Prosa

Konten Bahasa & Sastra

Meriam Tegak

Buku ini merupakan cerita rakyat dari daerah Dabo Singkep, Kepulauan Riau. Cerita ini berawal dari kisah sepasang suami istri bernama Encik Nuh dan Encik Waleh yang tinggal di Laut Jauh. Encik Nuh sehari-hari bekerja sebagai nelayan. Selain itu, Encik Nuh dipercaya memiliki ilmu agama dan kekuatan bathin karena keturunan keluarga Istana. Encik Nuh biasa menerima warga yang meminta bantuan berupa nasihat atau disembuhkan dari berbagai penyakit. Encik Nuh juga biasa menceritakan sebuah dongeng yang berisi nilai-nilai agama kepada anak-anak di sekitarnya. Di pekarangan rumah Encik Nuh dan Encik Waleh terdapat sebuah Meriam yang arah mulutnya menghadap ke laut. Karena letak meriam tersebut berada di pekarangan rumah, maka Encik Waleh merasa repot dan terganggu saat membersihkan pekarangan rumahnya. Suatu hari ada seekor anak ayam yang masuk ke lubang yang ada di bawah meriam dan mati. Setelah kejadian tersebut, akhirnya Encik Waleh meminta ijin Encik Nuh agar meriam dipindahkan. Encik Waleh merasa sanggup memindahkan sendiri meriam tersebut tanpa bantuan orang lain, namun setelah beberapa kali mencoba ternyata tidak bisa mengangkat meriam tersebut. Apakah Encik Waleh dapat memindahkan meriam tersebut? Kelengkapan ceritanya, silakan dibaca buku cerita ini!




Pengarang : Faisal Gazali
Penerbit : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Tahun Terbit : 2016


Belum ada komentar

Silahkan Masuk untuk mengirimkan komentar
Keluar ?

Apakah Anda yakin ingin keluar?

Tekan Tidak jika Anda masih mau melanjutkan. Tekan Ya jika Anda mau keluar.