• Pendahuluan


    Masjid Agung Demak
    Masjid Agung Demak
    Sumber: http://www.wedung.com/

    Pulau Jawa merupakan pulau dengan penduduk terpadat di Indonesia. Pulau Jawa terdiri atas suku Jawa, Sunda, Badui, Madura, Osing, Banten, dan lain-lain. Islam merupakan agama dengan jumlah penganut terbesar di Pulau Jawa. Masjid merupakan tempat ibadah bagi umat Islam. Salah satu masjid yang terkenal di Pulau Jawa adalah Masjid Agung Demak yang terletak di Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah.

    Masjid Agung Demak menjadi salah satu tempat tujuan wisata ziarah utama di Pulau Jawa. Beberapa bangunan baru didirikan berdampingan dengan bangunan lama. Namun demikian, konsep penataan bangunan baru tetap diselaraskan dengan model bangunan lama.

  • Indikator

    Tujuan Pembelajaran:

      1. Menjelaskan kisah sejarah Kompleks Masjid Agung Demak (why).
      2. Menjelaskan letak geografis Masjid Agung Demak (where).
      3. Menjelaskan bagian – bagian dari Kompleks Masjid Agung Demak dan fungsinya (what).
      4. Menjelaskan siapa pendiri Masjid Agung Demak (who).
      5. Menjelaskan waktu didirikannya Masjid Agung Demak (when).
      6. Menjelaskan manfaat Kompleks Masjid Agung Demak (how).
      7. Menjelaskan bagaimana akses transportasi menuju Masjid Agung Demak (how).
      8. Menjelaskan bagaimana status Masjid Agung Demak sebagai Bangunan Cagar Budaya (what).
      9. Menjelaskan siapa pengelola Masjid Agung Demak saat ini (dinas, yayasan, dll) (who).
  • Uraian Materi

    • 1
    • 2
    • 3
    • 4
    • 5
    • 6
    • 7
    • Sejarah Kompleks Masjid Agung Demak:


      Masjid Agung Demak merupakan salah satu masjid tertua yang ada di Indonesia. Masjid ini diyakini pernah menjadi tempat berkumpulnya para ulama (wali) yang menyebarkan agama Islam di tanah Jawa yang disebut dengan Walisongo. Pendiri masjid ini diperkirakan adalah Raden Patah, yaitu raja pertama dari Kesultanan Demak sekitar abad ke-15 Masehi.

      Berikut adalah Masjid Agung Demak dari masa ke masa


      masjid demak

      Masjid Agung (1910)

      Sumber: http://media-kitlv.nl

      masjid demak

      Masjid Agung (1930)

      Sumber: http://media-kitlv.nl

      masjid demak

      Masjid Agung (1920-1939)

      Sumber: Oudheidkundige Dienst (OD)

      masjid demak

      Masjid Agung (saat ini)

      Sumber: Dir. Pelestarian
      Cagar Budaya & Permuseuman


      Pendiri dan Waktu didirikannya Masjid Agung Demak


      Raden Patah bersama Walisongo mendirikan masjid yang karismatik ini dan menorehkan simbol penyu / bulus pada bagian mihrab Masjid Agung Demak. Simbol ini merupakan candra sengkala memet, dengan arti Sarira Sunyi Kiblating Gusti yang bermakna tahun 1401 Saka. Gambar bulus terdiri atas kepala yang berarti angka 1 (satu), 4 kaki berarti angka 4 (empat), badan bulus berarti angka 0 (nol), ekor bulus berarti angka 1 (satu). Berdasarkan simbol ini, diperkirakan Masjid Agung Demak berdiri pada tahun 1401 Saka. Masjid ini didirikan pada tanggal 1 Shofar. Masjid Agung Demak merupakan salah satu masjid tertua di Pulau Jawa yang dibangun pada 1477 Konon, menurut kepercayaan masyarakat setempat, masjid ini dibangun hanya dalam waktu satu malam


      masjid demak
      Raden Patah
      Sumber: https://sdnkedondong2.wordpress.com/
      masjid demak
      Wali Songo
      Sumber: http://www.mohlimo.com/
    • Letak Geografis dan Akses Transportasi


