gampang terpecah belah harus selalu bersatu, bangga dan cinta tanah air.

  • Referensi

    Daftar Pustaka:

    • http://www.kabaranah.com/2016/01/pengertian-randai-sebagai-kesenian-khas.html
    • http://roezyhamdani.blogspot.co.id/p/suku-minangkabau.html
    • http://dunia-blajar.blogspot.co.id/2016/01/pengertian-dan-unsur-seni-dalam-randai.html
    • http://melayuonline.com/ind/culture/dig/2647/randai-drama-tradisional-minangkabau