Dalang Jemblung

Jika dilihat dari bahasa, kata “jemblung” berasal dari kata “gemblung” yang artinya gila. Konon, kata ini digunakan untuk pertama kalinya pada zaman pemerintahan Raja Amangkurat Arum dari Kerajaan Plered. Di zaman itu, hidup seorang dalang aristokrat bernama Ki Lebdojiwo. Dalang Jemblung merupakan jenis kesenian rakyat yang berbentuk teater tutur yang terdapat di daerah Banyumas. Pementasan Dalang Jemblung sampai saat ini masih digemari oleh masyarakat, terutama masyarakat di pedesaan di Banyumas. Pertunjukan Dalang Jemblung bukan saja berfungsi sebagai hiburan melainkan juga memberikan pendidikan dan ajaran moral dalam kehidupan sehari-hari.

Dalang jemblung merupakan teater tutur yang beraliran Banyumasan, tidak diiringi peralatan musik tradisional melainkan menggunakan suara sendiri sebagai “musik” pengiring. Pemain Dalam Jemblung bukan saja (dengan vokal/suaranya) bermain sebagai tokoh dalam cerita, tetapi juga sebagai “alat musik” bagi yang pria dan sebagai “waranggana” (pesinden, penyanyi) bagi wanita. Salah seorang pemain menjadi dalang dan sekaligus juga bermain sebagai tokoh dalam cerita. 


   


Belum ada komentar

Silahkan Masuk untuk mengirimkan komentar
Silahkan Masuk untuk Bahan Teori
Silahkan Masuk untuk Download Bahan LKS
Silahkan Masuk untuk Download Peta Budaya

Konten Peta Budaya Terbaru

Keluar ?

Apakah Anda yakin ingin keluar?

Tekan Tidak jika Anda masih mau melanjutkan. Tekan Ya jika Anda mau keluar.