• Pendahuluan


    Lokasi Rambu Saratu

    Nangroe Aceh Darussalam merupakan salah satu propinsi paling barat di Indonesia, selain terkenal dengan nama kota Serambi Mekah juga dikenal dengan sebutan Tanah Rencong. Kenapa disebut sebagai Tanah Rencong? Ya, karena di Aceh terdapat Rencong yaitu sejenis senjata tradisional khas Aceh yang menjadi simbol kebanggaan masyarakat Aceh dan Rencong hanya dapat dijumpai ditanah Aceh, tidak seperti keris yang tersebar di Sumatera, Jawa dan Bali. Pada jaman dahulu Rencong digunakan oleh raja-raja dan kaum bangsawan Aceh. Rencong juga dipakai oleh para pejuang Aceh dalam melawan penjajahan. Biasanya Rencong diselipkan dipinggang bagian depan yang mempunyai makna bahwa pemakainya siap bertempur sampai titik darah penghabisan. Rencong sebagai simbol kebesaran para bangsawan juga sebagai lambang keberanian para pejuang dan rakyat Aceh.


    Lokasi Rambu Saratu

    Apabila dilihat lebih jauh, bentuk Rencong sangat unik yaitu berbentuk kalimat Bismillah. Gagangnya yang melekuk kemudian menebal pada sikunya merupakan aksara Arab "Ba", bujuran gagangnya melambangkan aksara "Sin", bentuk lancip yang menurun kebawah pada pangkal besi dekat dengan gagangnya seperti aksara "Mim", lajur besi dari pangkal gagang hingga dekat ujungnya sebagai simbol aksara "Lam", ujung yang meruncing dengan dataran sebelah atas mendatar dan bagian bawah yang sedikit keatas merupakan aksara "Ha". Sehingga rangkain dari aksara Ba, Sin, Lam, dan Ha itulah yang mewujudkan kalimat Bismillah.

  • Indikator

    Tujuan Pembelajaran:

    Untuk mengenalkan kepada pembaca mengenai Rencong sebagai warisan budaya bangsa.


    Indikator:

      1. Menjelaskan tentang Rencong
      2. Menjelaskan tentang sekilas sejarah Rencong
      3. Menjelaskan jenis-jenis Rencong
      4. Menjelaskan bagian-bagian Rencong
      5. Menjelaskan nilai-nilai yang terkandung dalam Rencong
  • Uraian Materi

    • 1
    • 2
    • 3
    • Sejarah Rencong Aceh


      Sultan Ali
      Sultan Ali Mughayat Syah
      Sumber: https:// slideshare.com

      Rencong yang dalam bahasa setempat disebut sebagai Rintjong, pertama kali digunakan sebagai senjata perang ketika melawan Portugis, yaitu pada masa Kesultanan Aceh dibawah pemerintahan Sultan Ali Muqhayat Syah sebagai Sultan Aceh pertama pada kurun 1514-1528. Rencong pada masa kesultanan Aceh juga biasa digunakan pada saat upacara pernikahan dan upacara penting lainnya. Rencong diselipkan dipinggang para Sultan Aceh dan Ulee Balang (Hulu Balang/kaum bangsawan). Rencong memiliki beberapa tingkatan sesuai pemiliknya. Untuk Kesultanan Aceh, Rencong terbuat dari emas dengan mata pisau yang berukir ayat suci Al Quran dan rencong lainnya yang dimiliki masyarakat terbuat dari perak, kuningan, besi putih, kayu dan gading. Dalam perkembangan waktu, Rencong banyak digunakan secara luas oleh masyarakat Aceh selain sebagai senjata juga sebagai aksesoris dan peralatan sehari-hari.

    • Fungsi Rencong


      Rencong mempunyai beberapa fungsi dalam masyarakat Aceh seiring dengan perkembangan waktu. Pada awalnya, rencong hanya digunakan sebagai senjata untuk membela diri, namun kemudian, rencong mempunyai fungsi yang luas. Fungsi tersebut antara lain;

        1. Rencong sebagai senjata: Rencong pada jaman dahulu digunakan sebagai senjata dalam melawan musuh diberbagai medan peperangan.

      SLIDER
      Berbagai jenis Rencong sebagai senjata peperangan
      Sumber: https:// tribunnews.com

        2. Rencong sebagai aksesoris: Rencong pada perkembangannya sudah berubah fungsi tidak lagi sebagai senjata tetapi dapat digunakan untuk pelengkap pakaian adat kaum pria di Aceh atau digunakan sebagai aksesoris pada acara kesenian.

