• Sinopsis


    Rumah Lamin merupakan rumah adat dari propinsi Kalimantan Timur. Rumah Lamin yang merupakan rumah adat suku Dayak dikenal sebagai rumah panggung yang panjang dan sambung menyambung dan terdiri banyak kamar.Panjang Rumah Lamin sekitar 300 meter dengan lebar 15 meter dan tinggi kurang lebih 3 meter. Kebanyakan rumah Lamin terbuat dari kayu ulin dan kayu besi yang cukup kuat dan tahan lama. Rumah Lamin sebagai identitas dari masyarakat Dayak Kalimantan Timur dapat dihuni oleh beberapa keluarga yakni sekitar 25 hingga 30 kepala keluarga.




    Keyword: Lamin, Dayak, rumah tradisional, Kalimantan Timur.

  • Pendahuluan


    SLIDER
    Peta Kalimantan Timur dan budaya Kalimantan Timur
    Sumber: https://seasite.nie.edu.com, www.housetraditional.blogspot.com,
    www.muhgibran.blogspot.com, www.anekawisatabahari.com,
    www.antoys.wordpress.com

    Indonesia adalah negara dengan kekayaan budaya yang beranekaragam. Coba bayangkan, ada banyak propinsi dengan berbagai macam suku dan di setiap sukunya memiliki kekayaan budaya masing-masing mulai dari rumah adat, adat istiadat, pakaian adat maupun agama dan kepercayaan yang dianut.

    Salah satu propinsi di Indonesia yang memiliki keunikan budaya yaitu Kalimantan Timur. Sebagai propinsi terbesar kedua di Indonesia dengan luas wilayah 245.237,80 km, Kalimantan Timur memiliki berbagai macam suku yang berasal dari suku asli Kalimantan yaitu suku Dayak dan Kutai serta suku-suku yang berasal dari luar Kalimantan Timur sebagai suku pendatang. Bahasa daerah yang digunakan di Kalimantan Timur juga beragam misalnya saja Bahasa Tidung,Bahasa Banjar, Bahasa Berau, Bahasa Kutai dan Bahasa Lundayeh.


    SLIDER
    Bentuk rumah adat Lamin
    Sumber: https://budayamalinau.wordpress.com/

    Selain suku dan bahasa, Kalimantan Timur memiliki kebudayaan berupa rumah adat yang disebut Rumah Lamin. Keunikan yang dimiliki oleh rumah Lamin terletak pada struktur dan ukuran bangunannya. Dengan panjang 300 meter, lebar 15 meter dan tinggi 3 meter, rumah adat ini mampu menampung sedikitnya 100 orang atau sekitar 25-30 kepala keluarga. Rumah Lamin berbentuk panggung ini kebanyakan dihuni oleh keluarga suku Dayak Kalimantan Timur terutama suku ayak dari etnis Benuaq. Suku Dayak hidup berkelompok dalam satu rumah hal ini menandakan mereka memiliki sifat kekeluargaan yang tinggi.


  • Indikator

    Tujuan Pembelajaran:

    Untuk mengenalkan kepada pembaca mengenai rumah adat Lamin sebagai rumah adat dari Kalimantan Timur.

    Setelah mempelajari konten budaya mengenai Rumah Lamin, pembaca diharapkan dapat:

      1. Menjelaskan tentang rumah Lamin
      2. Menjelaskan Ciri khas rumah Lamin
      3. Menjelaskan bagian-bagian rumah Lamin
      4. Menjelaskan macam-macam rumah Lamin
  • Uraian Materi

    • 1
    • 2
    • 3
    • Rumah Adat Lamin

      SLIDER
      Suku Dayak di Kalimantan
      Sumber: https:// otikakhoirunnisa student umm.ac.id,
      www.mariantona.blogspot

      Suku Dayak yang mendiami rumah Lamin terdiri dari berbagai macam etnis yang masing-masing mempunyai bentuk rumah Lamin tersendiri. Mereka membangun rumah Lamin di sepanjang tepian sungai yang membelah hutan Kalimantan. Meskipun terdapat beberapa jenis rumah Lamin tetapi tetap ada kesamaan dalam tata letak dan kontruksinya. Suku Dayak Benuaq yang hidup di wilayah Kalimantan Timur menghuni rumah Lamin di tepian aliran sungai Muara Lawa, Ohong, Muara Pahu hingga sekitar danau Jempang di kabupaten Kutai Barat.






      SLIDER
      Rumah Lamin di Kalimantan Timur
      Sumber: Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya, Kemdikbud, www.danikmalia.blogspot.com,
      www.wacana.co.id, www.visitingkutaikertanegara.com

      Lamin yang memiliki arti rumah panjang merupakan jenis arsitektur vernakuler, banyak jumpai di wilayah Kalimantan Timur. Kondisi geografis Kalimantan Timur yang mempunyai banyak sungai-sungai besar menjadi lokasi didirikan rumah Lamin oleh suku Dayak yang berdiam diri disepanjang sistem utama sungai tersebut.

      Rumah Lamin bagi masyarakat Dayak seperti sebuah desa yang seluruh anggota masyarakatnya hidup bersama dalam satu atap membentuk sebuah komunitas. Dalam rumah Lamin terdapat beberapa ruangan yang terdiri dari bilik pribadi untuk tempat tinggal sebuah keluarga dan ruangan bersama.

      Komunitas yang hidup dalam rumah Lamin biasanya merupakan keluarga dekat, jika ada keluarga lain yang ingin bergabung maka akan dibangun sebuah unit disalah satu ujung bangunan dan jika ada anggota yang ingin melepaskan diri maka unit tersebut akan dibongkar. Dalam komunitas yang tinggal dalam rumah Lamin terdapat seorang kepala adat sebagai pemimpin yang tinggal ditengah-tengah bangunan.


