• Mengenal Seni Tari


    SLIDER
    Seni Tari Indonesia
    Sumber: Koleksi Agus Salim Chaniago © 2016

    Pernahkah Anda melihat pergelaran seni tari? Tarian apa saja yang Anda saksikan? Tarian yang ada di Indonesia merupakan sebuah bentuk berkesenian yang ada sejak dahulu dari leluhur bangsa ini. Seni tari tersebut merupakan satu cabang seni yang tercipta dari ragam seni yang ada dari setiap daerah di nusantara.

    Seni Tari adalah gerak tubuh secara berirama yang dilakukan di tempat dan waktu tertentu untuk keperluan pergaulan, mengungkapkan perasaan, maksud, dan pikiran. Bunyi-bunyian yang disebut musik pengiring tari mengatur gerakan penari dan memperkuat maksud yang ingin disampaikan. (wikipedia.org)


    Tari tradisional

    Tari yang bersumber dari setiap daerah di Indonesia biasa disebut tari tradisonal. Tari tradisonal merupakan tarian yang pada dasarnya bersumber pada adaptasi tradisi secara turun temurun yang diyakini oleh masyarakat tersebut yang menjadi sebuah kebudayaan.

    SLIDER
    Tari tradisional Enggan dari suku Dayak (kiri), Tari Lilin dari suku Minangkabau (kanan)
    Sumber: pinterest.com

    Tari tradisional yang beraneka ragam di Indonesia merupakan sebuah kekayaan kebudayaan bangsa Indonesia. Beberapa tradisi seni tari seperti; tarian Bali, tarian Jawa, tarian Sunda, tarian Minangkabau, tarian Palembang, tarian Melayu, tarian Aceh, dan masih banyak lagi adalah seni tari yang berkembang sejak dahulu kala, meskipun demikian tari ini tetap dikembangkan hingga kini.

    SLIDER
    Tari Remo dari daerah Jawa Timur
    Sumber: Youtube-Uploader Fiman Hidayah

    Tarian dari setiap daerah di nusantara itu memiliki nama dan sifat tari yang berbeda-beda. Diantaranya yaitu seni tari dari daerah Jawa timur, salah satu tari tradisonal yang ada di daerah ini yaitu Tari Remo. Berikut ini akan dibahas mengenai Tari Remo, sebuah tarian khas dari Jawa Timur, yang patut kita lestarikan.

  • Indikator

    Tujuan Pembelajaran:

      1. Mengenal Tari Remo dari Jawa Timur - Indonesia
      2. Melestarikan Tari Remo sebagai kekayaan tradisi kesenian nusantara
      3. Memupuk rasa cinta terhadap bangsa sendiri
  • Uraian Materi

    • 1
    • 2
    • 3
    • 4
    • 5
    • 6
    • 7
    • 8
    • Tari Remo

      SLIDER
      Tari Remo
      Sumber: imrung.net @kampanyebudaya

      Tari tradisonal Remo merupakan tarian khas dari provinsi Jawa Timur. Masyarakat setempat biasa menyebut Tari Ngremo. Tari ini mencerminkan tentang keberanian seorang pangeran dalam medan peperangan. Gerak dalam tarian ini diringi musik dengan hentakan dinamis kaki yang digelangi lonceng-lonceng kecil.

      Tarian ini pada awalnya merupakan tarian yang digunakan sebagai pengantar pertunjukan ludruk. Namun, pada perkembangannya tarian ini sering ditarikan secara terpisah sebagai sambutan atas tamu kenegaraan, ditarikan dalam upacara-upacara kenegaraan, maupun dalam festival kesenian daerah.

      Tarian ini berasal dari kecamatan Diwek Di desa Ceweng, Kabupaten Jombang. Tarian ini diciptakan oleh warga yang berprofesi sebagai pengamen tari di kala itu, memang banyak profesi tersebut di Jombang. Dahulu tari remo dibawakan oleh penari pria. Kini tari remo tidak hanya dibawakan oleh penari pria, namun juga oleh penari wanita. Sehingga kini muncul jenis tari remong putri.

