• Sinopsis


    Rumah Bolon Simalungun adalah rumah adat suku Batak Simalungun yang lokasinya berada di Pematang Purba Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Rumah ini modelnya seperti rumah panggung, berbentuk empat persegi panjang dan merupakan peninggalan bersejarah raja-raja Batak Simalungun. Hal yang unik dari Rumah Bolon Simalungun adalah bahwa sebagian besar rumah tersebut berasal dari kayu dan dibangun tanpa menggunakan paku, melainkan dengan tali yang diikat sedemikian rupa. Pada bagian badan rumah terdapat berbagai ukuran maupun gambar yang memiliki makna sesuai dengan kehidupan masyarakat Batak Simalungun.

  • Pendahuluan


    Suku bangsa Batak mengenal beberapa jenis rumah adat Bolon, salah satunya adalah rumah adat Bolon Simalungun yang lokasinya berada di Nagari Pematang Purba, kecamatan Purba di kabupaten Simalungun Sumatera Utara.

    SLIDER
    Peta Pematang Purba Kabupaten Simalungun lokasi Rumah Bolon Simalungun
    Sumber : googlemaps

    Untuk mencapai lokasi tersebut, kita harus menempuh jarak kurang lebih 181 km ke arah barat daya dari kota Medan atau 70 km dari Pematangsiantar, sedangkan lokasi rumah Bolon Simalungun terletak di desa Pematang Purba sekitar 200 meter dari jalan umum dan jika ditempuh dengan kendaraan memerlukan waktu tempuh kurang lebih 1,5 jam dari Brastagi. Rumah Bolon artinya adalah rumah besar karena memang ukurannya yang cukup besar. Rumah adat ini sekaligus menjadi simbol status sosial masyarakat Batak yang tinggal di Sumatera Utara. Masyarakat Batak di sana terdiri dari 6 sub-etnis, yakni Karo, Simalungun, Pakpak, Toba, Angkola, dan Mandailing. Masing-masing sub-etnis memiliki Rumah Bolon masing-masing.Untuk mendapatkan gambaran yang lebih mendalam, maka dalam naskah ini, hanya akan dibahas satu Rumah Bolon saja, yaitu Rumah Bolon Simalungun.


    Pada awalnya, rumah Bolon Simalungun adalah istana tempat tinggal raja Batak Simalungun. Oleh karena itu, arsitektur maupun fungsi bagian-bagian dari rumah Bolon disesuaikan dengan adat istiadat kerajaan maupun kepercayaan yang dianut. Banyak makna filosofis yang terkandung di dalamnya sehingga menarik untuk dikaji. Dalam perkembangannya yang sekarang ini, keberadaan rumah Bolon telah menjadi salah satu objek wisata budaya yang menarik bagi para wisatawan.

    SLIDER
    Rumah Bolon di Simalungun
    Sumber : www.google.co.id/maps/place/Pematang+Purba,+Purba,+Simalungun+Regency,+North+Sumatra

    Rumah Bolon di Pematang Purba ini merupakan peninggalan raja Simalungun Pertama, yaitu Pangultop-ultop yang dibangun sejak tahun 1515. Raja ini memiliki banyak istri, namun uniknya ruangan dalam rumah Bolon ini tidak memiliki banyak kamar. Rumah ini juga dibangun tanpa menggunakan paku, dan untuk menyatukan tiang dengan bagian lainnya hanya diikat saja. Bagian-bagian lain dari rumah Bolon seperti ornamen, hiasan, serta arsitektur lainnya mengandung banyak makna filosofis yang menarik untuk dipelajari.

