Prosa

Konten Bahasa & Sastra

Manusia Menikah dengan Petir

Buku ini merupakan cerita rakyat yang berasal dari daerah Bali. Ketika itu penduduk pesisir Nusa Penida-Bali menyelenggarakan upacara Nyepi Segara seperti hari purnama dan hari tilem. Nusa Penida senantiasa dipadati oleh warga dari Pulau Bali yang ingin beribadah ke Pura Dalem Ped. Dikisahkan sebuah keluarga yang bertempat tinggal di kawasan Perbukitan Nusa Penida, yaitu di Desa Waru. Nang Wayan sebagai kepala keluarga yang berkecukupan dikarunia dua anak perempuan, Men Wayan sang istri sedang hamil anak ketiga. Nang Wayan, suaminya, mendambakan kelahiran anak ketiganya berjenis kelamin laki-laki. Pura Pucak Bukit Mundi namanya, setelah menempuh perjalanan cukup jauh sejak pagi hingga sore hari suasana khusuk saat Nang Wayan mengajak isterinya sembahyang Nang Wayan memohon seraya mengucapkan kaul memohon agar anak kami yang lahir nanti laki-laki. Ni Komang namanya akhirnya bayi putri yang lahir dan diasuh oleh neneknya karena ayahnya kurang berkenan dengan kelahirannya. Ketika dewasa menjadi sosok yang cantik, rajin dan penurut, suatu musim penghujan yang ditunggu jadi masalah terjadi ketika ada petir terdengar menjadikan nenek memanggil cucunya dan tidak ada jawaban. Ternyata Ni Komang telah dipersunting oleh I Wayan Kilap yang memiliki kemampuan menciptakan bangunan dalam sekejap. Bagaimana kisah selanjutnya, untuk mengetahui kisah selengkapnya, silahkan membaca buku ini.




Pengarang : I Made Subandia
Penerbit : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Tahun Terbit : 2016


Belum ada komentar

Silahkan Masuk untuk mengirimkan komentar
Keluar ?

Apakah Anda yakin ingin keluar?

Tekan Tidak jika Anda masih mau melanjutkan. Tekan Ya jika Anda mau keluar.