• Pendahuluan

    SLIDER

    Pelabuhan Muntok

    Sumber: http://www.bangkanature.com

    Pulau Bangka menawarkan pantai-pantai yang cantik, kuliner juga wisata religi dan wisata sejarah. Wisata sejarah salah satunya adalah di Kota Muntok, Kabupaten Bangka Barat. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kota Muntok menurut sejarahnya merupakan kota tua yang terletak di ujung timur Pulau Bangka dan sudah ada sejak Masa Kerajaan Sriwijaya dan Masa Kesultanan Palembang. Sejak zaman Belanda, kota Muntok telah dijadikan sebagai kota pengolahan pertambangan timah dan dibangun pelabuhan untuk ekspor perdagangan timah dan kemudian disusul perdagangan lada.





    SLIDER

    Salah satu bangunan paviliun Pesanggrahan Menumbing

    Sumber: http://www.mentokbangka.wordpress.com/

    Melalui Pelabuhan Muntok inilah hasil alam terutama lada putih dan timah Bangka, diangkut kapal-kapal Belanda menuju ke daratan Eropa. Untuk mendukung pertambangan dan ekspor perdagangan timah, Belanda juga mendatangkan para pekerja dari daratan Tiongkok. Kedatangan orang-orang Tionghua inilah yang kemudian turut meramaikan Kota Muntok. Jejak-jejak kejayaan Muntok di masa lalu masih bisa dijumpai hingga kini, diantaranya pemukiman kuno pecinan di sekitar pelabuhan, seperti rumah Mayor China, klenteng kuno, rumah-rumah pejabat Belanda yakni Rumah Asisten Residen, Gereja Lama, Masjid Jamik, dan ratusan rumah bergaya hindis yang dibangun pada masa kolonial Belanda.



    SLIDER

    Wisma Ranggam dahulunya Pesanggrahan Mentok

    Sumber: http://kebudayaan.kemdikbud.go.id/

    Di antara ratusan gedung tua yang masih kokoh berdiri, ada dua bangunan yang memiliki nilai sejarah yang amat tinggi bagi bangsa Indonesia, yakni Pesanggrahan Manumbing dan Pesanggrahan Muntok yang dikenal dengan Wisma Ranggam. Dua bangunan pesanggrahan Belanda ini pada masa Agresi Militer Belanda kedua 1948 dijadikan tempat pengasingan tokoh-tokoh kemerdekaan Indonesia. Tokoh-tokoh tersebut adalah Bung Karno, Bung Hatta, Bung Syahrir, dan Haji Agus Salim.

  • Materi

    • 1
    • 2
    • 3
    • Sejarah Kota Muntok


      Menara Suar
      Menara Suar Tanjung Kelian, Muntok
      Sumber: https://istinmerlivia.wordpress.com

      Muntok bukan kota kecil biasa. Kota di sisi paling barat Pulau Bangka ini punya sejarah panjang yang pernah mengantar namanya dikenal di seantero mancanegara. Perjalanan ke Muntok adalah menapak tilas kemegahan masa lalu. Riwayat Pulau Bangka ada hubungannya dengan Palembang karya Raden Achmad dan Abang Abdul Djalal pada 1925 dan 1939 menyebutkan Mahmoed Badaroeddin menikahi Zamnah, putri bangsawan Melayu-Tiongkok bernama Entji' Wan Abdul Djabar dari Pulau Siantan. Ketika Mahmoed Badaroeddin menguasai takhta Kesultanan Palembang pada 1724, Zamnah pun jadi permaisuri. Sultan kemudian membangun negeri baru di Muntok, Pulau Bangka, dan menempatkan keluarga besar istrinya dari Siantan di kota baru itu.