  • Indikator

    Tujuan Pembelajaran:

    Setelah mempelajari konten budaya mengenai Rumah Bolon Simalungun, pembaca diharapkan dapat:

      1. mengetahui sejarah singkat keberadaan rumah Bolon Simalungun
      2. mengetahui arsitektur tradisional rumah Bolon Simalungun
      3. mengetahui makna filosofi yang terkandung dalam rumah Bolon Simalungun
      4. mengetahui ciri khas rumah Bolon Simalungun
  • Uraian Materi

    • 1
    • 2
    • 3
    • 4
    • Sejarah Singkat Rumah Bolon Simalungun

      SLIDER

      Rumah Bolon

      Sumber: : http://1.bp.blogspot.com/-oND6Rls5Z-I/Vg7kCoslOjI/AAAAAAAALqU/4eGX9ZgIIdM/s1600/rumah%2Bbolon.JPG

      Suku bangsa Batak Simalungun merupakan salah satu sub-suku batak yang tinggal di Sumatera Utara. Suku ini memiliki rumah adat yang disebut Rumah Bolon, yang artinya rumah besar karena memang ukurannya yang cukup besar. Keberadaan rumah adat ini sekaligus menjadi simbol status sosial bagi masyarakat Batak yang tinggal di Sumatera Utara.

      Rumah Bolon Simalungun di bangun oleh seorang Raja yang memerintah pada saat itu. Perancangnya adalah seorang arsitektur kuno dari simalungu. Menurut cerita masyarakat setempat bahwa rumah tersebut sudah berumur ratusan tahun dan di bangun tanpa paku hanya diikat dan di kunci menggunakan kayu karena pada jaman dahulu masyarakat belum mengenal paku. Bahan-bahan kayu yang dipergunakan untuk membangun adalah kayu pilihan yang di potong secara manual. Pada jaman dahulu rumah raja tersebut dibangun oleh masyarakat secara gotong royong. Atap rumahnya terbuat dari ijuk yang di kumpulkan, kemudian dianyam dan disusun serta di ikat langsung.


      Video rumah balon simalungun

      sumber: https://www.youtube.com/watch?v=7fmQkfy0mCw

    • Raja-raja yang Pernah Menempati Rumah Bolon Simalungun

      Menurut informasi yang tertulis di sepotong papan yang ada di dalam Rumah Bolon Simalungun, ada 14 nama-nama raja, lengkap dengan tahun berkuasanya.

      SLIDER
      Papan nama raja-raja Simalungun
      Sumber:http://3.bp.blogspot.com/-Md6aE2_64Dc/UnE6h7-T9DI/AAAAAAAABno/t5maoJDQ9mE/s1600/030.JPG

      Biar lebih jelas, berikut daftar 14 nama raja beserta tahun berkuasanya :


        1. Pangultop-ultop (1624-1648)
        2. Ranjinman (1648 – 1669)
        3. Nanggaraia (1670 – 1692)
        4. Butiran (1692 – 1717)
        5. Bakkararaja (1738-1738)
        6. Baringin (1738-1769)
        7. Bona Batu (1769-1780)
        8. Raja Ulan (1781-1769)
        9. Atian (1800-1825)
        10. Horma Bulan (1826-1856)
        11. Raondop (1856-1886)
        12. Rahalim (1886-1921)
        13. Karel Tanjung (1921-1931), dan
        14 Mogang (1933-1947)

      Istana Bolon Simalungun didirikan oleh Tuan Rahalim, seorang raja yang gagah perkasa dan memi¬liki 24 istri. Dari keduapuluh empat istri tersebut, yang tinggal di istana hanya puang bolon (per¬maisuri) saja, 11 orang sebagai nasi puang (selir) serta anaknya sebanyak 46 orang, sedangkan yang 12 orang lagi tinggal di kampung-kampung di wila¬yah kerajaannya. Seiring pengakuan kedaulatan RI. Kerajaan Purba pun berakhir tahun 1947. Tuan Mogang Purba (Raja XIV sejak tahun 1933) menjadi raja terakhir.

      Pada tahun 1961, Pewaris kerajaan menyerahkan istana dan perangkatnya ke Pemda Simalungun. yang kemudian langsung diperbaiki dan direnovasi. Selain itu, jalan yang menuju ke istana juga diperbaiki. Pada tahun 1968, Bupati Simalungun "pada waktu itu Kol Rajamin Purba SH" mempromosikan istana tersebut sebagai distinasi wisata sehingga para wisatawan mulai berdatangan untuk menyaksikan keindahan Istana Bolon Simalungun yang luas kawasannya mencapai lima hektar.

