• Sinopsis

    SLIDER
    Benteng pertahanan bukit kursi, Pulau Penyengat
    Sumber: https://robbihafzan.wordpress.com

    Benteng Bukit Kursi merupakan salah satu bukti peninggalan sejarah Kerajaan Melayu yang terdapat di Pulau Penyengat, Kepulauan Riau. Nama benteng diambil dari lokasi dimana benteng tersebut dibangun yaitu Bukit Kursi. Pada jaman dahulu, Benteng Bukit Kursi digunakan sebagai tempat untuk menjaga dan mempertahankan kedaulatan dari serangan musuh karena letaknya yang cukup strategis yaitu selain di dataran tinggi dan juga menghadap ke laut lepas.

  • Pendahuluan


    Peta
    Pulau Penyengat di Kepulauan Riau
    Sumber: www.lobo.kinemotion.de

    Kepulauan Riau merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang letaknya sangat strategis yaitu berada pada pintu masuk selat Malaka dari sebelah Timur dan berbatasan dengan Singapura dan Malaysia disebelah Barat. Selain letaknya yang sangat strategis, Kepulauan Riau dianugerahi dengan keindahan alamnya yang berbentuk kepulauan. Salah satu pulau dalam gugusan wilayahnya adalah Pulau Penyengat, sebuah pulau yang berjarak kurang lebih 2 km dari pusat pemerintahan. Pulau Penyengat merupakan salah satu obyek wisata di Kepulauan Riau, dipulau ini banyak ditemukan peninggalan bersejarah pada masa kerajaan Melayu. Peninggalan masa Melayu yang terkenal di pulau ini adalah Masjid Penyengat yang sangat unik karena terbuat dari campuran putih telur dan tanah liat sebagai pengganti semen. Selain itu, di daerah ini juga terdapat makam raja-raja dari kerajaan Riau Lingga, diantaranya adalah makam Raja Haji Fisabilillah dan makam Raja Ali Haji.


    SLIDER SLIDER
    Makam raja-raja Kerajaan Melayu
    Sumber: www.dherdian.wordpress.com

    Bangunan bersejarah lainnya yang cukup penting di pulau Penyengat adalah sebuah benteng yang masih berdiri kokoh sampai sekarang yaitu Benteng Bukit Kursi. Benteng tersebut merupakan salah satu bukti peninggalan sejarah Kerajaan Melayu dalam menjaga dan mempertahankan kedaulatan wilayah kerajaannya dari serangan musuh. Benteng Bukit Kursi merupakan benteng yang pertama dibangun dalam waktu empat tahun (1782 – 1784SM). Benteng ini berfungsi sebagai perisai yang tangguh dalam menghalau penjajah Belanda yang akan memasuki Pulau Penyengat, sehingga istana dan bangunan kerajaan lain yang terdapat dalam kompleks kerajaan dapat terhindar dari serangan musuh dan sebagai. Selain Benteng Bukit Kursi, di Pulau Penyengat juga terdapat Benteng Bukit Senggawe dan Benteng Pulau Siantan.

    SLIDER
    Benteng Bukit Kursi
    Sumber:www.Kijanglocalmusician.blogspot.com

  • Indikator

    Tujuan Pembelajaran:

    Untuk mengenal benteng Bukit Kursi sebagai benteng peninggalan sejarah kerajaan Melayu di pulau Penyengat.

    Setelah mempelajari konten budaya mengenai Benteng Bukit Kursi, pembaca diharapkan dapat:

      1. Menjelaskan tentang Benteng Bukit Kursi di pulau Penyengat
      2. Menjelaskan tentang pendiri benteng Bukit Kursi
      3. Menjelaskan tentang kapan benteng Bukit Kursi dibangun
      4. Menjelaskan lokasi benteng Bukit Kursi
      5. Menjelaskan tujuan benteng Bukit Kursi dibangun
      6. Menjelaskan struktur benteng Bukit Kursi
      7. Menjelaskan status benteng Bukit Kursi sebagai Cagar Budaya melalui SK Kemenbudpar
      8. Menjelaskan instansi yang mengelola benteng Bukit Kursi
  • Uraian Materi

    • 1
    • 2
    • 3
    • Sejarah Benteng Bukit Kursi

      Pulau Penyengat di Kepulauan Riau terbukti memiliki peranan yang cukup penting pada masa kerajaan Melayu. Di pulau tersebut dibangun sebuah benteng yang berfungsi sebagai sarana untuk melindungi negara dari serangan musuh. Benteng yang terkenal dengan sebutan Bukit Kursi tersebut menurut sejarah dibangun oleh Raja Haji Fisabilillah Yang Dipertuan Muda Riau IV yang pada saat itu menjabat sebagai Raja Kerajaan Melayu Riau. Benteng Bukit Kursi dibangun dalam jangka waktu empat tahun sekitar 1780-1784 SM tepatnya di atas sebuah bukit di sebelah atas dari makam Raja Abdurrahman Yang Dipertuan Muda Riau VII, sang pendiri Masjid Penyengat. Benteng Bukit Kursi dibangun dalam rangka mengantisipasi serangan Kompeni Belanda setelah pihak Belanda mengingkari perjanjian persahabatan dengan Kerajaan Melayu Riau yang ditandatangani tahun 1780 di Pulau Penyengat.