      Letak Geografis Masjid Agung Demak :

      Masjid ini terletak di Jalan Raya Sultan Fatah No. 57, Kampung Kauman, Kelurahan Bintoro, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah. Lokasinya sangat strategis, yaitu tepat di tengah kota menghadap alun-alun yang merupakan jantung kota Demak yang terkenal dengan sebutan "Kota Wali" ini

      masjid demak
      Letak Geografis Masjid Agung Demak
      Sumber : google maps

      Akses Transportasi Menuju Masjid Agung Demak :

      Masjid Agung Demak berlokasi tepat di tengah kota, dan menghadap alun-alun yang merupakan jantung kota Demak yang terkenal dengan sebutan Kota Wali ini. Untuk mencapai masjid ini cukup mudah karena jalurnya dilewati transportasi umum, dan berada di jalur utama Pantura jalur pantai utara) yang menghubungkan Jakarta-Semarang-Surabaya.

      Dari arah Semarang, bila menggunakan angkutan umum (bus) bisa turun di Terminal Demak, dilanjutkan dengan menggunakan becak atau ojek dari terminal ke kawasan Masjid Agung Demak. Karena sekalipun masjid warisan Wali Songo ini berada di jalur transportasi umum, ada larangan berhenti di sepanjang jalur kota Demak, dan angkutan umum hanya diizinkan berhenti di terminal. Begitu juga bila datang dari arah Jepara, Kudus, atau kota-kota lain yang berada di sebelah timur Kabupaten Demak, maupun dari wilayah selatan, seperti Purwodadi dan sekitarnya, bisa dengan menaiki angkutan umum dan berhenti di terminal kota Demak. Berbeda halnya bila menggunakan kendaraan pribadi atau rental mobil, bisa langsung menuju kawasan Masjid Agung Demak dan parkir di taman parkir yang tersedia di dekat kompleks masjid.

    • Denah dan Bagian-bagian Masjid Agung Demak


      Denah Masjid :

      masjid demak
      Denah Masjid Agung Demak
      Sumber: Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, 2014

      Bagian-Bagian Masjid Agung Demak :

      1. Atap
      masjid demak
      Atap Masjid Agung Demak
      Sumber: http://betulcerita.blogspot.co.id/

      Atap Masjid Agung Demak bertingkat tiga (atap tumpang tiga), menggunakan sirap (atap yang terbuat dari bilah-bilah kayu tipis) dan berpuncak mustaka.

      Masjid Agung Demak dibangun dengan gaya khas arsitektur Majapahit, dengan pengaruh corak kebudayaan Bali. Gaya ini berpadu harmonis dengan langgam rumah tradisional Jawa Tengah. Perkawinan antara gaya arsitektur Masjid Agung Demak dengan gaya Majapahit bisa dilihat dari bentuk atapnya. Kubah melengkung yang identik dengan ciri masjid sebagai bangunan Islam malah tak tampak, dan sebaliknya yang terlihat justru adaptasi dari bangunan peribadatan agama Hindu. Bentuk ini diyakini merupakan simbolisasi konsep akulturasi dan toleransi yang dituangkan melalui pendirian masjid sebagai sarana penyebaran ajaran agama Islam di tengah-tengah masyarakat Hindu.

      Dengan bentuk atap berupa tajuk tumpang tiga berbentuk segi empat, Masjid Agung Demak lebih mirip dengan gaya arsitektur bangunan peribadatan Hindu (pura). Bagian tajuk paling bawah menaungi ruangan ibadah. Tajuk kedua lebih kecil dengan kemiringan lebih tegak daripada atap di bawahnya, sedangkan tajuk tertinggi berbentuk limas dengan sisi kemiringan lebih runcing. Model atap limas bersusun tiga melambangkan tiga tingkatan yang sangat penting dalam ajaran agama Islam, yaitu iman, Islam, dan ihsan.


