Prosa

Konten Bahasa & Sastra

Danau Raja dan Putri Bunga Harum
Dalam cerita ini dikisahkan tentang Putri Bunga Harum dan Wan Usman. Putri Bunga Harum anak Sultan Thahir dan Permaisuri Fatmasari dari Kerajaan Kampung Dagang. Dalam keseharian, ia mewarisi sifat ibunya yang periang, lembut, dan ramah. Tutur katanya pun sangat santun. Cara berpakaiannya sungguh sopan dan tak berlebihan, sehingga, dari segala sisi, ia akan terlihat sangat anggun dan memesona. Meskipun Sultan Thahir dan Permaisuri Fatmasari selalu memenuhi apapun keinginannya, Putri Bunga Harum tidak lantas menjadi gadis yang manja. Namun, ada satu hal yang membuatnya berbeda dari putri-putri kerajaan kebanyakan. Ia gemar bermain di hutan dan mandi di aliran Sungai Indragiri yang dalam. Sedangkan Wan Usman seorang pemuda dari Desa Lubuk Tangguk. Mereka tidak mendapat restu meskipun Wan Usman telah memenuhi permintaan yang disyaratkan oleh Sultan Thahir. Pada akhir kisah, Putri Bunga Harum dan Wan Usman tenggelam di tengah danau. Mereka menjelma menjadi sepasang buaya putih. Cerita Danau Raja dan Putri Bunga Harum ini mengandung pesan agar kita tidak mudah mengingkari janji. Selain itu, hendaknya kita tidak memandang pangkat dan derajat seseorang.

Pengarang : Ahmad Ijazi H.
Penerbit : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Tahun Terbit : 2017


Belum ada komentar

Silahkan Masuk untuk mengirimkan komentar
Keluar ?

Apakah Anda yakin ingin keluar?

Tekan Tidak jika Anda masih mau melanjutkan. Tekan Ya jika Anda mau keluar.