      Peta Jawa Timur dan Kota Surabaya

      Sumber: www.google.com/maps

    • Sejarah Tari Remo

      Jawa Timur memiliki banyak tarian tradisional. Sebagian orang menganggap Reog Ponorogo adalah tarian maskot dari Jawa Timur. Namun ternyata selain Reog, salah satu tarian yang sangat familiar bagi masyarakat Jawa Timur adalah Tari Remo.

      SLIDER
      Tarian Remo dilakukan oleh warga
      Sumber: indarpratiwi98.blogspot.com

      Tari Remo atau Remong awalnya lahir di kawasan budaya Arek, bagian pusat Jawa Timur. Tari Remo ini diciptakan oleh orang-orang yang berprofesi sebagai penari keliling (tledhek) di Desa Ceweng, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang.

      SLIDER
      Pementasan Tari Remo
      Sumber: zainbie.com

      Pada perkembangan selanjutnya, seiring berkembangnya kesenian Ludruk di tengah masyarakat sekitar tahun 1907, Tari Remo digunakan menjadi tarian pembuka dari pentas pertunjukan Ludruk. Sebelum seorang pemain Ludruk membawakan kidungan dan parikan, Tari Remo ditampilkan sebagai pembuka dan ucapan selamat datang bagi para hadirin yang menyaksikan. Begitu lekatnya Ludruk dengan Tari Remo, sehingga kedua produk seni tersebut menyatu menjadi sebuah paket pertunjukan yang masing-masing tidak bisa dipisahkan.

      Tari Remo awalnya dibawakan oleh kaum pria saja. Hal ini berkaitan dengan cerita atau tema dari tari tersebut. Tari Remo bercerita tentang kepahlawanan seorang pangeran yang berjuang dalam medan pertempuran. Untuk itu, sisi maskulin dalam tari ini sangat ditampilkan.

      SLIDER
      Tari Remo dibawakan pria
      Sumber: imrung.net @kampanyebudaya

    • Perkembangan Tari Remo


      Setelah Indonesia merdeka, seiring perkembangan zaman, Tari Remo juga ikut berkembang yaitu pada fungsi dan posisinya. Sekarang tari ini sering digunakan sebagai tarian penyambutan tamu-tamu istimewa, seperti pejabat, delegasi asing, dan acara-acara bersifat resmi.

      Banyak kaum perempuan yang tertarik untuk belajar dan membawakan Tari Remo. Bahkan sekarang yang membawakan Tari Remo kebanyakan dari kaum perempuan. Walaupun demikian, busana ala pria yang digunakan sebagai kostum tidak banyak diubah, meski yang membawa tariannya adalah perempuan. Tampilan dan hiasan wajah tetap mencerminkan sosok maskulin para pembawa tari.

      SLIDER
      Hiasan wajah penari Remong
      Sumber: instagram @supriadance1

      Begitu banyak kaum perempuan yang membawakan tarian ini, seiring waktu berjalan muncullah jenis tari remo putri. Dalam pertunjukan tari remo putri, umumnya para penari akan memakai kostum tari yang berbeda dengan kostum tari remo asli yang dibawakan oleh penari pria. Selain itu, tari remong juga sering ditampilkan dalam festival kesenian daerah sebagai upaya untuk melestarikan budaya Jawa Timur.


      SLIDER
      Tari Remo putri
      Sumber: sitirejowagirgapoktan.blogspot.com
    • Generasi Tari Remo


      Tari remo sebagai aset budaya terus dilestarikan oleh khususnya masyarakat Jawa Timur. Hal tersebut terlihat dari banyaknya sanggar-sanggar tari yang mengajarkan tarian ini disamping itu Tari Remo juga sebagai program pembelajaran di jurusan kesenian di perguruan-perguruan tinggi di Jawa Timur ataupun di Nusantara. Proses regenerasi juga tercipta ketika banyak usia dini atau taman kanak-kanak, pelajar hingga mahasiswa membawakan tarian ini dalam acara-acara yang mereka ikuti.

      SLIDER
      Tari remo dibawakan anak SD
      Sumber: dispendik.surabaya.go.id
    • Tata gerak dan pengiring tari Remo


      Berikut ini adalah video Tari Remo yang diringi Kidungan Jula Juli, dibawakan oleh generasi muda Jawa Timur.

