Prosa

Konten Bahasa & Sastra

Si Bungsu

Buku ini merupakan cerita rakyat yang berasal dari Riau. Talang Mamak adalah salah satu suku yang berdiam di wilayah Kabupaten Indragirihulu, provinsi Riau. Kepala suku Talang Mamak disebut batin. Bermula dari kehidupan keluarga Pak Sardim dan Ibu Sardim, keluarga kecil ini hidup sederhana dengan rumah panggung yang berukuran tidak terlalu besar. Istri dalam kondisi hamil tua pak Sardin selalu mencurahkan kasih sayangnya untuk menunggu bayinya, malam ketika itu anak pertama lahir dan diberinama Ka Satu. Semenjak kelahiran anak pertama Pak sardin warga memanggil dengan sebutan Pak Ka Satu. Kehidupan pun berlanjut istrinya mengandung lagi dan lahir laki-laki diberi nama Ka duo, dan selanjutnya dan selajutnya hingga kelahiran anak yang lima diberi nama Ka limo. Kehidupan Pak Ka satu yang sering mengajak anak-anaknya pergi kehutan dan sungai untuk mencari hasil hutan untuk dijual ke Pasar dan sebagian untuk makan kelurga, saat itu istri hamil lagi dan lahir anak keenam dan diberi nama Ka Enam tapi warga memanggil Ka Enam dengan sebutan si Bungsu dengan demikian panggila Pak Ka satupun berubah menjadi sebutan Pak Bungsu. Rutinitas keseharian anak-anak diajak kehutan si bungsu selalu jadi perhatian kakak kakaknya, suatu saat si bungsu tersesat di sungai dan diselamatkan oleh seorang saudagar kaya  tidak punya anak dan diangkatlah si bungsu. Karena kesombongannya ketika ketemu seorang nenek yang sebenarnya adalah ibunya, kutukan yang didapat dan perahu yang dinaiki itu tenggelam bersama si bungsu. Bagaimana kisah selanjutnya? Nah, untuk mengetahui kisah selengkapnya, silahkan membaca buku ini.




Pengarang : Christina Putri
Penerbit : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Tahun Terbit : 2016


Belum ada komentar

Silahkan Masuk untuk mengirimkan komentar
Keluar ?

Apakah Anda yakin ingin keluar?

Tekan Tidak jika Anda masih mau melanjutkan. Tekan Ya jika Anda mau keluar.