    • Arsitektur Tradisonal Rumah Bolon Simalungun


      Bangunan arsitektur tradisional rumah bolon Simalungun memiliki kekhasan tersendiri, yaitu hanya menggunakan tali untuk menyatukan bahan-bahan rumah. Tali ini diikatkan ke kayu dengan kuat agar rangka rumah tidak longgar ataupun rubuh suatu saat. Ciri khas bangunan lainnya adalah konstruksi bagian bawah atau kaki bangunan yang berupa susunan kayu glondongan yang masih bulat-bulat, dengan cara silang menyilang dari sudut ke sudut. Selain itu, ciri khas lainnya juga terlihat dari bentuk atap di mana pada anjungan diberi limasan berbentuk kepala kerbau lengkap dengan tanduknya.


      SLIDER
      Rumah Bolon Simalungun dengan kepala kerbau pada limasannya
      Sumber: http://2.bp.blogspot.com/-8OLyeYx1leM/TkS1PsBi0XI/AAAAAAAAAWM/64AlmA20lwo/s1600/DSCN9724.JPG

      Rumah Bolon Simalungun merupakan bangunan rumah utama yang besar, ditambah satu dua bangunan lain di sekitarnya dengan fungsi masing-masing. Beberapa kekhasan arsitektur Rumah Bolon ini adalah:

      1. Bagian depan (lopou). menja¬di tempat puang pardahan (isteri raja pemasak makanan ta¬mu) dan puang poso (pemasak nasi raja). Di sisi kanannya, ter¬dapat kamar tidur raja, layak¬nya rumah kecil punya atap, dinding dan pintu. Di kolong¬nya sebuah kamar ajudan raja yang dikebiri (ikasihkon).


      2. Karena raja sering kawin, lo¬pou pun menjadi sempit, sehing¬ga diperluas ke belakang. Ruang inilah yang dihuni puang parorot (istri raja penjaga anak), puang paninggiran (pimpinan upacara kesurupan), puang pamokkot (pimpinan upacara me¬masuki rumah baru), puang siappar apei (pengatur ruangan dan memasang tikar), puang siombah bajut (pimpinan pembawa per¬alatan makan sirih), puang bona, puang bolon (permaisuri), puang panakkut (bertugas di rumah bolon) danpuang juma bolang (istri raja memimpin perladangan).


      3. Di dinding sebelah kanan ada dua gong (ogung) dan jika anak raja lahir putri, gong ini dipalu dalam bilangan genap. Sebalik-ya, jika lahir putra, bedil untuk upacara adat tersimpan agak ke dalam diletuskan dalam bilang-an ganjil.


      4. Rumah Bolon berbentuk persegi empat yang ditopang dengan tiang-tiang yang kokoh sehingga modelnya seperti rumah panggung. Lantai rumah ini tingginya sekitar 1,75 meter dari tanah sehingga menyebabkan penghuni rumah atau tamu yang hendak masuk ke dalam rumah harus menggunakan tangga. Tangga rumah Bolon terletak di tengah-tengah badan rumah. Hal ini menyebabkan apabila si penghuni rumah atau tamu berjalan melalui tangga harus menunduk. Bagian dalam rumah Bolon adalah sebuah ruang kosong yang besar dan terbuka tanpa kamar. Tiang-tiang penyangga yang kokoh menopang tiap sudut rumah termasuk juga lantai dari rumah Bolon. Atap Rumah Bolon bentuknya melengkung pada bagian depan dan belakang sehingga mirip seperti pelana kuda.


      5. Di sini juga ada tiang pan ra¬ja,tempat peletakan tanduk kerbau tanda penabalan raja. Ada 13 jumlah tanduk kerbau, yang melambangkan banyaknya raja.


      6. Pada badan rumah Bolon terdapat berbagai ukiran maupun gambar yang memiliki makna sesuai dengan kehidupan masyarakat Batak.


      *Beberapa bagian dari rumah Bolon di Simalungun*

    • Ciri Khas dan Makna Filosofis Rumah Bolon Simalungun

      Pada masa dahulu Rumah Bolon ini adalah kediaman seorang raja yang pernah berkuasa di wilayah Simalungun. Raja tersebut bernama Raja Purba XII Tuan Rahalim yang merupakan seorang raja yang pernah berjaya di Simalungun pada pertengahan abad ke-19 dan merupakan salah satu raja yang namanya tersohor di Nusantara.