      Video Tari Remo

      Sumber: Courtesy Youtube/ Uploder: Cahyo Sandhidea Narpati,
      Link: https://www.youtube.com/watch?v=8zwD0Cd22Yo)


      Gerakan tari Remo memiliki keindahan yang mencerminkan kegagahan seorang pangeran dalam medan laga. Gerak pada tari ini tidak lepas adanya posisi kuda-kuda dan langkah serta hentakan kaki yang mengeluarkan bunyi lonceng-lonceng kecil yang dipasangkan di pergelangan kaki. Gerakan itu secara dinamis dan rancak beriringan dengan musik. Selain itu gerakan pada selendang, gerak tangan, anggukan dan gelengan kepala serta ekspresi wajah penari.


      Bunyian pengiring yang unik dan khas pada tari Remo adalah gemerincing lonceng-lonceng kecil yang diikatkan dipergelangan kaki. Selain itu iringan selama tarian dibawakan oleh penari yaitu seperangkat musik gamelan. Diantara seperangkat gamelan tersebut seperti; Bonang barung atau babok, bonang penerus, gambang, saron, gender, suling, slentem siter, kenong, kethuk, kempul, dan gong yang selalu hadir di setiap pertunjukan tari ini.

      SLIDER
      Alat-alat musik pengiring Tari Remo
      Sumber: JT Titin (ed.), Worlds of Music, 235
    • Hiasan Wajah dan Kostum Penari


      Tari Remo mencerminkan sosok pangeran yang pemberani, gagah, dalam memenangkan peperangan, sehingga untuk riasan khas penari remo lebih ditampilkan sosok maskulin seperti alis yang tebal bercabang, pemerah pipi yang lebih tebal, dan berkumis serta jambang yang digambar dengan pensil alis.

      SLIDER
      Rias wajah penari Remo
      Sumber: imgrum.net/@supradance1

      Pada perkembangan tari Remo, banyak penari menampilkan gaya busana yang bermacam-macam namun tidak menghilangkan khas dari penampilan tari Remo yaitu gelang lonceng-lonceng kecil dikaki, dua selendang yang dipakai di pinggang dan yang lain disematkan di bahu. Sementara masing-masing tangan penari memegang ujung selendang. Selain itu penari memakai sarung batik Pesisiran yang menjuntai hingga ke lutut, stagen yang diikat di pinggang, serta keris yang menyelip di bagian belakang.

      SLIDER
      Gelang lonceng-lonceng kecil yang dipakai di kaki penari
      Sumber: www.tarinusantara.byethost7.com

      Busana yang dipakai menginterpretasikan tentang makna perjuangan menunjuk pada gambaran para pangeran pejuang karismatik setempat pada masa lampau. Berbagai gaya busana yang dipakai penari Remo seperti Sawunggaling, Surabayan, Malangan, dan Jombangan.

      SLIDER
      Gaya busana Sawungaling
      Sumber: kfk.kompas.com

      Gaya busana Sawunggaling ditampilkan dengan ciri baju putih berlengan panjang.

      SLIDER
      Gaya busana Surabayan
      Sumber: www.negerikuindonesia.com

      Gaya busana Surabayan memakai ikat kepala merah, baju tanpa kancing dan berwarna hitam dengan gaya kerajaan pada abad ke 18. Celana sebatas pertengahan betis yang diikat dengan jarum emas.

    • Hiasan Wajah dan Kostum Penari(2)


      SLIDER
      Gaya busana Malangan
      Sumber: bumicuekcommunity.wordpress.com

      Ciri gaya busana Malangan terletak pada celana yang panjang hingga menyentuh mata kaki serta tidak disemat dengan jarum.

      SLIDER
      Gaya busana Jombangan
      Sumber: mencariuangsambilkuliah.blogspot.com

      Gaya busana Jombangan sama seperti gaya Sawunggaling. Perbedaannya, penari tidak menggunakan kaos melainkan rompi.

      Khusus untuk tari Remo Putri memiliki busana yang berbeda dengan gaya remo asli. Penari memakai sanggul, memakai mekak hitam untuk menutupi bagian dada, memakai rapak untuk menutup bagian pinggang sampai lutut serta hanya menggunakan satu selendang saja yang disemat di bahu.