      Kota Muntok
      Kota Muntok tahun 1900
      Sumber: https://mentokbangka.wordpress.com/

      Sampai saat ini belum ada yang mengetahui dengan pasti asal usul nama kota Muntok. Namun menurut penjelasan dari sejarah nama Muntok ada setelah ditemukan dan dieksploitasinya bijih timah. Tidak diketahui dengan pasti mengapa kota tua tersebut dinamakan Muntok. Sebuah sumber di Eropa menyebutkan bahwa Muntok dinamai menurut nama Gubernur Jenderal Inggris yang berkedudukan di Tumasik (sekarang Singapura), yaitu Lord Minto. Ada juga yang mengatakan nama Muntok berasal saat Pangeran Jayawikrama naik takhta sebagai Sultan Mahmud Badaruddin I (SMB I), keluarga Kerajaan Palembang kurang berkenan dengan kehadiran istri pertama Sultan bernama Zamnah yang berasal dari Johor. Istrinya kemudian meminta untuk dibolehkan berdomisili di Bangka. Dari Tanjung Sungsang, dataran di muara Sungai Musi di Pulau Sumatera itulah istrinya melihat kawasan di seberang Pulau Bangka, yang dianggapnya cocok untuk bermukim. "Amun tok, kalau itu tempatnya sesuailah, kurang lebih begitulah kata sang putri". Kata-kata itu kemudian dijadikan nama kota yang kemudian dilafalkan masyarakat setempat menjadi Mentok.

      Bukit Menumbing
      Bukit Menumbing
      Sumber: https://mentokbangka.wordpress.com

      Secara resmi kota Muntok berdiri pada tanggal 7 September 1734 Masehi, pertimbangan ini didasarkan pada perintah Sultan Mahmud Badaruddin I kepada Wan Akup pada September tahun 1734 untuk membangun 7 (tujuh) bubung rumah di daratan sebuah tanjung yang terletak di kaki Menumbing dengan nama Muntok. Tujuh bubung rumah sekaligus ditetapkan sebagai tanggal hari jadi Kota Muntok.

    • Lokasi Kota Muntok


      Lokasi Kota Muntok

      Muntok bisa dicapai dalam tiga jam perjalanan darat dari Pangkal Pinang, ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Perjalanan menempuh jarak sekitar 135 kilometer antara Pangkal Pinang dan Muntok itu menyuguhkan pemandangan khas Pulau Bangka. Jalan mulus selebar 6 meter, sesekali berkelok, tak banyak menanjak. Di tepi jalan, berjajar kebun kelapa sawit, karet, dan lada, diselingi hutan atau padang bersemak.

      Dari Sumatera bisa datang ke Mentok melalui Pelabuhan Muntok. Dari Pelabuhan Boom Baru di tepi Sungai Musi di Kota Palembang, Mentok dapat dicapai dengan kapal cepat sekitar 2,5-3 jam.

    • Wisata Muntok


      SLIDER

      H. Agus Salim, Moh. Roem, Ir. Soekarno

      Sumber: https://mentokbangka.wordpress.com/

      Berjalan-jalan di dalam kota kecil itu tidak ubahnya berjalan-jalan di kota tua. Di mana-mana terdapat gedung tua, baik yang masih terawat karena dihuni maupun yang sudah rusak berat karena dibiarkan telantar. Dua di antara ratusan gedung tua yang masih kokoh berdiri bahkan memiliki nilai sejarah yang amat tinggi bagi negara ini. Dua gedung tua itu ada di Pesanggrahan Menumbing dan Pesanggrahan Muntok atau dikenal Wisma Ranggam, gedung tersebut pernah dijadikan tempat pengasingan tokoh-tokoh pendiri bangsa dan negara ini.







