• Pendahuluan


    Gurindam Dua Belas ini tercipta atas keprihatinan Raja Ali Haji terhadap kondisi yang membahayakan terhadap kehidupan masyarakat Melayu Kerajaan Riau-Lingga, juga sebagai tanggungjawab moral beliau memelihara dan mempertahankan eksistensi agama dan budaya Islam yang harus menjadi pegangan hidup masyarakat Melayu. Melalui karya tulis ini beliau berusaha agar agama dan adat-istiadat bernafaskan Islam melembaga kembali dalam kehidupan masyarakat melayu Kerajaan Riau-Lingga.

    Gurindam Dua Belas memiliki nilai-nilai yang sangat tinggi. Baik dari nilai pendidikan, nilai agama, nilai sosial, nilai moral serta nilai seni. Dinamakan Gurindam Dua Belas dikarenakan memiliki dua belas pasal. Gurindam Dua Belas memiliki keistimewaan yaitu karya sastra yang mampu tegak sendiri tanpa kawan. Gurindam Dua Belas memiliki ajaran dan tuntunan moral yang berlandaskan agama Islam. Selain itu, Gurindam Dua Belas juga menjadi wadah untuk Raja Ali Haji melakukan syiar Islam.

    SLIDER
    Gurindam Dua Belas
    Sumber: https://kelasmayaku.wordpress.com/

  • Indikator

    Tujuan Pembelajaran:

    Setelah mempelajari materi ini Anda diharapkan dapat:

      1. Mengetahui sejarah Gurindam Dua Belas
      2. Mengetahui asal daerah dan waktu ditulisnya Gurindam Dua Belas
      3. Mengetahui arti dan ciri-ciri Gurindam Dua Belas
      4. Mengetahui pengarang Gurindam Dua Belas
      5. Mengetahui makna yang terkandung pada setiap pasal Gurindam Dua Belas
  • Uraian Materi Gurindam Dua Belas

    • 1
    • 2
    • 3
    • 4
    • 5
    • 6
    • Sejarah Gurindam Dua Belas

      Gurindam termasuk ke dalam puisi lama Indonesia yang terdapat dalam masyarakat Melayu. Gurindam yang terkenal adalah Gurindam Dua Belas yang dikarang oleh Raja Ali Haji (1809-1872). Dinamakan Gurindam Dua Belas dikarenakan memiliki Dua Belas pasal. Gurindam Dua Belas memiliki keistimewaan yaitu karya sastra yang mampu tegak sendiri tanpa kawan. Raja Ali Haji menyebutkan arti gurindam tersebut di dalam pengantar karyanya. Di dalam pengantar itu juga disebutkan tanggal, manfaat, dan perbedaan gurindam dengan syair.

      SLIDER
      Gurindam Dua Belas oleh Raja Ali Haji
      Sumber: http://amriilmma.blogspot.co.id/

      Sejarah munculnya Gurindam Dua Belas dilatarbelakangi dengan adanya penyebaran agama dan budaya Islam (mulai abad ke 7) yang memberi kontribusi besar mewujudkan tatanan kehidupan masyarakat Melayu Nusantara termasuk Melayu Kepulauan Riau yang Islami. Ajaran agama dan budaya Islam mereka jadikan sumber utama mewujudkan konsep-konsep dasar kehidupan yang diimplimentasikan melalui prilaku menjalankan kepercayaan dan budaya.

      Citra kehidupan masyarakat Melayu bernafaskan Islam makin mengemuka tatkala Kerajaan Melayu Riau Lingga (pusat pemerintahan di pulau Penyengat Indera Sakti) dijadikan pusat pengembangan agama Islam di Asia Tenggara. Hal ini makin mengukuhkan eksistensi Islam menjadi fondasi kehidupan masyarakat dan Kerajaan Melayu Riau Lingga. Berbagai kemajuan yang mereka capai terutama di bidang sosiokultural didominasi nilai-nilai dan norma Islam.

      SLIDER
      Sultan Mahmud Syah di Istana Lingga
      Sumber: http://melayuonline.com/

      Perkembangan agama dan budaya Islam di buana Melayu Kepulauan Riau tidak berjalan mulus. Sejak Melaka dikuasai Portugis, masuknya penjajahan Belanda dan Inggris menimbulkan komplik internal di kerajaan-kerajaan Melayu termasuk Kerajaan Melayu Riau Lingga. Kondisi sosial dan keagamaan masyarakat Melayu di daerah ini baik di dalam dan luar lingkungan kerajaan mulai dipengaruhi kebudayaan penjajah. Hal ini mengakibatkan terjadinya pergeseran nilai-nilai kehidupan masyarakat Melayu yang bertentangan dengan Islam. Realita tersebut ditemukenali pada masa Kerajaan Melayu Riau Lingga dipimpin Sultan Mahmud Muzaffar Syah (1834-1857) dan pemerintahan dijalankan Yang Dipertuan Muda Raja Abdullah. Pada masa ini keadaan istana memprihatinkan, hukum tidak berjalan sebagaimana mestinya. Masyarakat Melayu banyak melakukan tindakan dan perbuatan yang bertentangan dengan norma atau ketentuan Islam.