      Raja Purba dikenal oleh rakyat Simalungun sebagai raja yang sangat piawai dalam memimpin sehingga sosoknya pun sangat disegani oleh masyarakat. Raja yang mempunyai 24 orang istri tersebut, merupakan seorang raja yang jasa-jasanya dalam membangun kebudayaan Simalungun telah diakui karena kejayaan kebudayaan Simalungun sendiri berada pada masa kepemimpinannya.


      Sentuh untuk memperbesar gambar.


      Pintu masuk rumah adat ini, dahulunya memiliki dua macam daun pintu, yaitu daun pintu yang horizontal dan vertikal. Tetapi sekarang daun pintu yang horizontal tak dipakai lagi. Dengan adanya pintu vertikal, maka orang yang memasuki ruangan harus menunduk. Maknanya adalah penghormatan kepada pemilik rumah, sekaligus menghormati Sang Pencipta. Ruangan dalam rumah adat merupakan ruangan terbuka tanpa kamar-kamar. Meskipun begitu, bukan berarti tidak ada pembagian ruangan. Dalam rumah adat ini pembagian ruangan dibatasi oleh adat mereka yang kuat. Pada bagian depan rumah Bolon, tepatnya di atas pintu terdapat gorga, sebuah lukisan berwarna merah, hitam, dan putih. Biasanya terdapat lukisan hewan seperti cicak, ular ataupun kerbau.

      Dua hewan yang menjadi dekorasi rumah Bolon memiliki makna yang dalam. Pada gorga yang dilukis gambar hewan cicak bermakna, orang batak mampu bertahan hidup di manapun meski dia merantau ke tempat yang jauh sekalipun. Hal ini karena orang batak memiliki rasa persaudaraan yang sangat kuat dan tidak terputus antara sesama sukunya, sedangkan gambar kerbau bermakna sebagai ucapan terima kasih atas bantuan kerbau telah membantu manusia dalam pekerjaan ladang masyarakat.

      Keindahan rumah Bolon masih terus berlanjut. Atap yang menjadi pelindung rumah memiliki ciri khas yang unik. Dua ujung lancip di depan dan di belakang. Namun ujung pada bagian belakang lebih panjang agar keturunan dari yang memiliki rumah lebih sukses nantinya.

      SLIDER
      Atap Rumah Bolon dengan kepala kerbau di ujung limasan dan ornament
      sumber : www.commons.wikimedia.org
  • Penutup

    Sikap yang perlu ditumbuhkembangkan pada generasi muda mengenai nilai-nilai budaya yang terkandung dalam Rumah Bolon Simalungun adalah:

       1. menghargai budaya peninggalan generasi pendahulu
       2. mencintai peninggalan cagar budaya Indonesia
       3. mengenal sejarah bangsa


    Manfaat yang dapat diperoleh sebagai hasil dari selesainya mempelajari konten budaya yang berjudul Rumah Bolon Simalungun adalah :

       1. terciptanya perasaan atau keinginan untuk melestarikan peninggalan budaya
       2. meningkatkan minat pada dunia sejarah dan budaya dan
       3.membangkitkan rasa nasionalisme kebangsaan.
  • Daftar Pustaka/Tautan:

    • http://kebudayaanindonesia.net/kebudayaan/867/rumah-bolon
    • http://www.tradisikita.my.id/2015/10/rumah-bolon-rumah-adat-raja-batak.html
    • http://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbjambi/2014/08/19/istana-raja-purba-rumah-bolon-menakjubkan-sayang-kurang-polesan/
    • http://kisahasalusul.blogspot.com/2015/08/rumah-adat-sumatera-utara-batak-gambar.html
    • http://web.archive.org/web/20140517133751/http://adatbudayaindonesiaku.blogspot.com/2013/03/filosofi-rumah-bolon-sumatera-utara.html
    • http://pematang-purba.blogspot.co.id/2013/10/rumah-bolon-tradisional-kerajaan-purba.html