      2. Tiang Utama (Soko Guru):
      masjid demak
      Soko Guru Masjid Agung Demak.
      Sumber: Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, 2014

      Masjid ini mempunyai beberapa bangunan dan serambi. Bangunan induk memiliki empat tiang utama yang disebut saka guru. Bangunan serambi merupakan bangunan terbuka dengan atap berbentuk limas yang ditopang delapan tiang yang disebut Saka Majapahit. Luas keseluruhan bangunan utama Masjid Agung Demak adalah 31 x 31 m². Di samping bangunan utama, juga terdapat serambi masjid yang berukuran 31 x 15 m dengan panjang keliling 35 x 2,35 m; bedug dengan ukuran 3,5 x 2,5 m; dan tatak rambat dengan ukuran 25 x 3 m. Serambi masjid berbentuk bangunan yang terbuka. Bangunan masjid ditopang dengan 128 saka, empat di antaranya merupakan soko saka guru sebagai penyangga utamanya. Tiang penyangga bangunan masjid berjumlah 50 buah, tiang penyangga serambi berjumlah 28 buah, dan tiang kelilingnya berjumlah 16 buah.

      Fungsi tiang-tiang ini adalah sebagai penyangga bangunan dari pondasi sampai puncak masjid. Di antara empat tiang itu ada satu tiang yang sangat unik, yang dikenal sebagai saka tatal yang letaknya di sebelah timur laut. Tiang unik ini disebut tatal (serutan-serutan kayu), karena dibuat dari serpihan kayu yang ditata dan dipadatkan, kemudian diikat sehingga membentuk tiang yang rapi. Pada tiang-tiang penyangga masjid, termasuk saka guru, terdapat ukiran yang menunjukkan corak ukiran gaya Hindu yang indah bentuknya. Tiang yang terletak pada bagian barat laut didirikan oleh Sunan Bonang, di barat daya merupakan karya Sunan Gunung Jati, di bagian tenggara buatan Sunan Ampel, dan yang berdiri di timur laut merupakan karya Sunan Kalijaga. Masyarakat menamakan tiang buatan Sunan Kalijaga ini sebagai saka tatal. Selain ukiran pada tiang, terdapat pula ukiran-ukiran kayu yang ditempel pada dinding masjid yang berfungsi sebagai hiasan.

    • Denah dan Bagian-bagian Masjid Agung Demak(2)


      3. Mihrab Masjid Agung Demak:
      masjid demak
      Mihrab Masjid Agung Demak
      Sumber: http://www.javaloka.com/

      Di dalam bangunan utama terdapat ruang utama, mihrab, dan serambi. Ruang utama yang berfungsi sebagai tempat salat jamaah, terletak di bagian tengah bangunan. Bagian mihrab atau bangunan pengimaman berada di depan ruang utama,. Bagian ini berbentuk sebuah ruang kecil dan mengarah ke arah kiblat (Mekkah).


      4. Menara Masjid Agung Demak :
      masjid demak
      Menara Masjid Agung Demak
      Sumber : Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, 2014

      Menara ini terletak di halaman depan masjid sisi selatan dan dibuat dengan konstruksi baja siku. Atap menara berbentuk kubah dengan hiasan bulan sabit serta lengkung-lengkung pada dinding ruangannya. Menara, bangunan sebagai tempat adzan, ini didirikan dengan konstruksi baja. Pemilihan konstruksi baja sekaligus menjawab tuntutan modernisasi abad XX. Pembangunan menara diprakarsai para ulama, seperti KH. Abdurrohman (penghulu Masjid Agung Demak), R. Danoewijoto, H. Moh Taslim, H. Aboebakar, dan H. Moechsin.


      5. Kolam Wudhu Masjid Agung Demak :
      masjid demak
      Kolam Wudu' Masjid Agung Demak
      Sumber : Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, 2014

      Bangunan kolam terletak di sudut tenggara serambi masjid. Di dalam kolam tampak sejumlah batu kali yang disusun berkelompok. Pada bagian timur kolam membentang pagar yang terbuat dari pasangan bata dengan hiasan berupa batu-batu koral putih yang disusun menempel pada permukaan bata. Situs ini dibangun mengiringi awal berdirinya Masjid Agung Demak sebagai tempat untuk berwudu. Hingga sekarang, situs kolam ini masih berada di tempatnya meskipun sudah tidak dipergunakan lagi.