      Keprihatinan Raja Ali Haji terhadap konflik internal kerajaan dan tekanan penjajah yang mengakibatkan kondisi masyarakat semakin mudah dipengaruhi oleh unsur-unsur budaya non Islam yang dibawa penjajah mendorong beliau menciptakan sebuah karya sasra agung yang dikenal dengan Gurindam Dua Belas. Selesai ditulis pada 23 Rajab tahu 1263 Hijjriah (1846 Masehi).

      Gurindam Dua Belas ini tercipta atas keprihatinan Raja Ali Haji tehadap kondisi yang membayakan terhadap kehidupan masyarakat Melayu Kerajaan Riau-Lingga, juga sebagai tanggungjawab moral beliau memelihara dan mempertahankan eksistensi agama dan budaya Islam harus menjadi pegangan hidup masyarakat Melayu. Melalui karya tulis ini beliau berusaha agar agama dan adat-istiadat bernafaskan Islam melembaga kembali dalam kehidupan masyarakat melayu Kerajaan Riau-Lingga.

      SLIDER
      Mesjid Sultan Riau
      Sumber: http://keprikita.blogspot.co.id/

    • Sejarah Gurindam Dua Belas(2)

      Pihak kerajaan sangat menyambut baik atas kreativitas Raja Ali Haji menghasilkan karya Gurindam Dua Belas. Karya sastra ini dijadikan bahan pengajaran dalam rangka menambahkan kesadaran agama dan budaya masyarakat Melayu Kepulauan Riau. Para cendikiawan dan ulama kerajaan yang dimotori oleh Raja Ali Haji yang berperan mensosialisasikan dan memasyarakatkan Gurindam Dua Belas di lembaga pendidikan, di berbagai arena sosial, dan kegiatan keagamaan.

      Pada fase perkembangannya Gurindam Dua Belas mengalami kemunduran dikarenakan tekanan Partai Komunis Indonesia (PKI) pada tahun1960-an. Partai ini sangat anti terhadap seni budaya dan sastra bernuansa agama, moralitas, peradaban, semangat nasionalis, penegakan keadilan dan kebenaran dan berupaya menenggelamkannya. Faktor lain yang menyebabkan kemunduran perkembangan karya sastra agung tersebut, karena cukup banyak kata dan kalimatnya yang disajikan dalam bahasa Melayu Kuno/Klasik yang sulit dipahami makna harfiahnya. Selajutnya kiasan, metafora, dan tasawuf yang terdapat di dalam pasal dan bait tertentu tidak dimengerti masyarakat awam. Akibat hal-hal tersebut, masyarakat cenderung tidak berminat terhadap Gurindam Dua Belas karena tidak dapat memahami muatan nilai-nilainya secara keseluruhannya.

      SLIDER
      Pertandingan Gurindam di Kota Tanjungpinang
      Sumber: Balai Pelestarian Nilai Budaya Tanjungpinang

      Berdasarkan fakta di atas dan didorong semangat mengembangkan potensi-potensi yang memiliki Gurindam Dua Belas baik untuk menunjang pembangunan karakter dan jati diri masyarakat yang bermartabat, Pemerintah Kota Tanjungpiang berinisiatif mengemas bahasanya yang mudah dimengerti masyarakat dan kalangan pelajar. Hal ini dilakukan Pemko tersebut pada tahun 2009. Nama kegiatannya Penafsiran dan Penjelasan Kata-Kata Klasik Gurindam Dua Belas. Pihak yang dilibatkan Pemko Tanjungpinang melakukan hal ini: Lembaga Adat Melayu Provinsi Kepulauan Riau, Mui dan Depag Kota Tanjungpinang, Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Tanjungpinang dan stake holder terkait lainnya.

