Mengaji Sampai Tepi

 Mengaji Sampai ke Tepi adalah ungkapan yang sering terdengar di daerah Lampung khususnya untuk masyarakat asli di sana. Mengaji samapi ke tepi artinya mempelajari Al Qurán hingga tamat sebagai bekal untuk mengarungi kehidupan agar senantiasa berpegang teguh kepada ajaran agama.

Masyarakat suku asli Lampung yang memegang erat tradisi ini adalah Masyarakat Adat Pepadun dan Masyarakat Adat Sebatin. Masyarakat Adat Pepadun yang umumnya tinggal di daerah pedalaman Lampung, memiliki sub-suku lagi yang terdiri dari Abung Siwo Mego, Mego Pak Tulangbawang, Pubian Telu Suku , Masyarakat Sungkay-WayKanan. Sedangkan Masyarakat Adat Sebatin tinggal di daerah pesisir barat dan selatan memiliki sub-suku Peminggir Paksi Pak dan Komering-Kayuagung.

Masyarakat Adat Pepadun dan Sebatin yang tinggal di daerah Lampung memiliki tradisi kemasyarakatan yang mengandung unsur kebudayaan Islam. Salah satu tradisi tersebut adalah orang tua memiliki rasa malu yang tinggi apabila anak mereka tidak mampu untuk membaca Al Qurán dengan lancar.

Kebiasaan yang ada pada Masyarakat Adat Pepadun dan Sebatin yang tinggal di daerah Lampung adalah anak-anak yang berusia 7 tahun sudah mahir membaca Al Qurán dan saat usia 10 tahun mereka sudah mampu untuk mengkhatamkan bacaan Al Qurán.


   


Belum ada komentar

Silahkan Masuk untuk mengirimkan komentar
Silahkan Masuk untuk Bahan Teori
Silahkan Masuk untuk Download Bahan LKS
Silahkan Masuk untuk Download Peta Budaya

Konten Peta Budaya Terbaru

Keluar ?

Apakah Anda yakin ingin keluar?

Tekan Tidak jika Anda masih mau melanjutkan. Tekan Ya jika Anda mau keluar.