      6. Makam-makam yang terletak di kompleks Masjid Agung Demak :
      masjid demak
      Cungkup Utama Makam Masjid Demak
      Sumber : Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah

    • Denah dan Bagian-bagian Masjid Agung Demak(3)


      masjid demak
      Nisan Makam Raden Patah
      Sumber : Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah

      masjid demak
      Nisan Makam Raden Pati Unus
      Sumber : Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah

      7. Museum Masjid Agung Demak :
      masjid demak
      Museum Masjid Agung Demak
      Sumber : http://www.javaloka.com/

      Museum Masjid Agung Demak merupakan bangunan yang terletak di sebelah utara masjid, dan digunakan untuk menyimpan benda-benda bersejarah yang berasal dari bangunan Masjid Agung Demak.

      Museum Masjid Agung Demak adalah sebuah museum yang terletak di dalam kompleks Masjid Agung Demak, tepatnya di sebelah utara masjid, dalam lingkungan alun-alun kota Demak. Museum ini buka tiap hari dari Senin hingga Minggu pada jam kerja. Museum ini menyimpan berbagai barang benda-benda peninggalan bersejarah yang berasal dari bangunan Masjid Agung Demak. Jumlah koleksi benda bersejarah di museum ini mencapai lebih dari 60 koleksi. Museum ini berdiri di atas lahan seluas 16 meter persegi yang berada di kompleks Masjid Agung Demak. Dibangun Museum ini dibangun dengan anggaran mencapai Rp 1,1 miliar yang berasal dari APBD Demak dan sisanya dari Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Masjid Agung Demak.

      Di dalam museum ini utamanya disimpan bagian-bagian soko saka guru yang rusak, yakni (sokoguru saka guru Sunan Kalijaga, sokoguru saka guru Sunan Bonang, sokoguru saka guru Sunan Gunungjati, dan sokoguru saka guru Sunan Ampel), sirap, kentongan dan bedug peninggalan para wali, dua buah gentong (tempayan besar) dari Dinasti Ming hadiah dari Putri Campa pada abad ke-14, Pintu Bledeg buatan Ki Ageng Selo yang merupakan condrosengkolo candra sengkala yang berbunyi Nogo Mulat Saliro Wani yang berarti angka tahun 1388 Saka atau 1466 M atau 887 H, foto-foto Masjid Agung Demak tempo dulu, lampu-lampu dan peralatan rumah tangga dari kristal dan kaca hadiah dari PB I tahun 1710 M, kitab suci Al-Qur’an 30 juz tulisan tangan, maket masjid Masjid Agung Demak tahun 1845 - 1864 M, beberapa prasasti kayu yang memuat angka tahun 1344 Saka, kayu tiang tatal buatan Sunan Kalijaga, lampu robyong masjid Masjid Agung Demak yang dipakai tahun 1923 - 1936 M.

    • Denah dan Bagian-bagian Masjid Agung Demak(4)


      masjid demak
      Pintu Bledeg
      Sumber : http://travel.detik.com/

      Benda bersejarah yang paling menarik pengunjung di museum ini adalah Pintu bledeg Bledeg buatan Ki Ageng Selo pada tahun 1466 M,. Pintu ini dibuat dari kayu jati berukiran tumbuh-tumbuhan, suluran suluran, jambangan jambangan, mahkota, dan kepala binatang (naga) dengan mulut terbuka menampakkan gigi-giginya yang runcing. Menurut cerita, kepala naga tersebut menggambarkan petir yang kemudian dapat ditangkap oleh Ki Ageng Selo. Konon, Ki Ageng Selo memiliki kesaktian bisa menangkap petir. Pintu kayu jati buatannya ini pun diyakini dapat berfungsi sebagai penangkal petir. Oleh karena itu, pintu tersebut diberi nama pintu bledeg Pintu Bledeg yang artinya pintu petir. Pintu bledeg Bledeg didominasi dengan warna merah dan dilengkapi dengan berbagai ukiran termasuk dua kepala naga. Pintu ini juga merupakan prasasti Condro Sengkolo candra sengkala yang berbunyi Nogo Mulat Saliro Wani. Pintu yang sudah berumur ratusan tahun itu kini dipajang di dalam Museum Masjid Agung Demak. Pintu yang asli ini dikelilingi kaca pelindung dan terletak di salah satu pojokan sudut museum. Pintu bledeg Bledeg ini memang dulunya digunakan sebagai pintu di masjid tersebut Masjid Agung Demak.