      Hasil kegiatan tersebut di atas, mendapat apresiasi dari masyarakat terutama para pendidik dan budayawan Kota Tanjungpinang. Dua orang budayawan dan penulis kreatif di kota ini yaitu Drs. H. Abdul Malik, M.Pd dan H. Abdul Kadir Ibrahim, menulis Gurindam Dua Belas diterbitkan media cetak lokal. Mendukung pelestarian karya sastra agung ini, Balai Pelestarian Nilai Budaya Tanjungpinang mengangkatnya melalui kegiatan seminar. Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan Stake holder terkait memberi dukungan penuh melestarikan Gurindam Dua Belas dengan cara dijadikan Muatan lokal di sekolah-sekolah. Karena mendapat tempat di masyarakat Kepulauan Riau, banyak pihak mengadakan lomba menyairkan karya sastra tersebut. Bulan Agustus 2014, Balai Pelestarian nilai Budaya Tanjungpinang mengadakan Pekan Budaya Melayu dipusatkan di Pulau Batam (9 s/d 13 Agustus 2014). Salah satu lomba dilaksanakan dalam kegiatan ini mengulas Isi/Nilai Gurindam Dua Belas. Sambutan guru, pelajar, dan stake holder budaya di Batam menyambut baik kegiatan tersebut dan meminta dijadikan agenda tahunan oleh Balai Pelestarian Nilai Budaya Tanjungpinang.

    • Asal daerah Gurindam Dua Belas


      Gurindam Dua Belas merupakan salah satu puisi Melayu lama, hasil karya Raja Ali Haji seorang sastrawan dan Pahlawan Nasional dari Pulau Penyengat, Provinsi Kepulauan Riau. Gurindam ini ditulis dan diselesaikan di Pulau Penyengat pada tanggal 23 Rajab 1264 Hijriyah atau 1847 Masehi pada saat Raja Ali Haji berusia 38 tahun.

      Lokasi Pulau Penyengat

    • Pengertian dan Ciri-ciri Gurindam Dua Belas


      Pengertian Gurindam

      Perkataan gurindam berasal dari bahasa Tamil, sama dengan perhiasan atau bunga dalam arti kiasan, suara, tutur kata berbunga-bunga, berperiasan untuk menarik dan melembutkan hati orang-orang yang mendengar atau kepada siapa ditujukan. Ada kalanya kalimat perhiasan-perhiasan itu disertai dengan petatah-petitih yang dipadu dengan kalimat bersajak dan berirama. Sedangkan isi gurindam merupakan sebab akibat. Baris pertama gurindam merupakan suatu sebab, sedangkan baris kedua merupakan simpulan akibat. Suku kata pada baris pertama dan kedua diusahakan sama untuk menjaga keseimbangan irama.

      SLIDER
      Contoh Gurindam Dua belas yang tertulis dalam buku
      Sumber: https://syafrein.wordpress.com/

      Gurindam Dua Belas merupakan puisi yang terdiri dari dua baris. Seiring dengan perkembangannya, penyampaian karya sastra agung ini yaitu disyairkan. Syair merupakan wahana yang efektif untuk memasyarakatkan karya sastra tersebut. Sebagaimana diketahui bahwa syair merupakan produk seni budaya yang melembaga dalam kehidupan masyarakat Melayu Kepulauan Riau dan puak-puak Melayu lainnya di dalam dan luar Indonesia. Atas dasar itulah, syair dijadikan unsur penting penyampaian Gurindam Dua Belas. Salah seorang masyarakat Pulau Penyengat yang mengasas dan menggagas melakukan hal tersebut dalam upaya melestarikan Gurindam Dua Belas bernama R. Abdurahman. Hal ini beliau gagas diterima masyarakat dan sampai sekarang penyajian Gurindam Dua Belas dengan cara disyairkan.

      Pada tahun 1960-an, Gurindam Dua Belas termasuk dalam pembelajaran sastra di Indonesia. Hal ini dikarenakan, Gurindam Dua Belas memiliki muatan nilai yang potensial menjadi sumber pembelajaran agama Islam dan budi pekerti manusia secara universal. Karya sastra ini tidak hanya terfokus pada umat Islam, tetapi juga bisa diterima oleh umat beragama lainnya, karena menampilkan pendidikan hidup bermasyarakat dan pendekatan pada Sang Pencipta, sehingga sangat digemari oleh masyarakat Melayu Nusantara pada masa silam.

      SLIDER
      Gurindam Pasal kesebelas yang tertulis di dinding
      Sumber: https://syafrein.wordpress.com/

      Pengertian gurindam telah tertera pada bagian mukadimah berbunyi :

            Adapun arti gurindam
            Adalah perkataan bersajak
            Pada akhir pasangannya
            Sempurna perkataannya
            Dengan satu pasangannya sajak pertama isyarat,
            Sajak ke dua jawababannya
            Persimpanagan yang indah-indah
            Yaitu ilmu yang memberi faedah
            Aku hendak bertutur
            Akan gurindam yang teratur


      Gurindam memiliki ciri-ciri tertentu, yaitu:

      Rangkap

      Gurindam memiliki dua atau beberapa baris dalam satu bait. Setiap baris memiliki isi atau maksud dan bersambung dengan baris rangkap selanjutnya, sehingga membentuk satu makna yang lengkap. Baris pertama berisi syarat dan baris kedua berisi jawaban dari "syarat" baris pertama.


