Page 8 - Jaka dan Naga Sakti
P. 8

di atas tikar di kamarnya. Matanya terpejam, tetapi selalu

            terjaga.  Ia  akan  bersemadi  hingga  mendapatkan  petunjuk
            tentang cara menyembuhkan putrinya.

                    Tiga hari dua malam berlalu. Di malam ketiga, tiba-

            tiba angin berhembus kencang. Terdengar gemerisik suara
            daun yang bergoyang-goyang terkena hembusan angin. Api
            di atas lilin bergoyang ke sana kemari. Cahaya lilin di dalam
            kamar Prabu Arya Seta pun meredup. Di kejauhan terdengar

            lolongan  serigala  dan  suara  anjing-anjing  yang  menyalak
            bersahut-sahutan.  Malam  ini  udara  terasa  lebih  dingin
            daripada  biasanya.  Dinginnya  udara  malam  ini  mampu
            membuat bulu kuduk Prabu Arya Seta berdiri. Namun, Prabu

            Arya  Seta  tetap  dalam  posisi  duduk  bersila  dengan  mata
            terpejam. Tiba-tiba terdengar suara halus berbisik di telinga
            Prabu Arya Seta.


                    “Prabu Arya Seta,” panggil suara halus itu.

                    Suara  angin  semakin  kencang.  Udara  terasa  lebih
            dingin.  Angin  berhembus  menyentuh  tengkuk  Prabu  Arya

            Seta hingga membuatnya sedikit menggigil.

                    “Putrimu  dapat  disembuhkan  dengan  daun  sirna
            ganda. Daun itu ada di gua kaki Gunung Arga Dumadi. Namun,

            gua itu dijaga oleh seekor naga sakti. Untuk mendapatkan
            daun itu, engkau harus mengalahkan naga sakti itu terlebih
            dahulu.”




                                          3
   3   4   5   6   7   8   9   10   11   12   13