Prosa

Konten Bahasa & Sastra

Cahaya Cahaya Kecil
Kayu Ajaib: Pak Ngadiran sadar bahwa sampai anak-anaknya menginjak usia remaja belum pernah sekali pun anaknya tersebut diajak piknik. Dalam penentuan tempat wisata Sudar dibuat bingung. Tetapi, ketika melihat cermin yang terbuat dari kayu, Sudar baru tersadar bahwa inilah tempat tujuannya. Ada apa dengan kayu ini? Kayu ajaibkah? Mari kita baca kelanjutannya… Ulat Besi: Hujan turun pertama kali di pertengahan bulan Oktober. Kemarau cukup panjang tahun ini. Di Kabupaten Gunung Kidul, terutama bagian selatan, telah kekurangan air. Sekolah baru saja selesai ujian tengah semester. Saat-saat seperti itu ada banyak waktu luang untuk Sudar. Karena Sudar dari keluarga miskin, tidak banyak waktu untuk bersantai, waktunya digunakan untuk mencari uang. Saat Sudar berkunjung ke rumah Pak Sastro untuk mencari pekerjaan, disitulah Sudar mendapat ide atau peluang untuk mencari uang. Dengan cara apakah..? Apa hubungannya dengan ulat besi? Misteri Perawat Telaga: Hari Minggu aku diajak Bapak ke Kecamatan Tepus yang berjarak 20 km dari rumahku. Dalam perjalanan, pemandangan yang kutemui adalah bukit-bukit yang berbentuk seperti batok kelapa yang tengkurap dan jalanan yang berkelok dan berliku-liku naik-turun, kadang lurus saja menembus ladang-ladang kering. Air berkilauan ditimpa matahari pagi. Cahayanya seperti kaca yang memantulkan riap-riap air. Telaga itu bernama Papringan. Konon, nama Papringan diambil dari kata pring atau bambu. Sesaat kemudian, aku melihat seorang lelaki bercaping berdiri di antara pohon gayam. Sebentar saja, ia pun menghilang. Mungkinkah itu laki-laki misterius seperti yang dikatakan Bambang? Aku membatin. Tiba-tiba tengkukku meremang. Membantu Bapak: Sunar menatap benda yang teronggok di depannya. Sekilas, matanya melihat lekat-lekat benda yang terbuat dari besi itu. Namun, ternyata pandangannya menerawang kosong,posisinya jongkok, setengah membungkuk, ingatannya mengait satu cerita tentang masa lalunya saat membantu bapaknya membetulkan mesin air ke dalam sumur. Disitulah peristiwa itu terjadi. Bagaimana ceritanya? Pemburu Belalang: Bulan Ramadan tak lama lagi datang. Ekonomi keluarga Sudar sedang tidak baik. Pak Ngadiran satu bulan ini tidak menyopir. Mobil yang biasa dipakai sedang diperbaiki. Terbayang bulan puasa nanti keluarga ini akan benar-benar melakukan “puasa”. Tetapi Sudar tidak putus asa, pada musim-musim tertentu akan muncul banyak belalang. Belalang yang dimaksud adalah jenis belalang kayu. Tahukah kalian bahwa belalang bagi masyarakat Gunung Kidul dijadikan sebagai menu makanan? Bagaimana cerita selanjutnya? Simak dan bacalah…

Pengarang : Hasta Indriyana
Penerbit : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Tahun Terbit : 2017


Belum ada komentar

Silahkan Masuk untuk mengirimkan komentar
Keluar ?

Apakah Anda yakin ingin keluar?

Tekan Tidak jika Anda masih mau melanjutkan. Tekan Ya jika Anda mau keluar.