      SLIDER
      Penari Aceh yang menggunakan Rencong
      Sumber: http://travel.kompas.com

        3. Rencong sebagai peralatan sehari-hari: Penggunaan rencong untuk kegiatan sehari-hari pada masa masyarakat Aceh menggunakan pelepah rumbia untuk membangun dinding rumah. Rencong pada masa itu digunakan sebagai alat untuk membuat lubang untuk menyatukan pelepah rumbia tersebut.

      SLIDER
      Rencong untuk peralatan sehari-hari
      Sumber: www.helloaceh.com.www, www.kompasiana.com

    • Jenis Rencong


      Dalam penggunaan bahan untuk Rencong tergantung pada pemiliknya, misalnya sarung rencong untuk raja atau sultan berbeda dengan rakyat biasa. Sarung rencong untuk raja atau sultan terbuat dari gading dan mata pisau terbuat dari emas sedangkan badan rencong terukir ayat suci Al Quran, sedangkan sarung rencong untuk rakyat biasa terbuat dari tanduk kerbau atau kayu dan badan rencong terbuat dari emas putih atau kuningan. Bentuk dan jenis rencong pun beraneka macam dan memiliki nama dan ciri khas tersendiri antara lain:


        a. Rencong Meupucok

      Rencong Meupucok memiliki pucuk di atas gagangnya yang terbuat dari ukiran logam yang pada umumnya terbuat dari emas. Gagang dari rencong Meupucok ini kelihatan agak kecil pada gagang atau pegangan pada bagian bawahnya, namun semakin ke ujung semakin membesar. Jenis Rencong semacam ini digunakan untuk hiasan atau sebagai alat perhiasan. Juga digunakan pada upacara-upacara resmi yang berhubungan dengan masalah adat dan kesenian. Ukiran yang terdapat pada gagang Rencong bentuknya beragam, ada yang menyerupai bunga mawar, kembang daun dan lainnya tergantung selera pemakai.

      SLIDER
      Rencong Meupucok
      Sumber:www.atjehe.blogspot.com

        b. Rencong Meucugek

      Disebut rencong meucugek karena pada gagang rencong tersebut berbentuk melengkung 90 derajat atau siku-siku yang dalam istilah Aceh disebut cugek. Rencong jenis ini cocok digunakan dalam peperangan. Gagang Rencong berfungsi untuk penahan dan perekat yang dalam istilah Aceh disebut cugek atau meucugek. Cuek ini diperlukan untuk mudah dipegang dan tidak lepas waktu menikam ke badan lawan atau musuh.

      SLIDER
      Rencong Meucugek
      Sumber:www.melayuonline.com

        c. Rencong Meukuree

      Rencong ini memiliki ciri pada mata Rencong yang berbentuk seperti bunga,daun, akar kayu , ular atau lipan yang dapat muncul secara tidak sengaja ketika proses pembuatan.

      SLIDER
      Rencong Meukuree
      Sumber:www.galeriabiee.wordpress.com

  • Penutup


    Sikap yang perlu ditanamkan pada generasi muda terhadap nilai budaya tersebut:

          1. Menumbuhkan kecintaan akan seni budaya daerah Indonesia

          2. Menumbuhkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air


    Manfaat yang diperoleh dari nilai budaya tersebut

          1. Warisan bangsa yang perlu dijaga dan dilestarikan

          2. Meningkatkan kreatifitas anak bangsa terhadap seni tradisional


  • Referensi

    Daftar Pustaka:

    T. Syamsuddin et.al. (1981). Rencong. Banda Aceh: Proyek Pengembangan Permuseuman Daerah Istimewa Aceh


    Link Terkait

      - http://melayuonline.com/ind/culture/dig/2680/rencong-senjata-tradisional-daerah-istimewa-aceh di unduh pada 08 Juni 2016
      - http://kebudayaanindonesia.net/kebudayaan/828/rencong-senjata-khas-aceh di unduh pada 08 Juni 2016
      - http://travel.kompas.com/read/2015/07/12/165200827/Kisah.Rencong.Senjata.Legendaris.Kesultanan.Aceh?page=all di unduh pada 08 Juni 2016
      - http://www.acehbooks.org/pdf/ACEH_02109.pdf diunduh pada 09 Juni 2016
      - https://gpswisataindonesia.blogspot.co.id/2014/06/senjata-tradisional-nanggroe-aceh.html diunduh pada 09 Juni 2016