    • Manfaat Masjid Agung Demak


      Fungsi utama Masjid Agung Demak adalah sebagai tempat ibadah bagi masyarakat muslim. Selain itu, Masjid Agung Demak juga merupakan salah satu situs ziarah karena dalam kompleks Masjid Agung Demak terdapat makam raja-raja Demak dan keluarganya. Masjid Agung Demak diusulkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1995.

      masjid demak
      Suasana sholat di Masjid Agung Demak
      Sumber : http://hellosemarang.com/

      Pengelola Masjid Agung Demak :

      Masjid Agung Demak dimiliki oleh negara dan dikelola oleh Yayasan Sunan Muria.

  • Penutup


    Sikap yang perlu ditanamkan :

          1. Menumbuhkan rasa bangga terhadap kekayaan cagar budaya bangsa Indonesia;

          2. Menghargai Masjid Agung Demak merupakan warisan cagar budaya bangsa Indonesia;


    Manfaat yang diperoleh :

          1. Dapat meningkatkan jumlah wisatawan yang ingin mengetahui tentang kompleks Masjid Agung Demak;

          2. Dapat menjadi salah satu sumber belajar yang sudah ada (by utilization);

          3. Tergugahnya perasaan atau keinginan untuk melestarikan peninggalan sejarah;

          4. meningkatnya minat pada sejarah bangsa Indonesia;

  • Referensi

    Daftar Pustaka:

      - Aboebakar. 1955. Sejarah Masjid dan Amal Ibadah Dalamnya. Banjarmasin: Fa. Toko Buku Adil.
      - Amar, Imron Abu. 1996. Sejarah Ringkas Kerajaan Islam Demak. Kudus : Menara Kudus.
      - Atmojo, Junus Satrio., (peny). 1999. Masjid Kuno Indonesia. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
      - Graaf, H.J. de dan Th.G.Th. Pigeaud. 1985. Kerajaan-Kerajaan Islam Pertama di Jawa. Jakarta: Temprint.
      - Kasri, Muhammad Khafid. 2008. Sejarah Demak : Matahari Terbit di Glagahwangi. Demak: Kantor Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Demak.
      - Slametmuljana. 1983. Pemugaran Persada Sejarah Leluhur Majapahit. Jakarta: Inti Idayu.
      - Soekmono, R. 1973. Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia I -III. Yogyakarta: Kanisius.
      - Uka Tjandrasasmita. 2009. Arkeologi Islam Nusantara. Jakarta : Kepustakaan Populer Gramedia (KPG).
      - Zain, Abdul Baqir. 1999. Masjid-Masjid Bersejarah Di Indonesia. Jakarta: Gema Insani Press, Cet. ke-1.
      - Dokumentasi Oudheidkundige Dienst (OD), Koleksi Foto Serie-A 2565

    Link Terkait:

      - http://media-kitlv.nl/
      - http://www.javaloka.com/central-java/demak/foto-masjid-agung-demak/37/attachment/museum-masjid-agung-demak/
      - https://sdnkedondong2.wordpress.com/2015/11/08/sejarah-masjid-agung-demak-jawa-tengah/
      - http://www.mohlimo.com/nama-asli-wali-songo-serta-daerah-penyebaran-ajarannya/
      - http://hellosemarang.com/10-priceless-moment-di-demak/
      - google maps
      - http://www.wedung.com/2010/08/sejarah-lengkap-masjid-agung-demak.html
      - http://betulcerita.blogspot.co.id/2015/01/sejarah-bangunan-masjid-agung-demak.html
      - http://www.javaloka.com/central-java/demak/foto-masjid-agung-demak/37/attachment/mihrab-masjid-agung-demak/
      - https://www.youtube.com/watch?v=NeMIaRCl_tA
      - http://www.javaloka.com/central-java/demak/peta-dan-lokasi-masjid-agung-demak/79/