      Perkataan dan Suku Kata

      Jumlah kata-kata tiap baris dan suku kata tidak terbatas.


      Rima

      Rima akhir tidak tetap. Tetapi sering kita temukan (didalam Gurindam Dua Belas memiliki rima yang terdengar sama)


    • Pengarang Gurindam Dua Belas


      Raja Ali Haji adalah pengarang dari sebuah karya yang sangat terkenal, yaitu Gurindam Dua Belas. Raja Ali Haji diperkirakan hidup antara tahun 1808-1873. Ia adalah seorang bangsawan, sastrawan, sejarawan, budayawan, ulama, dll. Ayahnya, Raja Ahmad, adalah seorang penasihat Kerajaan dan ibunya, Encik Hamidah binti Panglima Selangor, adalah putri Raja Selangor. Sedangkan kakeknya bernama Raja Haji Fisabillih. Berbagai ilmu, seperti agama Islam, adat-istiadat, dan bahasa Melayu dan Arab, telah dipelajari oleh Raja Ali Haji. Bakatnya yang menonjol adalah menulis dan ia sangat berminat pada bidang sejarah, adat-istiadat, pemerintahan, dan syair.

      SLIDER
      Raja Ali Haji
      Sumber: https://www.wikiwand.com/

      Setelah dewasa, Raja Ali Haji menuangkan semua yang diketahuinya ke dalam tulisan-tulisan yang isinya beragam. Karyanya antara lain Gurindam Dua Belas, Kitab Pengetahuan Bahasa, Bustanulkatibin (Taman para penulis), Tsamarat al Muhimmah (ajaran yang berguna), Tuhfat al Nafis (Hadiah yang berharga), Silsilah Melayu dan Bugis, Syair suluh Pegawai, Syair Siti Sianah, Syair Sinar Gemala Mestika Alam. Gurindam Dua Belas termasuk dalam salah salah satu karya sastra puisi lama yang sangat terkenal hingga sekarang. Tetapi, kemunculan karya sastra gurindam mulai tersingkirkan perlahan-lahan sekitar tahun 1998-2000an, Hal ini disebabkan muncul karya sastra puisi baru atau modern yang lebih mendominasi perhatian masyarakat.

    • Makna yang terkandung pada setiap pasal Gurindam 12


      GURINDAM DUA BELAS
      karya: Raja Ali Haji

      Video Pembacaan Gurindam Dua Belas Raja Ali Haji

      Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=6M7w-17PypY


      Berikut ini pasal-pasal yang termuat dalam Gurindam Dua Belas. Pilihlah pasal-pasal dalam Gurindam Dua Belas untuk melihat penjelasannya!

  • Penutup

    Gurindam dua belas dapat terkenal hingga sekarang karena memiliki keindahan seni yang dihiasi dengan tuntunan moral, sehingga popular sampai sekarang. Selain itu, isinya yang lebih singkat, padat dapat dengan mudah diterima oleh masyarakat hingga sekarang. Gurindam dua belas berisikan nasihat dan petunjuk menuju hidup yang diridai oleh Allah swt. Sehingga sikap yang perlu ditanamkan pada generasi muda terhadap nilai budaya tersebut yaitu memaknai nasihat yang terkandung di dalamnya dan menerapkannya dalam kehidupan di masyarakat.

    Manfaat yang diperoleh dari budaya tersebut yaitu sebagai upaya untuk melestarikan karya sastra bangsa Indonesia yang memiliki keindahan seni serta berisikan nasihat dan petunjuk menuju hidup sehingga dapat menjadi nasihat bagi generasi muda dalam menjalani hidup. Serta untuk menunjang pembangunan karakter dan jati diri masyarakat yang bermartabat.

  • Daftar Pustaka:

      - Balai Pelestarian Nilai Budaya Tanjungpinang. 2014. Gurindam Dua Belas.
      - https://id.wikipedia.org/wiki/Gurindam_Dua_Belas, diakses 8 Juni 2016
      - http://www.rajaalihaji.com/id/works.php?a=SEovUnMvVw%3D%3D, diakses 8 Juni 2016
      - http://intipsejarah.blogspot.co.id/2015/06/sejarah-gurindam-dua-belas.html, diakses 8 Juni 2016
      - http://www.huteri.com/2141/mengenal-makna-atau-maksud-dari-gurindam-12. Mengenal makna atau maksud dari Gurindam Dua Belas diakses tanggal 16 Agustus 2016
      - Sejarah Singkat Kerajaan Riau. http://keprikita.blogspot.co.id/2015/01/sejarah-singkat-kepulauan-riau_14.html, diakses 18 Agustus 2016