      Benteng Bukit Kursi
      Benteng pertahanan bukit kursi, Pulau Penyengat
      Sumber: https://robbihafzan.wordpress.com

      Pada masa kerajaan Melayu, Benteng Bukit kursi memiliki 90 meriam yang didatangkan dari Eropa yang diletakkan di setiap sudut strategis di pulau Penyengat. Konon Benteng Bukit Kursi merupakan benteng yang cukup tangguh untuk melindungi kerajaan dari penjajah kolonial yang berusaha menyerang masuk ke dalam pulau Penyengat. Tidak jauh dari Benteng Bukit Kursi, terdapat bangunan yang disebut masyarakat sebagai gedung obat bedil atau gudang mesiu. Fungsi bangunan gudang mesiu adalah sebagai tempat untuk menyuplai mesiu senjata meriam ketika perang berlangsung.


      Gudang Mesiu
      Gudang Mesiu di Pulau Penyengat
      Sumber: https://harkit-sasmito.blogspot.co.id/
    • Keistimewaan Benteng Bukit Kursi

      Benteng Bukit Kursi memiliki keistimewaan dari segi bentuknya. Benteng pertahanan yang terletak di atas bukit seluas 11.000 m² dengan luas bangunan 7.081,66 m² ini dibangun dalam bentuk parit-parit yang digali sedalam 1 meter dan menghubungkan tiap-tiap lokasi meriam. Parit-parit tersebut yang membedakan bentuk benteng secara umum pada masanya. Bentuk bangunan dibuat untuk menghindari serangan musuh yang datang dalam jumlah besar serta memiliki persenjataan yang lengkap. Di samping itu, parit-parit tersebut juga berfungsi sebagai jalur untuk menyuplai bubuk mesiu bagi persenjataan meriam.


      Parit Benteng Bukit Kursi
      Salah satu parit bagian dari Benteng Bukit Kursi
      Sumber: www.kijanglocalmusician.blogspot.com

      Benteng Bukit Kursi berdenah segi empat memanfaatkan sebuah bukit (gundukan tanah). Dinding-dindingnya dibuat dari tanah yang bagian luarnya diperkuat dengan struktur bata yang disemen. Pada sudut-sudutnya terdapat bastion (bagian yang menonjol pada sebuah benteng). Pada bagian tengah dinding sebelah barat dan timur terdapat bagian yang menonjol berbentuk setengah lingkaran dengan garis tengah 9,80 m. Ukuran panjang setiap sisi benteng berbeda-beda. Rata-rata panjang 75 m (dinding utara dan selatan) dan lebar 94 m (dinding timur dan barat) sedangkan tingginya rata-rata 1,70m. Pada tahun2004, Benteng Bukit Kursi telah ditetapkan menjadi Cagar Budaya melalui Surat Keputusan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor KM.14/PW.007/2004 yangt kemudian diperbarui dengan Nomor 27/BCB-TB/C/01/2007 dan 34/BCB-TB/KEPRI. Situs Benteng Bukit Kursi ini saat ini berada di bawah pengelolaan Pemerintah Kota Tanjungpinang.


      SLIDER SLIDER
      Benteng bukit kursi
      Sumber: https://flickr.com


    • 3. Lokasi Benteng Bukit Kursi


      Perjalanan Ke Pulau Penyengat
      Animasi perjalanan menuju pulau Penyengat dan Benteng Bukit Kursi
      Sumber:www.petalengkap.blogspot.com

      Benteng Bukit Kursi terletak di Pulau Penyengat, Kelurahan Penyengat, Kecamatan Tanjung Pinang, Kota Tanjung Pinang, Propinsi Kepulauan Riau, Indonesia. Untuk mencapai benteng Bukit Kursi perjalanan dapat dimulai dari Bandar Udara Raja Haji Fisabilillah menuju Pelabuhan Sri Bintan Pura dengan menggunakan angkutan kota.


      Kemudian, dari Pelabuhan Sri Bintan Pura perjalanan dilanjutkan menuju Pulau Penyengat dengan lama perjalanan sekitar 15 menit menggunakan perahu pompon atau perahu kayu yang merupakan satu-satunya moda transportasi ke Pulau Penyengat. Dengan menggunakan pompong dari pelabuhan penyengat yang berada di daerah pasar Tanjungpinang, dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih lima belas menit perjalanan.


  • Penutup

    Sikap yang perlu ditanamkan pada generasi muda terhadap nilai budaya tersebut adalah:

       1. Mengetahui peninggalan sejarah kerajaan Melayu
       2. Mengetahui kisah perjuangan Kerajaan Melayu
       3. Mengetahui keistimewaan benteng Bukit Kursi
       4. Mengenal warisan budaya pada masa kerajaan Melayu


    Manfaat yang diperoleh sebagai hasil dari selesainya mempelajari konten budaya tersebut adalah:

       1. Menumbuhkan kecintaan akan negara Indonesia
       2. Menumbuhkan rasa nasionalisme
       3. Menumbuhkan sikap pantang mundur untuk menjaga kesatuan negara
       4. Sebagai warisan budaya yang perlu dijaga dan dilestarikan
  • Daftar Pustaka/Tautan:

    • https://wisatasumatera.wordpress.com/wisata-kepulauan-riau/benteng-bukit-kursi/
    • http://agussudarmanfkip92.blogspot.co.id/2014/05/bukit-kursi-benteng-pertahanan-kerajaan.html
    • http://databudaya.net/index.php/databudaya/databudayaatribut/cabud/id/1554
    • http://haluankepri.com/tanjungpinang/45862-bukit-kursi-benteng-pertahanan-kerajaan.html