      SLIDER
      Komunitas Rumah Lamin
      Sumber: Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya, Kemdikbud

      Dalam pembangunan rumah Lamin, masyarakat Dayak khususnya Benuaq menganut pada kepercayaan filosofi Lati Tana sebagai kawasan tempat tinggal yang meliputi:

      SLIDER
      Sumber: http://yanarebang.blogspot.co.id/
        a. Lou (Lamin): rumah panjang sebagai pusat kegiatan masyarakat dan ditempati sekelompok masyarakat.
        b. Belay Jaykung: rumah tunggal disekitar rumah Lamin sebagai dapur dan tempat menyimpan bahan makanan.
        c. Lubakng: kuburan para leluhur dan seluruh anggota masyarat.
        d. Umaq: kawasan perladangan
        e. Simpunkg : kawasan untuk keperluan khusus
        f. Kebotn dukuh: kawasan untuk perkebunan
        g. Sophan : tempat yang dianggap keramat
    • Ciri Khas Rumah Lamin

      a. Ukiran atau gambar

      Ukiran rumah Lamin berpola ukiran abstrak dengan pengulangan garis. Pada bagian atap terdapat patung berbentuk nada dan burung enggang. Sedangkan pada bagian kaki berbnetuk ukiran kerangka manusia dan juga binatang serta bentuk semi-abstrak.

      SLIDER SLIDER
      Ukiran dan gambar burung pada rumah Lamin
      Sumber:www.kisahasalsusul.blogspot.com, Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya, Kemdikbud

      b. Warna

      Warna khas yang digunakan adalah kuning, putih, hitam, merah dan biru berbentuk salur pakis dan mata yang mengandung makna dapat mencegah niat buruk orang lain dan melambangkan persaudaraan suku Dayak.

      SLIDER SLIDER
      Warna dalam rumah Lamin
      Sumber:www.moxxerocommunity blogspot.com, www.flickr.com

      c. Bahan pembuatan rumah Lamin

      Rumah Lamin terbuat dari kayu ulin atau kayu besi. Jenis kayu ini sangat kuat apabila terkena air.

      SLIDER
      Kayu Ulin untuk rumah Lamin
      Sumber:www.hulumahakam wordpress

      d. Bentuk dan bagian rumah Lamin

      Rumah Lamin terdiri atas sejumlah kolom-kolom kayu yang menyangga badan rumah dan atap. Sebuah rumah Lamin dapat mencapai panjang lebih dari 300 meter dan terdapat lebih dari 30 unit bilik kayu rumah tinggal untuk satu keluarga. Rumah Lamin terdiri dari bagian atas (kepala rumah), tengah (badan rumah), dan kaki rumah (kolong rumah).

      SLIDER
      Bentuk dan bagian rumah Lamin
      Sumber: Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya, Kemdikbud

    • Macam-macam Rumah Lamin

      a. Rumah Lamin Pepas Eheng

      Rumah Lamin Pepas Eheng terletak di desa Pepas Eheng, kecamatan Barong Tongkok, kabupaten Kutai Barat Kalimantan Timur. Lamin Pepas Eheng berbentuk panggung sepanjang 65 meter, lebar 8 meter dan tinggi 2-3 meter dari permukaan tanah. Di huni oleh 32 keluarga dan mempunyai 8 bilik yang tiap biliknya dihuni oleh 3-5 keluarga.

      SLIDER
      Rumah Lamin Pepas Eheng
      Sumber: Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya, Kemdikbud

      b. Rumah Lamin Tolan

      Rumah Lamin Tolan terdapat di Desa Lembing, kecamatan BMuara Lawa Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur. Rumah Lamin Tolan berukuran 50 meter x 9,2 meter dengan tinggi sekitar 10 meter. Rumah Lamin Tolan terdiri dari 6 bilik.

      SLIDER
      Rumah Lamin Tolan
      Sumber: Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya, Kemdikbud

      c. Rumah Lamin Mancong

      Rumah Lamin Mancong terletak di kecamatan Jempang Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur. Berbentuk rumah panggung kayu dengan ukuran panjang 63 meter dan lebar 11,5 meter serta tinggi 3 meter dari atas permukaan tanah. Terdapat 12 bilik pada lantai satu dan dua. Pada bagian depan rumah terdapat 4 buah tangga masuk.

      SLIDER
      Rumah Lamin Mancong
      Sumber: Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya, Kemdikbud

  • Penutup

    Sikap yang perlu ditanamkan pada generasi muda terhadap nilai budaya tersebut adalah:

       1. Mengetahui rumah adat Kalimantan Timur
       2. Mengetahui Ciri khas rumah Lamin
       3. Mengetahui jenis-jenis rumah Lamin


    Manfaat yang diperoleh sebagai hasil dari selesainya mempelajari konten budaya tersebut adalah:

       1. Menumbuhkan kecintaan akan seni budaya daerah Indonesia
       2. Menumbuhkan rasa nasionalisme
       3. Sebagai warisan bangsa yang perlu dijaga dan dilestarikan
  • Daftar Pustaka/Tautan:

    • Atlas, Arsitektur Tradisional Indonesia. Direktorat Sejarah dan Nilai Budaya. (2015). Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
    • Devaldi, Muhammad Derry. (2015). Menilik Rumah Adat Lamin Kaltim. Teknik Informatika. Universitas Gunadarma.
    • http://kebudayaanindonesia.net/kebudayaan/1055/rumah-adat-lamin-kalimantan-timur
    • http://kisahasalusul.blogspot.com/2016/01/rumah-adat-kalimantan-timur-rumah-lamin.html