      SLIDER

      Ir Soekarno President RI ke-1 dalam salah satu ruang kerja Menumbing

      Sumber: https://mentokbangka.wordpress.com/

      Bung Karno bersama Bung Hatta dan sejumlah pemimpin republik pernah menempati dua bangunan bersejarah itu saat dibuang Belanda pada Februari 1949. Bung Hatta saat dibuang menempati Pesanggrahan Menumbing yang terletak di tengah hutan perawan di atas Bukit Menumbing. Di dua gedung yang lokasinya berjarak sekitar 10 kilometer itulah pemimpin lain seperti H Agus Salim dan Mr Mohammad Roem dibuang bersama Presiden dan Wakil Presiden RI pertama tersebut.

      Di perbukitan dengan ketinggian sekitar 800 meter dari permukaan laut tersebut pengunjung bisa melihat-lihat kamar tempat Bung Karno dan Bung Hatta serta salah satu mobil yang mereka pakai saat diasingkan Belanda di daerah itu.





      SLIDER

      Mobil Ir. Soekarno

      Sumber: https://mentokbangka.wordpress.com/

      Namun, sayang, Mentok pun seperti kota tua yang terlupakan Ibu Kota Kabupaten Bangka Barat itu tetap belum menjadi daerah tujuan wisata, baik bagi wisatawan luar daerah maupun mancanegara. Mentok baru dinikmati oleh sebagian kecil warga setempat dan daerah lain di Pulau Bangka. Wisatawan lokal itu umumnya juga hanya menikmati Pantai Tanjung Kelian dan mercu suarnya, serta Bukit Menumbing. Karena belum dikelola menjadi daerah tujuan wisata, menyebabkan Mentok tidak bisa berkembang sebagaimana mestinya.

  • Penutup

    Bangka Belitung memiliki beberapa bangunan kuno yang tidak hanya sebagai jejak sejarah, namun dapat pula dimanfaatkan untuk kepentingan sosial, ilmu pengetahuan dan teknologi, penggalian nilai-nilai budaya dan pariwisata yang menunjang proses pembangunan nasional. Salah satunya Pesanggrahan Menumbing dan Pesanggrahan Muntok yang berada di Muntok, Bangka Barat yang memiliki nilai sejarah yang tinggi karena sebagai tempat pengasingan beberapa tokoh pendiri Republik Indonesia, yakni Soekarno, M Hatta, Pringgodigdo, Agus Salim dan Moh Roem, Moh. Syahrir. Bahkan Pesanggrahan Muntok pernah dijadikan pusat dialog tokoh-tokoh tersebut berasama kedatangan Sultan Hamengku Buwono ke-IX untuk mempersiapkan perundingan Roem-Royen dan kembalinya Yogjakarta sebagai Ibu Kota Republik Indonesia setelah Agresi Militer Belanda 1949.

    Membicarakan potensi wisata Pulau Bangka memang seakan tiada habisnya. Selain di Mentok, tempat wisata sejarah terdapat pula di Kota Pangkal Pinang. Salah satu bangunan tua adalah Museum Timah yang terletak di jantung kota. Gedung ini menyimpan sejarah penambangan timah di Bangka.

    Bangka seolah-olah diciptakan Tuhan menjadi surga wisata. Lokasi wisata yang dapat dinikmati pengunjung antara lain air terjun Sadap di Kecamatan Koba, Kabupaten Bangka Tengah. Bahkan, tersedia wisata agro di pulau ini. Kebun lada putih yang banyak tersebar di pulau itu, ditambah perkebunan karet dan kelapa sawit, bisa menjadi pemandangan yang mengasyikkan bagi pengunjung.

  • Referensi

    Daftar Pustaka

    • http://lifestyle.sindonews.com/read/929793/156/muntok-kota-tua-bersejarah-di-bangka-barat-1417071099
    • http://iconmuntok.blogspot.co.id/
    • http://bangkatour.com/wisata-sejarah-di-kota-mentok/#sthash.lvyt2v2C.EwVUkxNi.dpbs
    • http://syarifudinisa.blogspot.co.id/
    • http://travel.kompas.com/read/2014/05/06/1054235/.Pelite.Kesayangan.Bung.Karno.di.Muntok