      SLIDER
      Busana penari Remo putri
      Sumber: sitirejowagirgapoktan.blogspot.com

    • Nilai Budaya yang terkandung pada kesenian tari Remo


      Tari Remo yang berasal dari provinsi Jawa Timur merupakan aset budaya nusantara yang patut dilestarikan. Nilai artistik dan nilai sosial yang kaya terdapat pada kesenian tari Remo. Keindahan gerak dan irama tampil dalam membawakan tarian ini. Aspek sosial tidak lepas dari kesenian ini. Hal ini dikarenakan bahwa tari ini menjadi alat komunikasi kepada penonton atau masyarakat, seperti pada pembukaan kesenian Ludruk.

      Tari Remo adalah salah satu kesenian yang sangat dibanggakan masyarakat Jawa Timur, eksistensi tari ini untuk sekarang memang tidak dalam keadaan mengkhawatirkan. Hal ini dikarenakan masih sangat banyak generasi muda yang mau belajar dan bangga membawakan tarian ini.

      Kebanggan generasi muda Surabaya terbukti ketika munculnya istilah atau jargon dikalangan mereka yaitu "Dudu arek Suroboyo lek gak seneng Ngremo!", yang berarti "bukan anak Surabaya jika tidak suka Tari Remo". Kebanggaan akan kesenian masyarakat tersebut tetap dilestarikan dan dikembangkan hingga ke daerah lain di luar Jawa Timur.

  • Penutup

    Sikap yang perlu ditanamkan pada generasi muda terhadap budaya tari Remo:

      1. Bangga akan kekayaan budaya Indonesia.
      2. Tetap melestarikan budaya Indonesia dengan mempelajari kesenian daerah.
      3. Mengenal Tari Remo dari sejarah dan perkembangannya

    Manfaat yang diperoleh kebudayaan Tari Ramo


    Tari Remo adalah aset budaya bangsa yang harus dilestarikan. Budaya seni tari Remo memberi manfaat yang banyak bagi masyarakat, baik mereka yang masih muda maupun yang telah lanjut usia. Diantara manfaat yang diperoleh dari berkesenian ini yaitu;

      1. Memperoleh ide baru dan inspirasi yang berbeda tentang bagaimana cara memahami seni tradisional tarian remo bagi generasi di masa yang akan datang.
      2. Memupuk rasa cinta bagi generasi terhadap tarian Remo yang didalamnya penuh dengan ketelitian dan kerja tim dalam hal olah gerak, tata rias, tata berbusana, keterampilan dalam mengolah keselarasan dan kedinamisan irama lagu bersama para penarinya dan lain lain.
      3. Membangkitkan dan menumbuhkan rasa bangga dan patriotisme terhadap budaya yang dimiliki Indonesia khususnya yang berasal dari Jawa Timur.
      4. Dapat memahami sejarah dan isi kisah cerita yang disampaikan dalam tarian Remo yang banyak memberikan contoh kesantunan dalam penyambutan tamu atau orang orang yang kita sayangi.
      5. Mewujudkan generasi di masa depan dapat mengetahui bahwa seni tradisional tarian Remo berasal dari Jawa Timur yang patut dilestarikan, dikembangakan tetap dipertahankan sejarahnya agar mereka dapat memberitahukan kembali pada keturunannya kelak, sehingga tarian Remo tidak mudah punah atau diakui negara lain.
      6. Agar generasi muda bisa mengerti bahwa mencintai budaya tardisional bangsa sendiri termasuk tarian Remo, berarti telah mampu mencintai negara sendiri dengan jiwa nasionalisme yang kuat.

  • Daftar Pustaka/Tautan:

    • http://ilmuseni.com/seni-pertunjukan/seni-tari/manfaat-tari-remo
    • http://ruanasagita.blogspot.co.id/2016/04/5-gaya-busana-khas-tari-remo.html
    • http://www.negerikuindonesia.com/2015/07/tari-remo-tarian-tradisional-dari-jawa.html
    • http://agussiswoyo.com/seni-budaya/sejarah-dan-asal-usul-tari-ngremo-dari-jawa-timur/